Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jorgen Juve, Top Scorer Timnas Norwegia sebelum Erling Haaland

Jorgen Juve, Top Scorer Timnas Norwegia sebelum Erling Haaland
ilustrasi stadion sepak bola (unsplash.com/Bruce Barrow)
Intinya Sih
  • Jorgen Juve mencetak 33 gol dari 45 laga bersama Timnas Norwegia antara 1928–1937, menjadikannya top scorer legendaris dengan rasio gol tinggi di masanya.
  • Juve membawa Norwegia meraih medali perunggu Olimpiade Berlin 1936 setelah menumbangkan Jerman dan mengalahkan Polandia di perebutan tempat ketiga.
  • Selain pesepak bola, Juve juga dikenal sebagai jurnalis dan penulis produktif sebelum rekornya akhirnya dipecahkan Erling Haaland pada Oktober 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jauh sebelum Erling Haaland meneror pertahanan lawan, Timnas Norwegia memiliki seorang striker dengan reputasi serupa pada dekade 1930-an. Namanya Jorgen Juve, pencetak gol terbanyak sepanjang masa sebelum Haaland. Hebatnya, rekor fantastis yang ditorehkannya baru bisa dipecahkan pada Oktober 2024 silam.

Juve menjadi salah satu pemain asal Norwegia yang reputasinya dikenal luas publik Eropa sebelum era sepak bola modern. Namun, saat itu, sang striker tak cuma dikenal sebagai seorang pesepak bola. Ia memiliki karier lain yang ditekuni bahkan ketika masih aktif bermain.

1. Mencetak 33 gol dari 45 pertandingan bersama Timnas Norwegia pada 1928–1937

Jorgen Juve lahir di Porsgrunn pada 22 November 1906. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya bersama klub lokal, Lyn Oslo. Performa moncer di level klub membuatnya jadi langganan Timnas Norwegia pada 1928–1937. Dalam kurun waktu 9 tahun tersebut, Juve membangun reputasi sebagai penyerang mematikan.

Statistiknya tergolong luar biasa, bahkan terbilang sangat klinis. Dilansir RSSSF, Juve sukses mengemas 33 gol hanya dari 45 penampilan di pertandingan internasional. Rasio golnya yang menyentuh 0,73 gol di tiap pertandingan menjadi bukti betapa klinis dan akuratnya Juve ketika mendapatkan peluang di dalam kotak penalti lawan.

2. Medali perunggu Olimpiade 1938 menjadi satu-satunya capaian Jorgen Juve bersama Timnas Norwegia

Puncak kejayaan karier internasional Jorgen Juve terjadi di Olimpiade 1936 Berlin. Norwegia datang sebagai tim yang tidak diunggulkan. Namun, mereka secara mengejutkan menumbangkan tim tuan rumah, Jerman, dengan skor 2-0 pada perempat final. Adolf Hitler, salah satu dari 55 ribu penonton yang memadati Poststadion Berlin, meninggalkan stadion sebelum laga usai karena kecewa.

Juve dan kolega akhirnya berhasil pulang membawa medali perunggu cabang olahraga sepak bola Olimpiade. Mereka menaklukkan Polandia dengan skor 3-2 di perebutan tempat ketiga. Berkat capaian tersebut, media dalam negeri Norwegia menjuluki Juve dan kawan-kawan sebagai Bronselaget yang berarti 'Tim Perunggu'. Juve sempat tampil di Piala Dunia 1938 Prancis, tetapi Norwegia langsung tersingkir pada babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari juara bertahan, Italia.

3. Tidak cuma menjadi pesepak bola, Jorgen Juve juga dikenal sebagai seorang penulis dan jurnalis ulung

Berbeda dengan pesepak bola yang hanya fokus kepada olahraga, Jorgen Juve adalah seorang intelektual sejati. Ia berhasil menyelesaikan kuliah studi hukum di Universitas Basel, Swiss, sembari memperkuat FC Basel. Namun, gairah terbesarnya di luar lapangan hijau justru berada di dunia kepenulisan dan jurnalisme.

Saat masih aktif bermain, Juve juga berkarier sebagai jurnalis dan sempat menjabat sebagai editor olahraga untuk surat kabar Dagbladet. Tak sampai di situ, ia juga produktif sebagai penulis nonfiksi dengan menerbitkan beberapa buku yang mengulas sejarah olahraga serta taktik sepak bola. Juve bahkan menulis memoar perjalanan Timnas Norwegia di Olimpiade 1938 Berlin. Memoar tersebut berisi opininya tentang rezim militer Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler.

4. Status top scorer Timnas Norwegia akhirnya pindah dari Jorgen Juve kepada Erling Haaland pada 2024

Setelah Jorgen Juve gantung sepatu pada 1937, rekor 33 gol miliknya berubah menjadi angka sakral yang seolah mustahil dipecahkan penyerang Norwegia mana pun. Striker silih berganti datang dan pergi, mulai dari Ole Gunnar Solskjaer hingga Tore Andre Flo, tetapi tidak ada yang sanggup mendekati capaian tersebut. Juve sendiri meninggal dunia pada 12 April 1983 pada usia 76 tahun.

Rekor Juve bertahan selama 87 tahun dan akhirnya pecah pada 11 Oktober 2024. Dilansir situs resmi Manchester City, berkat dua golnya ke gawang Slovenia di UEFA Nations League, Erling Haaland resmi melewati catatan Juve dengan mengoleksi 34 gol. Di Piala Dunia 2026, langkah Norwegia terhenti pada perempat final setelah dikalahkan Inggris. Namun, catatan Haaland telah melesat ke 62 gol dari 55 pertandingan dan masih akan terus bertambah.

Haaland sendiri menyebut momen ketika melewati rekor Juve sebagai momen bersejarah dan rekor fantastis yang bisa dicapai. Namun, melihat bagaimana catatan tersebut butuh hampir 9 dekade untuk dicapai menjadi bukti ketajaman Juve sebagai striker sudah melampaui eranya. Haaland kini meneruskan tradisi Norwegia melahirkan penyerang menakutkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More