Langkah Manchester City mendatangkan Ayyoub Bouaddi berawal usai mereka melepas Rodrigo Hernandez kepada FC Barcelona seharga 76,5 juta euro (Rp1,580 triliun). Gelombang eksodus lini tengah tim makin membesar menyusul kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid, Tijjani Reijnders yang hijrah ke Arab Saudi, Al Qadsiah, dan terbaru Nico Gonzales yang akan merapat ke Newcastle United. Demi menutupi lubang besar itu, Manchester City langsung bergerak mengamankan Bouaddi lewat transfer senilai 95 juta euro (Rp1,962 triliun) plus bonus 5 juta euro (Rp103,2 miliar) dengan kontrak hingga 2031.
Hasil memalukan atas Arsenal di Community Shield 2026 dan eksperimen memainkan Marc Guehi di lini tengah saat menghadapi AFC Bournemouth pada pekan pertama English Premier League (EPL) 2026/2027 jadi gambaran ketidaksiapan tim yang dipimpin Enzo Maresca. Ia membutuhkan sosok gelandang bertahan sejati yang disiplin secara posisional, sanggup menerima umpan di bawah tekanan, serta mahir membagi arah serangan. Kecerdikan dan pemahaman taktis Bouaddi diyakini mampu memberikan stabilitas yang hilang dari sistem permainan yang diusung Maresca.
Di sisi lain, sektor gelandang Manchester City kini menawarkan sinergi yang sangat menjanjikan dengan hadirnya gabungan profil pemain yang saling melengkapi. Sebelum mendaratkan pemain asal Maroko ini, mereka telah lebih dulu memboyong Elliot Anderson dari Nottingham Forest senilai 116 juta pound sterling (Rp2,803 triliun). Jika Anderson berperan sebagai gelandang box-to-box dengan daya jelajah tinggi, maka Bouaddi hadir sebagai deep-lying controller yang menjaga keseimbangan dan tempo permainan tim.
Pengalaman bertanding yang luas membuat proses adaptasi Bouaddi diprediksi berjalan lebih lancar di Premier League. Kendati baru menginjak usia 18 tahun, ia sudah mengumpulkan hampir seratus penampilan kompetitif di level tertinggi bersama LOSC Lille dan Timnas Maroko. Kombinasi unik antara inteligensi tinggi, visi lapangan, dan ketahanan fisik menjadikannya investasi paling potensial untuk memimpin era baru lini tengah Manchester City.
Memikul tanggung jawab besar sebagai suksesor Rodri di lini tengah jelas bukan tugas yang mudah bagi Ayyoub Bouaddi. Namun, keberanian Manchester City mempercayayakan beban tersebut menandaskan kesiapan klub untuk mengarungi era baru di bawah arahan Enzo Maresca.