Dukung FIFA Jual Saham Piala Dunia, Ini Alasan Erick Thohir

- Erick Thohir dan PSSI mendukung pembentukan FIFA Forward Enterprise, berbeda dari 96 anggota UEFA dan CONCACAF yang menolak rencana penjualan saham Piala Dunia.
- Erick menilai dukungan FIFA krusial bagi sepak bola Indonesia, termasuk setelah peristiwa Kanjuruhan, serta melalui investasi kantor FIFA di Jakarta dan anggaran regional.
- PSSI memandang FFE selaras dengan transformasi sepak bola nasional karena berpotensi mendukung investasi infrastruktur, pembinaan usia dini, dan pengembangan tim nasional.
Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kini jadi sorotan. Dia jadi salah satu pihak yang mendukung FIFA jual saham Piala Dunia, dalam bentuk FIFA Forward Enterprise (FFE).
Di tengah maraknya penolakan dari UEFA dan CONCACAF, Erick dan PSSI justru menunjukkan sikap berbeda. Ternyata, ada alasan tersendiri kenapa dia memberikan dukungan.
1. Langkah krusial demi sepak bola yang inklusif

Dalam keterangan resminya, Erick menyebut PSSI berada di pihak Gianni Infantino dan memandang rencana ini sebagai langkah krusial yang harus dilanjutkan demi masa depan sepak bola yang lebih inklusif.
"Konteksnya harus kita lihat secara utuh. Prestasi dan kebangkitan sepak bola kita hari ini tidak lepas dari kehadiran masyarakat, pemerintah, dan tentunya FIFA yang selalu mendampingi kita," ujar Erick.
"Kita harus berterima kasih, terutama kepada FIFA. Mengingat kembali peristiwa Kanjuruhan, jika saat itu tidak ada kesepakatan antara pemerintah, masyarakat, dan FIFA, tim nasional kita mungkin tidak ada hari ini karena ancaman suspend selama delapan tahun," tambahnya.
2. FFE bisa jadi dukungan nyata bagi PSSI

Erick menyebut, sepak bola Indonesia itu butuh dukungan nyata, bukan sekadar dijadikan pasar komersial. Selama ini, banyaknya orang yang menggemari sepeak bola di Indonesia hanya jadi pasar belaka.
"Itulah mengapa kita meminta FIFA hadir di sini. Kini terbukti, mereka telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara. Mereka serius di sini," kata Erick.
3. Sejalan dengan visi transformasi sepak bola nasional

Bagi PSSI, inisiatif FFE sejalan dengan visi transformasi sepak bola nasional yang membutuhkan investasi besar untuk infrastruktur, pembinaan usia dini, dan pengembangan tim nasional.
"Saya merasakan hal yang sangat positif selama FIFA hadir di sini. Oleh karena itu, dukungan terhadap inisiatif seperti FFE adalah bentuk apresiasi dan keyakinan kita bahwa program ini akan membawa manfaat langsung bagi negara-negara yang sedang membangun sepak bolanya seperti Indonesia," kata Erick.
Saat ini, 96 anggota FIFA dari UEFA dan CONCACAF sudah menolak wacana jual saham Piala Dunia ini. Mereka butuh 106 suara dari 211 anggota agar FFE bisa didirikan. Di sisi lain, PSSI dan Erick Thohir justru menyepakati ini.


















