Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Peserta Piala Dunia 2026 yang Memainkan Semua Pemain Outfield

6 Peserta Piala Dunia 2026 yang Memainkan Semua Pemain Outfield
ilustrasi pertandingan (unsplash.com/igorvw)
Intinya Sih
  • Enam tim di Piala Dunia 2026—Argentina, Norwegia, Meksiko, Jepang, Paraguay, dan Irak—menjadi satu-satunya peserta yang memainkan seluruh pemain outfield mereka selama turnamen.
  • Argentina dan Norwegia melakukan rotasi besar pada laga terakhir fase grup setelah memastikan lolos, sementara Meksiko membagi menit bermain secara merata sejak awal penyisihan.
  • Jepang, Paraguay, dan Irak juga memberi kesempatan kepada semua pemain non-kiper; meski hasilnya berbeda, langkah ini menunjukkan keberanian pelatih dalam memaksimalkan skuad.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Namun, keberhasilan mereka mencapai partai puncak layak mendapat apresiasi dari sisi kolektif. Pasalnya, Tim Tango melibatkan semua pemain outfield-nya. Argentina merupakan 1 dari 6 peserta yang melakukan hal tersebut.

1. Argentina melakukan rotasi pada pertandingan terakhir fase grup

Argentina memainkan semua pemain outfield-nya di Piala Dunia 2026 berkat melakukan rotasi saat menang 3-1 atas Yordania pada pertandingan terakhir fase grup. Sebelum laga, mereka memang sudah memastikan lolos ke babak gugur. Lionel Scaloni pun merombak total starting line-up-nya.

Ia memasang Giovani Lo Celso, Valentin Barco, dan Exequiel Palacios. Ini kemudian menjadi penampilan tunggal ketiganya di Piala Dunia 2026. Hanya dua kiper mereka yang lantas tidak mendapat kesempatan tampil. Keduanya penjaga gawang tersebut adalah Juan Musso dan Geronimo Rulli.

2. Norwegia sama seperti Argentina

Norwegia melakukan hal yang sama seperti Argentina di Piala Dunia 2026. Mereka sudah mengamankan tiket 32 besar berkat kemenangan pada dua partai pertama. Stale Solbakken lantas merotasi timnya pada pertandingan terakhir fase grup meski lawan yang dihadapi adalah Prancis. Enam pemain outfield kemudian membuat penampilan tunggalnya pada laga yang berakhir dengan kekalahan 1-4 ini.

Keenam sosok tersebut adalah Morten Thorsby, Fredrik Bjorkan, Jens Petter Hauge, Thelo Aasgaard, Sondre Langas, dan Henrik Falchener. Solbakken bahkan mengganti juga personel di bawah gawang. Ia mengistirahatkan Orjan Nyland dan memainkan Egil Selvik. Ini membuat Sander Tangvik yang berperan sebagai kiper ketiga menjadi satu-satunya yang tidak bermain. Norwegia gugur di tangan Inggris pada perempat final.

3. Meksiko juga sudah memainkan semua pemain outfield sebelum babak gugur

Selain Argentina dan Norwegia, Meksiko menjadi satu peserta Piala Dunia 2026 lainnya yang sudah memainkan semua pemain outfield-nya sebelum fase gugur. Namun, salah satu tuan rumah ini lebih variatif. Tim asuhan Javier Aguirre tidak melakukannya hanya pada pertandingan terakhir babak grup.

Aguirre dengan fleksibel membagi kesempatan kepada para pemain outfield-nya dari mulai pertandingan pertama hingga ketiga. Lima nama lantas membuat satu penampilan. Hanya Mateo Chavez yang kemudian melakukannya pada laga terakhir fase grup yang berujung dengan kemenangan 3-0 atas Republik Ceko.

4. Shuto Machino menjadi pemain Jepang terakhir yang bermain di Piala Dunia 2026

Ada enam pemain outfield di kubu Jepang yang mendapat kesempatan tampil sekali saja di Piala Dunia 2026. Mereka adalah Takefusa Kubo, Yuto Nagatomo, Yuito Suzuki, Keisuke Goto, Kento Shiogai, dan Shuto Machino. Machino kemudian menjadi yang paling terakhir melakukannya.

Hajime Moriyasu memasukkannya pada menit 78 untuk menggantikan Junya Ito ketika berjumpa Brasil pada 32 besar. Saat itu, skor imbang 1-1. Machino pun diharapkan bisa membantu mencetak gol kemenangan. Sayangnya, Jepang malah kecolongan pada detik-detik terakhir.

5. Paraguay mencapai 16 besar setelah memaksimalkan semua pemain outfield

Paraguay membuat kejutan dengan mengalahkan Jerman lewat adu penalti pada 32 besar Piala Dunia 2026. Sayangnya, mereka tidak mampu melanjutkan perjalanan usai kalah tipis 0-1 dari Prancis pada babak selanjutnya. Semua pemain mereka outfield membuat penampilan. Fabian Balbuena menjadi orang terakhir yang melakukannya.

Menariknya, bek tengah senior itu tidak menyentuh bola sama sekali. Ia menggantikan Junior Alonso beberapa saat sebelum laga melawan Jerman berakhir. Balbuena diinstruksikan untuk menjadi salah satu eksekutor adu penalti. Ironisnya, ia justru gagal menjalankan tugasnya. Beruntung, Jonathan Tah juga bernasib sama di kubu Jerman.

6. Hasil buruk memaksa pelatih Irak terus melakukan pergantian

Satu negara lain yang memainkan semua pemain outfield-nya di Piala Dunia 2026 adalah Irak. Namun, berbeda dengan lima tim sebelumnya, wakil dari Asia ini gagal lolos dari fase grup. Graham Arnold memberi kesempatan kepada semua personel non-kipernya karena hasil buruk.

Irak kalah 1-4 dari Norwegia pada pertandingan pertama. Mereka kembali tersungkur usai menyerah 0-3 di hadapan Prancis. Dua kekalahan tersebut memastikan Irak tersingkir. Mereka kemudian menyudahi perjalanannya dengan kekalahan paling telak. Irak dibantai Senegal 0-5.

Keenam kontestan Piala Dunia 2026 di atas memainkan semua pemain outfield-nya karena alasan yang berbeda-beda. Namun, mereka berhak mendapat apresiasi yang sama atas keberanian tersebut. Ini tentu bukan hal yang mudah. Buktinya, cuma mereka yang melakukannya dari total 48 peserta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More