TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Lulusan Akademi Paris Saint-Germain yang Sukses Meraih Trofi Serie A

Didominasi oleh pemain Juventus

Mike Maignan (instagram.com/mmseize)

Dibalik kesuksesan klub elite Eropa, terdapat pengelolaan tim akademi yang mumpuni dalam melahirkan talenta berkualitas. Sejumlah akademi ternama, seperti La Masia milik Barcelona, Ajax Amsterdam, serta klub-klub lain turut berperan dalam kesuksesan tim.

Terkait hal itu, klub kaya raya Prancis, PSG, sejatinya juga memiliki akademi yang baik dan sudah mengorbitkan pemain-pemain top, mulai dari Christopher Nkunku hingga Jonathan Ikone. Nama-nama lain juga turut bersinar, meskipun bukan bersama PSG. 

Seperti halnya kelima pemain ini yang sukses melambungkan kariernya di Serie A serta meraih Scudetto. Penasaran siapa saja? Berikut ulasan lengkapnya!

1. Adrien Rabiot

Adrien Rabiot (instagram.com/adrienrabiot_25)

Adrien Rabiot merupakan salah satu lulusan akademi PSG yang punya rekam jejak impresif. Ia pertama kali membela tim muda Le Parisiens pada 2010 lalu, dan naik kasta ke tim utama dua tahun berselang. Sejak saat itu, Rabiot menjalani karier yang mulus dan diandalkan klub kota Paris dalam waktu yang lama.

Usai enam musim bersama, pemain berusia 27 tahun itu memutuskan berpisah secara bebas transfer. Rabiot hengkang ke Juventus dan sukses merengkuh Scudetto pada musim debutnya. Ia menorehkan statistik yang cukup baik bersama Si Nyonya Tua sejauh ini. Tercatat, Rabiot telah dimainkan sebanyak 129 kali.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Keberhasilan PSG Menjuarai Ligue 1 2021/2022

2. Fode Ballo-Toure

Fode Ballo-Toure (instagram.com/fbtoure_25)

Fode Ballo-Toure baru menjajal kasta tertinggi sepak bola Italia pada musim 2021/2022. Ia direkrut AC Milan dari klub Ligue 1, AS Monaco. Sebelumnya, Ballo-Toure juga sempat membela beberapa klub Prancis lain, termasuk Paris Saint-Germain yang menjadi tempatnya berkembang selama beberapa tahun.

Datang untuk pertama kali ke Serie A, ia sukses merengkuh titel Scudetto. Sayangnya, Ballo-Toure kesulitan mendapatkan tempat utama di skuad Rossoneri. Berposisi sama dengan Theo Hernandez, pemain berusia 25 tahun itu harus puas tampil sebagai pelapis dengan koleksi 12 penampilan saja.

3. Patrice Evra

Kingsley Coman, Paul Pogba, dan Patrice Evra (twitter.com/squawka)

Popularitas Patrice Evra selalu identik dengan Manchester United. Maklum saja, ia telah dianggap sebagai sosok penting dalam kesuksesan tim Manchester itu selama delapan musim (2008-2014). Sebelum mencapai titik itu, Evra sempat menimba ilmu di tim akademi Paris Saint-Germain selama setahun, yaitu pada 1997.

Ia tak pernah membela skuad utama Le Parisiens lantaran memilih hengkang ke klub lain. Di satu sisi, kesuksesannya tak hanya bersama United semata. Usai melanjutkan kariernya ke Juventus, Evra sukses merengkuh beberapa gelar bergengsi, termasuk tiga titel Scudetto yang diraih secara beruntun.

4. Mike Maignan

Mike Maignan (instagram.com/mmseize)

Mike Maignan bertransformasi menjadi salah satu pilar kunci AC Milan. Baru bergabung pada musim panas 2021, Maignan sukses mengantarkan Rossoneri memutus puasa gelarnya dengan meraih Scudetto. Ia tampil apik di bawah mistar gawang hingga dianugerahi penghargaan Kiper Terbaik Serie A.

Performanya yang berkembang pesat seperti saat ini tak terlepas dari peran PSG. Bagaimana tidak, Le Parisiens merupakan tempat awal bagi Maignan mengawali kariernya. Walaupun di sisi yang berbeda, ia tak pernah dipercaya tampil di skuad utama Le Parisiens hingga dibeli Lille pada musim 2015/2016 lalu.

Baca Juga: 5 Pemain Muda Terbaik Serie A 2021/2022, Calon Bintang!

Verified Writer

Alvin Pratama

@alvnprtm21

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya