Hasil 4 Ganda Campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026, Raih Medali!

Kejuaraan Dunia 2026 resmi berakhir di New Delhi, India, pada Minggu (23 Agustus 2026). Indonesia menutup turnamen dengan satu medali perunggu yang menjadi satu-satunya medali dari 14 wakil yang diturunkan. Medali tersebut datang dari sektor ganda campuran yang diisi empat pasangan Indonesia.
Hasil ini membuat perjalanan empat ganda campuran Indonesia menjadi salah satu bagian menarik dalam perjuangan Merah Putih di Kejuaraan Dunia 2026. Ada pasangan yang mampu melangkah jauh hingga perebutan medali, tetapi ada pula yang harus mengakhiri perjalanan lebih awal. Lantas, bagaimana performa empat ganda campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026?
1. Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesa Munggaran kalah di babak 32 besar
Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesa Munggaran menjadi wakil pertama Indonesia yang harus terhenti di sektor ganda campuran. Memulai perjuangan dari babak 64 besar, pasangan debutan Merah Putih ini berhasil melewati laga awal sebelum menghadapi unggulan ke-13 asal Jepang, Yuichi Shimogami/Sayaka Hobara. Namun, langkah Bimo/Arlya akhirnya terhenti di babak 32 besar setelah kalah dua game langsung dengan skor 13-21 dan 16-21.
Pertandingan tersebut berlangsung selama 35 menit dengan Bimo/Arlya belum mampu mengimbangi permainan pasangan Jepang. Meski sempat memberikan perlawanan pada game kedua, mereka tetap harus mengakui keunggulan Shimogami/Hobara. Hasil ini membuat debut Bimo/Arlya di Kejuaraan Dunia 2026 berakhir hingga babak 32 besar.
2. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja juga kalah di babak kedua
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja juga harus mengakhiri langkah di babak 32 besar Kejuaraan Dunia 2026. Pasangan debutan Indonesia ini sempat membuka perjalanan dengan kemenangan atas wakil Malaysia pada babak pertama. Namun, mereka kemudian bertemu unggulan kesembilan asal Taiwan, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan.
Rehan/Gloria sebenarnya tampil meyakinkan setelah merebut game pertama dengan skor 21-9. Sayangnya, pasangan Taiwan mampu membalikkan keadaan dan menang 21-18 serta 21-19 dalam laga berdurasi 57 menit. Kekalahan ini membuat Rehan/Gloria mengikuti jejak Bimo/Arlya yang juga terhenti di babak kedua.
3. Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata juga gagal ke perempat final
Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata menjadi pasangan debutan Indonesia berikutnya yang harus mengakhiri langkah di Kejuaraan Dunia 2026. Setelah melewati babak sebelumnya, mereka menghadapi tantangan berat dari unggulan ketiga asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Faza/Aisyah sempat merebut game pertama dengan skor 21-19 dan membuka peluang untuk melaju lebih jauh.
Namun, pasangan Denmark mampu bangkit dan menguasai dua game berikutnya dengan skor 21-9 dan 21-10. Pertandingan berlangsung selama 57 menit sebelum Faza/Aisyah akhirnya harus mengakui keunggulan Christiansen/Boje. Hasil tersebut membuat Faza/Aisyah gagal melaju ke perempat final sekaligus menambah daftar pasangan debutan Indonesia yang terhenti di turnamen ini.
4. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih medali perunggu
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil membawa pulang medali dari Kejuaraan Dunia 2026. Langkah mereka menuju final harus terhenti setelah menghadapi ganda campuran terbaik dunia saat ini asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Meski kalah, Amri/Nita tetap dipastikan meraih medali perunggu setelah berhasil melaju hingga semifinal.
Pertandingan berlangsung dramatis selama 1 jam 37 menit dengan Amri/Nita sempat merebut game pertama 22-20. Namun, Feng/Huang bangkit dan mengambil game kedua 21-14 sebelum menutup laga dengan kemenangan tipis 22-20 di game ketiga. Hasil tersebut mengakhiri perjuangan Amri/Nita di semifinal sekaligus memastikan satu-satunya medali Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026.
Perjalanan empat ganda campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026 berakhir dengan satu medali perunggu. Bimo/Arlya, Rehan/Gloria, dan Faza/Aisyah sama-sama terhenti di babak 32 besar. Hanya Amri/Nita yang mampu melangkah jauh hingga semifinal dan memastikan Indonesia membawa pulang satu medali.
Hasil ini menunjukkan persaingan sektor ganda campuran berlangsung cukup ketat bagi wakil Indonesia. Meski hanya satu pasangan yang meraih medali, perjuangan Amri/Nita menjadi catatan positif di turnamen ini.





















