AFC Ikut UEFA dan CONCACAF, Tolak Rencana Kontroversial FIFA

- AFC bergabung dengan UEFA dan CONCACAF menolak rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise.
- AFC menilai wacana boikot Piala Dunia dan kompetisi FIFA sebagai kemunduran serius, serta menyebut pembentukan FFE tidak realistis dilanjutkan.
- AFC mengkritik minimnya transparansi FIFA, sementara Ketua Umum PSSI Erick Thohir mendukung gagasan Gianni Infantino dan menyoroti dukungan FIFA bagi Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Rencana kontroversial yang digagas Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendapat gelombang penolakan. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), menjadi pihak terbaru yang menolak penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia.
AFC menegaskan posisinya berada di gerbong yang sama dengan UEFA dan CONCACAF. Mereka menjadi konfederasi pertama yang mengecam proposal kontroversial, yang berpotensi mencoreng jiwa sepak bola tersebut.
1. Khawatir wacana boikot Piala Dunia jadi kenyataan
Imbas wacana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia, UEFA dan CONCACAF mengancam untuk memboikot turnamen sakral tersebut sekaligus sejumlah kompetisi naungan FIFA. AFC merasa prihatin dengan gejolak tersebut.
Mereka menilai gesekan antara FIFA dan asosiasi anggotanya adalah sebuah kemunduran besar yang tidak seharusnya terjadi. AFC menilai pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) tidak realistis untuk dilanjutkan.
"Fakta bahwa situasi telah mencapai titik di mana kemungkinan nyata boikot Piala Dunia telah memasuki wacana publik harus menjadi perhatian semua orang," tulis pernyataan resmi AFC.
2. Kritik proses keputusan FIFA yang minim transparansi
Lebih jauh, AFC menilai masalah sesungguhnya bukan sekadar pada penolakan proposal bisnis FFE semata. Konflik ini mempertontonkan kelemahan fundamental dalam sistem tata kelola, konsultasi, dan pengambilan keputusan di tubuh internal FIFA.
"Sebuah proposal yang berpotensi memengaruhi masa depan sepak bola dunia, tidak boleh muncul melalui proses yang membuat konfederasi, anggota, dan bahkan Dewan FIFA merasa dikesampingkan," tulis AFC.
3. Erick Thohir mendukung
Di sisi lain, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memiliki sikap berbeda dari AFC selaku induk sepak bola Asia. Erick mendukung gagasan Infantino yang menimbulkan konflik ini.
""Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita. Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun," ujar Erick dalam pernyataannya.


















