TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

3 Hal Unik soal Michel Sanchez, Sosok Penting Meroketnya Girona

Sosoknya jarang mendapat sorotan media

Michel Sanchez (instagram.com/gironafc)

Girona terus memberikan sensasi di LaLiga Spanyol 2023/2024. Klub asal Catalunya ini tengah berada di puncak klasemen sementara dengan raihan 31 poin hasil dari 10 kali menang, 1 hasil imbang, dan 1 kali kalah dari 12 pertandingan. Meroketnya Girona tidak hanya karena para pemainnya yang tengah dalam performa terbaik, tetapi juga peran manajer mereka, Michel Sanchez, yang sukses meramu timnya dengan baik.

Tidak banyak yang mengenal sosok Michel Sanchez. Ia tidak begitu populer baik saat aktif menjadi pemain maupun pelatih. Pasalnya, Michel menghabiskan seluruh kariernya sebagai pemain dan manajer di klub-klub medioker Spanyol. Lantas, siapakah sebenarnya Michel Sanchez ini? Inilah tiga hal unik mengenai pelatih berusia 48 tahun itu.

1. Membela Rayo Vallecano sejak usia muda sampai menjadi manajer

Michel Sanchez (instagram.com/gironafc)

Michel mengawali kariernya sebagai pemain dari tim B Rayo Vallecano. Ia masuk ke tim utama Rayo pada 1993/1994. Ia sempat pindah kepada Almeria, Real Murcia, dan Malaga sebelum akhirnya kembali kepada Rayo Vallecano pada Januari 2006. Michel menghabiskan kariernya sebagai pemain bersama klub asal Madrid itu sampai Juli 2012.

Michel lalu memulai perjalanan kariernya sebagai manajer dengan menangani akademi Rayo pada Juli 2012. Ia kemudian ditunjuk sebagai manajer tim utama Rayo menggantikan Ruben Baraja yang dipecat pada Februari 2017. Namun, ia kehilangan posisinya usai kalah dari Villarreal 1-3 pada Maret 2019. Michel melanjutkan kariernya bersama SD Huesca, tetapi hanya memimpin dalam 64 pertandingan sebelum jabatannya dicopot pada Januari 2021. Michel mulai menangani Girona sejak musim panas 2021.

2. Hanya pernah dua kali meraih trofi sepanjang kariernya

Michel Sanchez (instagram.com/gironafc)

Salah satu alasan Michel jarang disorot oleh media karena belum pernah memenangkan trofi bergengsi sepanjang kariernya. Ia hanya pernah memenangkan gelar juara Segunda Division bersama Rayo Vallecano pada 2017/2018 dan SD Huesca 2019/2020. Selain itu, ia belum pernah menorehkan prestasi lainnya, seperti meloloskan tim yang ia tangani ke kompetisi Eropa.

Michel menorehkan rekor cukup apik ketika membawa Rayo Vallecano menjuarai Segunda Division 2017/2018 sekaligus promosi ke LaLiga Spanyol 2018/2019. Ia berhasil menang 21 kali, 13 hasil imbang, dan 8 kali kalah dari 42 pertandingan serta mampu mencetak 67 gol, terbanyak kedua setelah Real Valladolid. Sementara itu, saat menangani SD Huesca, ia berhasil menorehkan 21 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 14 kekalahan dalam 42 pertandingan ketika membawa klub tersebut meraih gelar juara Segunda Division 2019/2020 dan promosi ke LaLiga Spanyol 2020/2021.

Baca Juga: 7 Pemain Amerika Selatan di Girona pada 2023/2024

Verified Writer

Audi Rahmantio

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya