- The Tourist Trophy races, Isle of Man: 13, 15, dan 17 Juni
- Grand Prix Swiss, Berne: 2 dan 3 Juli
- TT Belanda, Assen: 9 Juli
- Grand Prix Belgia, Spa-Francorchamps: 17 Juli
- Grand Prix Ulster, Belfast/Clady: 21 Agustus
- Grand Prix of Nations, Monza: 4 September
MotoGP: Sejarah Panjang Balap Motor Paling Bergengsi di Dunia

- MotoGP berawal dari ajang balap motor awal abad ke-20 yang berkembang menjadi Grand Prix pada 1949 dengan empat kelas utama dan sistem poin untuk pembalap serta konstruktor.
- Era 1960-an menandai kebangkitan pabrikan Jepang seperti Honda, Suzuki, dan Yamaha yang mulai mendominasi berbagai kelas hingga akhirnya menguasai balapan utama pada dekade 80–90an.
- Istilah MotoGP resmi digunakan sejak awal 2000-an dengan regulasi mesin 4 tak, diikuti perubahan kapasitas mesin hingga 1000cc dan inovasi teknologi demi keselamatan serta performa pembalap.
Kata MotoGP tentu sudah tidak asing didengar. Sejak kembali hadir di kalender MotoGP pada 2022, Indonesia konsisten menjadi salah satu tuan rumah balapan paling ditunggu di dunia.
Sirkuit Pertamina Mandalika bahkan mencatat rekor luar biasa di edisi 2025 dengan lebih dari 140.000 penonton memadati tribun sepanjang akhir pekan. Musim 2026 akan menjadi edisi kelima MotoGP Indonesia, dengan balapan kembali digelar nanti di Mandalika pada 9–11 Oktober 2026.
Kalian tahu, gak, sebenarnya MotoGP punya sejarah panjang, lho. Sudah tahu? Kali ini, IDN Times akan memaparkan sederet fakta sejarah MotoGP. Ikuti sampai habis, ya.
Table of Content
1. Embrio MotoGP

Gagasan kejuaraan balap motor telah bergulir sejak awal abad ke-20. Bertajuk Paris Coupe Internationale des Motorcyclettes, balapan digelar pada tahun 1904. Para pembalapnya berasal dari Prancis, Denmark, Jerman, Inggris dan Austria.
Agenda itu sekaligus menjadi momen berdirinya federasi klub motor dengan nama Federation Internationale des Clubs Motocyclistes (FICM), yang pada kemudian rutin menggelar agenda balap motor selama 40 tahun.
Perang berkecamuk di daratan Eropa. Kurun waktu 1919—1939, FICM menggelar dua balapan yaitu tahun 1924 dan 1939.
Tidak seperti saat ini, balapan itu hanya berlangsung satu seri. Selepas Perang Dunia II, balapan kembali diselenggarakan pada bulan November 1947.
Regulasi berubah pada tahun 1948 setelah Kongres London bulan November 1948. Aturan dibentuk lebih terstruktur, balapan akan digelar dengan enam seri. Istilah Grand Prix mulai digunakan saat itu.
2. Regulasi Grand Prix 1949

Istilah MotoGP belum digunakan pada tahun itu. Agenda Grand Prix meliputi enam seri yaitu:
Berdasarkan regulasi yang dibuat oleh FICM, ada dua kategori pemenang yaitu pembalap dan konstruktor. Untuk poin, pembalap pertama meraih 10 poin, kedua mendulang 8 poin, ketiga 7 poin, keempat 6 poin, dan kelima 5 poin.
Pada musim perdana 1949, agenda balap digelar untuk empat kelas, meliputi, 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc. Untuk kelas 125cc, juara diraih oleh Nello Pagani (Italia), kelas 250cc milik Bruno Ruffo (Italia), 350cc milik Freddie Frith (UK), dan 500cc adalah milik Leslie Graham (UK).
3. Grand Prix dekade 60an

Mesin 2 tak mulai dikembangkan pada tahun 1950an di Grand Prix oleh Ernst Degner, pembalap dari Polandia. Pengembangan itu dilakukan bersama pabrikan MZ Jerman. Program itu meraih kesuksesan di kelas kapasitas mesin 50cc, 125, dan 250cc.
Pada periode 1950-1960, motor Eropa mendominasi pemenang balapan. Kemenangan pertama pabrikan Jepang terjadi pada tahun 1961. Saat itu, Honda berhasil menjadi pabrikan Jepang pertama yang menjuarai dua kelas Grand Prix. Kemenangan itu diraih oleh Tom Phillis dari Australia di kelas 125cc dan Mike Hailwood dari UK di kelas 250cc.
Keberhasilan itu membuat pabrikan Suzuki terpukau. Pada tahun 1961, Suzuki dan Degner melakukan pengembangan mesin 2 tak. Pada tahun berikutnya, Suzuki bersama Degner berhasil meraih juara dunia kelas 50cc.
Tahun 1964, pabrikan Yamaha untuk pertama kalinya menjadi juara Grand Prix di kelas 250cc. Ketika itu, pembalapnya adalah Phil Read dari UK. Kemenangan pertama pabrikan Jepang di kelas utama 500cc diraih pada tahun 1975 dengan pembalap Giacomo Agostini bersama Yamaha.
4. Pabrikan Jepang dominasi kemenangan di kelas utama dekade 80an hingga 90an

