Aktivitas Iran di Piala Dunia 2026: Main di AS, Tidur di Meksiko

- Iran batal bermarkas di AS karena ketegangan politik dan memilih menetap di Tijuana, Meksiko, setelah mendapat izin dari pemerintah setempat.
- Meski tinggal di Meksiko, Iran tetap akan memainkan laga fase grup Piala Dunia 2026 di Inglewood dan Seattle, lalu kembali ke Tijuana tanpa menginap di AS.
- FIFA menjamin seluruh pemain dan ofisial Iran akan memperoleh visa agar bisa tampil di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya sempat ada penolakan visa terhadap pejabat federasi Iran.
Jakarta, IDN Times - Iran adalah tim yang menarik perhatian di Piala Dunia 2026. Tensi yang tengah melibatkan mereka dengan tuan rumah Amerika Serikat (AS) membuat posisi mereka di ajang ini jadi pertanyaan.
Seperti diketahui, Iran tengah terlibat perang dengan AS dan Israel. Situasi ini berpengaruh besar pada posisi mereka di Piala Dunia 2026, termasuk cara mereka berkegiatan di ajang itu kelak.
Seperti apa bayangan kegiatan Iran selama di ajang itu? Lalu, bagaimana juga visa yang kelak digunakan oleh para pemain dan ofisial tim nantinya?
1. Ditolak di AS, Iran bermarkas di Meksiko
Terkait kamp tim, Iran awalnya hendak bermarkas di Tuczon, Arizona, S. Namun, karena situasi panas yang melibatkan negara mereka dengan AS, dikabarkan AS menolak Iran secara halus untuk bermarkas di negara mereka.
"Amerika Serikat tidak ingin tim Iran menginap, tetapi mereka akan memainkan tiga pertandingan di sana," kata Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, dilansir BBC.
Alhasil, karena penolakan ini, Iran pun memindahkan kamp mereka ke Meksiko, tepatnya di Tijuana. Sheinbaum tidak masalah Iran menginap di negara mereka selama ajang ini.
"Kami tidak punya alasan untuk menolak kemungkinan mereka (Iran) menginap di Meksiko. Mereka meminta, bisakah kami menginap di Meksiko? Kami menjawab, ya tidak masalah," kata Sheinbaum.
2. Tidur di Meksiko, main di AS
Kendati menginap di Meksiko, Iran tetap akan melakoni laga fase grup mereka di AS. Mereka bahkan sempat meminta FIFA memindahkan semua laga mereka ke Meksiko, tetapi FIFA menolak permintaan itu.
Alhasil, Iran akan berkegiatan seperti ini di Piala Dunia 2026. Mereka berlatih, menginap, dan memulihkan diri di Tijuana. Kemudian, mereka akan melakoni laga-laga fase grup di Inglewood dan Seattle, AS, yang dekat dengan Tijuana.
Selepas laga, Iran tak akan bermalam di AS. Mereka akan langsung pulang ke Meksiko. Hal ini juga akan terjadi jika Iran kelak lolos ke fase gugur dan harus main di AS lagi.
3. Terkait visa, FIFA memberikan jaminan
Terkait visa, Iran juga minta FIFA memberikan jaminan. Hal itu terkait insiden yang sempat mendera Presiden Federasi Iran, Mehdi Taj, kala visanya ditolak saat akan menghadiri Kongres FIFA di Vancouver beberapa waktu lalu.
Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menyebut FIFA sudah memberikan jaminan terkait visa bagi skuad Iran agar bisa main di Piala Dunia 2026. Dia berharap, administrasi untuk 'Team Melli' berjalan lancar.
“Presiden FIFA (Gianni Infatino) menjanjikan kepada kami bahwa seluruh pemain akan menerima visa. Tidak ada alasan pemain kami tidak mendapatkan visa,” ujar Donyamali, dilansir "Anadolu Agency".
Iran tergabung di Grup G Piala Dunia 2026 bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Saat ini, mereka tengah menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki untuk menatap ajang tersebut.


















