Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Analisis 3 Pemain Spanyol yang Tidak Tergantikan di Piala Dunia 2026

Analisis 3 Pemain Spanyol yang Tidak Tergantikan di Piala Dunia 2026
Tim Nasional Spanyol saat berlaga di Piala Dunia 2026. (AFP/Roberto Schmidt)
Intinya Sih
  • Luis de la Fuente mempertahankan tiga pemain tak tergantikan di Piala Dunia 2026: Unai Simon, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella, yang tampil penuh hingga Spanyol menjuarai turnamen.
  • Unai Simon membuktikan kepercayaan pelatih dengan performa gemilang, hanya kebobolan satu gol dan meraih Golden Gloves berkat persentase penyelamatan tertinggi sepanjang turnamen.
  • Pau Cubarsi dan Marc Cucurella menunjukkan konsistensi luar biasa; Cubarsi dinobatkan sebagai pemain muda terbaik, sementara Cucurella tampil solid di sisi kiri dengan kontribusi defensif dan ofensif seimbang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menggunakan jasa 22 pemain dari total 26 personel yang dibawanya ke Piala Dunia 2026. Terdapat tiga nama yang sama sekali tidak tergantikan dari mulai pertandingan pertama sampai akhirnya mengalahkan Argentina 1-0 pada final. Mereka adalah Unai Simon, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella.

1. Unai Simon memberikan pembuktian yang meyakinkan

Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, salah satu perdebatan paling kencang yang terjadi di publik soal Timnas Spanyol adalah terkait siapa yang bakal menjadi kiper utama mereka. Ini karena penampilan menawan David Raya bersama Arsenal. Terutama sepanjang 2025/2026 yang menghasilkan gelar juara English Premier League (EPL). Sementara, Unai Simon sebagai pemilik status tersebut melewati musim yang mengecewakan bersama Athletic Club.

Namun, De La Fuente pernah menegaskan keputusannya untuk tetap memercayai Simon pada jeda internasional Maret 2026. Baginya, langkah tersebut bahkan tidak dapat dibantah. De la Fuente begitu yakin kepada Simon karena memang sudah membuahkan hasil. Ia merupakan kiper ketika mereka menjuarai UEFA Nations League pada 2023 dan EURO pada 2024. Selain itu, Simon juga merupakan andalan De la Fuente saat masih menjadi pelatih Timnas Spanyol junior.

Simon lantas kembali membuktikan kelayakannya. Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026. Statistik tersebut mungkin lebih menggambarkan permainan kolektif mereka dibanding kualitas Simon seorang. Namun, itu juga tidak akan terjadi tanpa kontribusi individunya. Ini setidaknya terlihat dari statusnya sebagai kiper dengan persentase penyelamatan tertinggi (90,9 persen) di Piala Dunia 2026. Simon pada akhirnya mengawinkan gelar juara dengan trofi golden gloves.

2. Pau Cubarsi solid pada debutnya di turnamen mayor

Pau Cubarsi terpilih sebagai pemain muda terbaik di Piala Dunia 2026. Bek tengah berusia 19 tahun tersebut mengalahkan rekan setimnya, Lamine Yamal, yang lebih muda 6 bulan darinya. Namun, terlepas dari kebintangan Yamal, Cubarsi memang layak mendapat penghargaan ini. Perannya sepanjang kompetisi begitu vital bagi Spanyol.

Kemampuan Cubarsi dalam mengontrol bola dan membuat umpan membantu Spanyol menyempurnakan gaya bermainnya. Menurut Opta, Cubarsi berada di urutan kedua sebagai pemain yang paling banyak melepaskan umpan di Piala Dunia 2026 dengan 671 umpan. Ia hanya kalah dari kaptennya, Rodri, yang menciptakan 756 umpan.

Hebatnya, penampilan terbaik Cubarsi justru terjadi pada final. Ia menjadi pemain yang paling banyak menyentuh bola (139), membuat umpan sukses (121), akurasi umpan tertinggi (96 persen), umpan line-breaking (21), dan clearance (6). Kematangan Cubarsi makin mengagumkan mengingat Piala Dunia 2026 merupakan debutnya di turnamen mayor bersama Spanyol.

3. Marc Cucurella memainkan peran bek sayap dengan sempurna

Pemain Spanyol ketiga yang tidak tergantikan di Piala Dunia 2026 adalah Marc Cucurella. Ia berhasil menjaga statusnya sebagai bek kiri utama. Cucurella memang sudah memainkan peran tersebut dari EURO 2024. Namun, ketika itu, ia sempat dicadangkan pada pertandingan terakhir fase grup dan digantikan Alejandro Grimaldo pada menit 66 pada 16 besar.

Di Piala Dunia 2026 ini, Cucurella sama sekali tidak memberi celah kepada Grimaldo untuk menggantikannya. Pemain setinggi 1,73 meter tersebut tampil begitu solid dalam bertahan. Aksinya yang paling menonjol adalah saat membuat recoveries. Ia selalu cekatan dalam melakukannya. Selain itu, Cucurella juga kuat dalam duel 1 lawan 1.

Tidak hanya defensif, Cucurella juga sangat aktif dalam menyerang. Ini setidaknya terlihat dari dua assist yang dibuatnya yang menghasilkan kemenangan 3-0 atas Austria pada 32 besar. Ia mengirim crossing yang akurat yang memudahkan Mikel Oyarzabal mengemas brace. Bahkan, Cucurella juga sebetulnya mencetak gol. Sayangnya, wasit menganulirnya.

Jumlah pergantian pemain yang terbatas memaksa Luis de la Fuente membuat pertimbangan yang sangat jeli setiap kali akan melakukannya. Pada akhirnya, semua rotasi yang penuh perhitungan tersebut menghasilkan gelar juara. Salah satunya adalah gol tunggal kemenangan mereka pada final yang berasal dari kombinasi Nico Williams dan Ferran Torres yang sama-sama merupakan pemain pengganti.

Unai Simon, Pau Cubarsi, dan Marc Cucurella menjadi tiga pemain yang sama sekali tidak tergantikan. Uraian di atas sedikit menggambarkan mengapa itu bisa terjadi. Menariknya, situasi serupa juga terjadi ketika Spanyol menjadi juara kompetisi ini untuk pertama kali pada 2010. Saat itu, ada tiga pemain yang tidak tergantikan. Mereka juga berposisi kiper (Iker Casillas), bek tengah (Gerrard Pique), dan bek kiri (Joan Capdevilla).

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More