Sejak tahun 1975 hingga tahun 2001 sebelum era baru MotoGP, pabrikan Jepang selalu menjuarai balapan kelas utama Grand Prix.
Yamaha dan Honda sama-sama memiliki sepuluh kemenangan juara dunia pembalap. Sedangkan Suzuki mengumpulkan total enam kali kemenangan.
Awal dekade 90an juga menandai pergeseran kepemilikan hak siar MotoGP. Pada tahun 1992, Dorna Sport menjadi promotor utama balap motor paling bergengsi itu. Dorna bersama IRTA, FIM, dan MSMA bekerja sama membangun atmosfer positif balap motor dengan slogan Racing Together.
5. Era baru MotoGP

Istilah MotoGP mulai digunakan pada awal 2000an. Perubahan itu juga berdampak pada regulasi balapan dengan penggunaan mesin 4 tak di kelas utama dengan kapasitas mesin 990cc.
Kemenangan pertama diraih oleh Valentino Rossi tahun 2001 bersama pabrikan Honda. Dominasi The Doctor di kelas utama pecah pada tahun 2006, kala itu, Nicky Hayden bersama Honda meraih gelar juara dunia.
Pengembangan motor dan perubahan regulasi bergerak dinamis. Pada tahun 2007 kapasitas mesin berkurang menjadi 800cc.
Momen itu berhasil dimanfaatkan oleh Ducati. Untuk pertama kalinya pabrikan Eropa berhasil menjadi juara setelah dominasi pabrikan Jepang di kelas utama selama tiga dekade. Dominasi itu dipatahkan oleh Casey Stoner dengan motor Ducati.
Perubahan regulasi terus terjadi hingga saat ini. Pada tahun 2012, kejuaraan MotoGP menggunakan mesin berkapasitas 1000cc. Selain itu, Michelin menjadi pemasok ban tetap untuk seluruh tim MotoGP sejak tahun 2016.
MotoGP 2026 diikuti oleh lima pabrikan, Honda, Yamaha, KTM, Ducati, dan Aprilia, dengan total 22 pembalap di starting grid. Suzuki telah mundur dari kompetisi sejak akhir 2022. Di musim ini, Marc Márquez tampil sebagai juara bertahan bersama Ducati, didampingi Francesco Bagnaia, sementara Jorge Martín membela Aprilia
Regulasi balap motor paling bergengsi itu terus berubah seiring perkembangan teknologi. MotoGP 2026 bahkan menjadi musim bersejarah karena merupakan tahun terakhir era mesin 1000cc, sebelum regulasi baru berlaku pada 2027 dengan kapasitas mesin yang dikurangi menjadi 850cc. Penyesuaian demi penyesuaian terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus menjaga persaingan tetap ketat. Nah, siapa jagoan kamu musim ini?
FAQ Seputar MotoGP
| Kapan MotoGP pertama kali digelar secara resmi? | MotoGP pertama kali digelar secara resmi pada tahun 1949 dengan nama Grand Prix, setelah regulasi baru disepakati di Kongres London November 1948. Musim perdana itu terdiri dari enam seri balapan di empat kelas: 125cc, 250cc, 350cc, dan 500cc. |
| Kapan istilah "MotoGP" mulai digunakan? | Istilah MotoGP baru mulai digunakan pada awal 2000-an, bersamaan dengan perubahan regulasi kelas utama yang beralih ke mesin 4 tak berkapasitas 990cc. Sebelumnya, ajang ini dikenal dengan nama Grand Prix |
| Kapan Indonesia pertama kali masuk kalender MotoGP? | Indonesia pertama kali masuk kalender MotoGP modern pada tahun 2022, setelah absen panjang sejak balapan terakhir di Sirkuit Sentul pada 1997. Balapan kini digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok, dan akan kembali hadir pada 9–11 Oktober 2026 |
| Mengapa kapasitas mesin MotoGP terus berubah dari waktu ke waktu? | Perubahan kapasitas mesin dilakukan untuk menyeimbangkan performa, keselamatan, dan perkembangan teknologi. Dari 500cc di era Grand Prix klasik, naik ke 990cc saat era MotoGP dimulai (2002), lalu turun ke 800cc (2007), kemudian kembali ke 1000cc (2012). Pada 2027, regulasi baru akan menurunkannya lagi menjadi 850cc demi efisiensi dan keberlanjutan lingkungan |


















