PSSI Soal Kans di Piala Asia 2027: Selama Pelatih Optimis, Kami Senang

- PSSI tetap optimis meski Timnas Indonesia tergabung di grup berat bersama Jepang, Qatar, dan Thailand pada Piala Asia 2027.
- Optimisme pelatih John Herdman membuat PSSI tenang dan yakin target lolos ke perempat final bisa dicapai.
- Herdman melihat turnamen ini sebagai ajang pembuktian perkembangan Timnas menuju ambisi tampil di Piala Dunia 2030.
Jakarta, IDN Times - Timnas Indonesia dipertemukan sederet lawan tangguh di Piala Asia 2027. Namun, peta persaingan dalam turnamen yang akan dihelat di Arab Saudi pada Januari-Februari mendatang itu tak membuat PSSI ciut nyali.
Persaingan di Grup D terbilang berat. Pasukan Garuda harus menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand. Jepang datang dengan status Raja Asia, Qatar merupakan peserta dua edisi terakhir Piala Dunia, sementara Thailand menjadi salah satu rival utama Indonesia di kawasan ASEAN.
Meski demikian, ada satu faktor yang membuat optimisme federasi berlipat ganda kalau Timnas dapat meraih hasil positif. Apa itu?
1. John Herdman optimistis, PSSI tenang

PSSI merasa tenang karena optimisme yang ditunjukkan pelatih Timnas, John Herdman, usai hasil undian diumumkan. Herdman tak menjadikan status Indonesia sebagai tim dengan peringkat FIFA terendah di Grup D sebagai alasan untuk pesimistis.
"Dia (Herdman) santai. Jadi, kalau pelatihnya santai dan tidak mencari-cari alasan untuk ini dan itu, ya bagus," kata Exco PSSI, Arya Sinulingga saat ditemui di Jakarta, Senin (11/5/2026).
2. Target lolos perempat final

Lebih dari itu, optimisme Herdman juga meyakinkan PSSI kalau Timnas bisa mencapai target. Federasi berharap Thom Haye dan kolega dapat menembus perempat final.
"Selama pelatihnya optimis kami senang," ujar Arya tak khawatir.
3. Ajang pembuktian Timnas

Herdman memang tak gentar menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand. Ini bahkan dianggap sebagai momentum untuk membuktikan ambisi Timnas kepada publik. Ia ingin Pasukan Garuda menunjukkan perkembangan nyata demi meraih mimpi tampil di Piala Dunia 2030.
"Ini menjadi peluang besar bagi kami untuk melangkah maju sebagai sebuah negara dan terus menunjukkan kepada para suporter bahwa kami berada di jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2030," ujar Herdman.


















