Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bukayo Saka: Tekanan ke Timnas Inggris Jadi Motivasi di Piala Dunia

Bukayo Saka: Tekanan ke Timnas Inggris Jadi Motivasi di Piala Dunia
suporter Timnas Inggris di stadion (Pexels.com/Charles A. Pickup)
Intinya Sih
  • Bukayo Saka menegaskan tekanan besar terhadap Timnas Inggris justru menjadi motivasi untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026, dengan fokus pada standar dan tujuan internal tim.
  • Pengalaman gagal di turnamen besar sebelumnya dijadikan pelajaran berharga bagi skuad Inggris, sementara keberhasilan para pemain di klub memperkuat mental juara mereka.
  • Kombinasi pemain muda dan berpengalaman membuat Inggris semakin matang, dengan tekad kuat mengubah tekanan publik menjadi energi positif demi meraih gelar dunia yang lama dinantikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bukayo Saka menegaskan, tekanan besar yang selalu melekat pada Timnas Inggris bukanlah beban yang mengganggu fokus tim. Sebaliknya, pemain Arsenal itu menyebut seluruh skuad The Three Lions justru menjadikan ekspektasi tinggi sebagai energi untuk mengejar gelar Piala Dunia yang sudah lama dinantikan.

Inggris siap mentas di Piala Dunia 2026 yang berlangsung 11 Juni-19 Juli 2026. Mereka tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama, yang akan menjalankan semua laganya di Amerika Serikat.

Menurut Saka, kunci utama bukan berasal dari luar, melainkan dari standar yang mereka tetapkan sendiri di dalam tim. Ia menilai mentalitas itu yang membuat Inggris tetap stabil dalam beberapa turnamen besar terakhir.

“Kami tahu ada ekspektasi yang besar, tetapi yang paling penting adalah kami juga memiliki ekspektasi terhadap diri kami sendiri. Ketika Anda sudah memiliki standar setinggi itu untuk diri sendiri, tidak banyak hal lain yang bisa menambah tekanan," ujar Saka dikutip laman resmi FIFA.

"Karena itu, kami berusaha mengabaikan semua kebisingan di luar dan tetap fokus pada tujuan kami. Kami tahu apa yang ingin kami capai dan untuk apa kami datang ke turnamen ini. Itu yang selalu kami pegang," lanjutnya.

1. Tekanan besar Inggris justru jadi motivasi utama

Timnas Inggris selalu berada dalam sorotan besar setiap kali tampil di turnamen internasional. Sebagai negara dengan sejarah panjang dan ekspektasi tinggi, tekanan dari publik dan media menjadi bagian yang tidak terhindarkan.

Namun bagi Saka, tekanan tersebut tidak pernah menjadi penghambat. Justru, hal itu memperkuat mental skuad muda Inggris untuk terus berkembang di level tertinggi sepak bola dunia.

Saka menjadi bagian dari generasi baru Timnas Inggris yang tumbuh di era kebangkitan. Berbeda dengan generasi sebelumnya, skuad saat ini lebih sering tampil konsisten di turnamen besar.

Inggris mencapai final Euro 2020, perempat final Piala Dunia 2022, dan kembali menembus final Euro 2024. Meski belum berhasil meraih trofi, konsistensi itu menjadi fondasi penting bagi ambisi jangka panjang.

2. Kegagalan di turnamen besar jadi bahan bakar dan Arsenal jadi dorongan bagi Saka

Alih-alih terpuruk karena hasil nyaris juara, Saka menilai pengalaman tersebut justru memperkuat mental tim. Setiap kegagalan di fase akhir turnamen dijadikan pelajaran untuk tampil lebih matang.

“Dalam setiap turnamen itu, kami datang dengan keyakinan bahwa kami bisa menjadi juara dan kami sangat dekat dengan tujuan tersebut, kata,” kata Saka.

Kepercayaan diri Bukayo Saka juga meningkat setelah membantu Arsenal meraih gelar Premier League. Trofi tersebut menjadi bukti dirinya terbiasa bersaing di level tertinggi, baik di klub maupun tim nasional.

Selain Saka, sejumlah pemain Inggris juga datang dengan status juara dari berbagai kompetisi Eropa. Harry Kane meraih gelar Bundesliga dan Piala Jerman bersama Bayern Muenchen, sementara Marcus Rashford mencicipi gelar LaLiga bersama Barcelona.

Kondisi ini membuat skuad Inggris semakin kaya pengalaman juara dan mental bertanding di laga besar.

3. Skuad Inggris yang matang berusaha akhiri penantian gelar

Dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, Timnas Inggris kini dinilai sebagai salah satu kandidat kuat di setiap turnamen besar. Banyak pemain yang sudah terbiasa bermain di final dan laga penentuan bersama klub masing-masing.

Situasi ini membuat The Three Lions tidak hanya mengandalkan talenta, tetapi juga mental juara yang mulai terbentuk secara kolektif.

Meski sudah beberapa kali nyaris, Timnas Inggris masih belum berhasil mengangkat trofi mayor dalam beberapa dekade terakhir. Namun Saka menegaskan bahwa skuad saat ini tidak kehilangan keyakinan.

Bagi dirinya, perjalanan panjang itu justru menjadi alasan utama untuk terus mencoba dan tidak menyerah pada tekanan sejarah.

Saka menutup dengan penegasan, Timnas Inggris hanya fokus pada tujuan internal mereka. Tekanan publik, ekspektasi media, hingga sejarah panjang tidak akan mengubah arah tim dalam mengejar gelar dunia.

“Karena itu, kami berusaha mengabaikan semua kebisingan di luar dan tetap fokus pada tujuan kami,” bebernya.

Dengan generasi yang semakin matang, pengalaman final yang terus bertambah, dan mental yang terus ditempa di level klub, Timnas Inggris kembali datang ke turnamen besar dengan satu tujuan: mengubah tekanan menjadi gelar Piala Dunia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More