Bukan Barcelona, Julian Alvarez Bakal Cabut ke PSG?

- PSG menunjukkan minat serius pada Julian Alvarez dan mendapat respons positif dari Atletico Madrid, berbeda dengan Barcelona yang sebelumnya ditolak.
- PSG menilai Alvarez sebagai striker serbabisa yang cocok mengisi kebutuhan tim musim 2026/27 di bawah arahan Luis Enrique.
- Masa depan transfer Alvarez bergantung pada keputusannya sendiri, antara mengejar impian bermain di Barcelona atau mencari peluang trofi bersama klub lain.
Jakarta, IDN Times - Striker Atletico Madrid, Julian Alvarez, masih menjadi properti panas di bursa transfer musim panas 2026. Setelah Barcelona, giliran Paris Saint-Germain yang memburunya.
Beda dengan Barcelona, respons Atletico terhadap PSG jauh lebih positif. Bahkan, potensi Alvarez dilepas ke PSG lebih besar ketimbang ke Barcelona.
1. Atletico lebih terbuka ke PSG
SPORT melansir, ketertarikan PSG terhadap Alvarez sebenarnya sudah lama. Manajemen Les Parisiens sudah menghubungi langsung Atletico terkait potensi perekrutan bomber Argentina tersebut.
Atletico, tak seperti Barcelona, membuka diri dengan PSG untuk bernegosiasi. Namun, negosiasi tampaknya baru bakal digelar usai Piala Dunia 2026, karena PSG tak mau mengganggu konsentrasi Alvarez bersama Timnas Argentina.
2. Kepingan puzzle yang dibutuhkan PSG
PSG butuh striker yang serbabisa di musim 2026/27. Sebab, Goncalo Ramos hanya bisa bermain sebagai nomor sembilan di lini depan.
Pelatih PSG, Luis Enrique, merasa Alvarez merupakan pemain dengan karakter ideal, dan merupakan kepingan puzzle yang dibutuhkannya.
3. Alvarez jadi penentu
Saga transfer ini sebenarnya ditentukan oleh keputusan Alvarez. Meski Atletico menolak menjualnya ke Barcelona, Alvarez sebenarnya mengidamkan main di Camp Nou.
Sejak kecil, Alvarez selalu bermimpi untuk bisa berseragam Barcelona. Dia ingin merasakan megahnya bermain bersama tim yang pernah dibela seniornya, Lionel Messi, terutama ketika tampil di duel sekelas El Clasico kontra Real Madrid.
Namun, fokus Alvarez adalah peningkatan gengsi karier dengan meraih trofi. Sebab, bersama Atletico dia merasa hal itu sulit terwujud.

















