Benjamin Sesko memiliki profil fisik dan teknis yang ideal untuk menjadi striker modern. Meskipun memiliki postur tubuh yang tinggi, ia tidak hanya mengandalkan keunggulan fisiknya saja. Ia mampu berfungsi sebagai target man klasik sekaligus striker yang menyerang ruang di belakang pertahanan melalui pergerakan vertikal yang cerdas.
Sesko secara konsisten menunjukkan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis pergerakan. Ia mampu menerima bola panjang, melakukan flick-on untuk rekan setim, dan berlari ke ruang kosong untuk menerima umpan terobosan. Pergerakannya di dalam kotak penalti menunjukkan pemahaman spasial yang matang, termasuk kemampuannya menemukan titik buta bek lawan sebelum melakukan penyelesaian.
Performa Sesko menunjukkan kecenderungan untuk mengambil tembakan dari area dengan peluang keberhasilan yang lebih besar. Ia lebih sering melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti dibandingkan dari jarak jauh. Pendekatan ini menunjukkan profil striker yang efisien dan berorientasi pada kualitas peluang, bukan sekadar volume tembakan.
Kemampuan finishing satu sentuhan menjadi salah satu atribut utamanya. Gol-golnya sering datang dari penyelesaian cepat yang memanfaatkan momentum umpan dan posisi tubuhnya. Ia mampu mencetak gol melalui berbagai cara, termasuk penyelesaian kaki pertama, sundulan, dan penyelesaian dalam situasi transisi cepat.
Namun, bukan berarti Sesko tak memiliki kekurangan. Ia terkadang kurang agresif dalam penyelesaian akhir dan cenderung memilih penyelesaian yang lebih aman daripada penyelesaian dengan kekuatan maksimal. Selain itu, ia masih perlu mengembangkan insting predator yang lebih konsisten dalam situasi dengan tekanan tinggi.
Meski demikian, fondasi permainannya menunjukkan potensi striker utama. Ia memiliki kombinasi ukuran tubuh, mobilitas, teknik, dan kecerdasan pergerakan yang jarang dimiliki striker muda. Secara profil, ia memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi striker utama Manchester United dalam jangka panjang.