Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aroma Kental La Masia di Final Piala Dunia 2026

Aroma Kental La Masia di Final Piala Dunia 2026
ilustrasi logo Barcelona (pexels.com/abir-hasan-575568035)
Intinya Sih
  • Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina dan Spanyol, dengan aroma kuat La Masia lewat kehadiran para lulusannya di kedua tim.
  • Lionel Messi mewakili Argentina sebagai lulusan tersukses La Masia, sementara tujuh jebolan akademi tersebut memperkuat Spanyol termasuk Yamal dan Cubarsi yang masih remaja.
  • La Masia tercatat sebagai akademi dengan valuasi pemain tertinggi di dunia mencapai 738 juta euro, menegaskan dominasinya dalam pembinaan talenta sepak bola global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina. Menariknya, aroma kental Barcelona terasa di final kali ini melalui lulusan akademinya, La Masia. Ada sejumlah jebolan akademi La Masia yang tampil di partai puncak. Sebagai salah satu akademi sepak bola terbaik, La Masia turut meramaikan final Piala Dunia 2026 melalui para lulusannya.

1. Lionel Messi sebagai lulusan tersukses La Masia berambisi mempertahankan trofi bersama Argentina

Lionel Messi merupakan salah satu lulusan terbaik, bahkan tersukses dari akademi La Masia. Status pemain sepak bola terbaik dalam 2 dekade terakhir melekat kepadanya. Ia menimba ilmu di La Masia selama 4 tahun pada 2000–2004. Tak butuh waktu lama baginya di akademi, karier panjangnya membentang di tim utama Barcelona selama 17 tahun mulai 2004–2021.  

La Pulga berkembang menjadi pemain elite kelas atas di Barcelona. Messi sukses mengemas 672 gol dan 303 assist dari 778 laga dengan total mempersembahkan 35 trofi bergengsi. Bersama Barcelona, performa individu Messi membuatnya meraih tujuh Ballon d’Or. Meski impresif, kiprah Messi berbeda jauh di Argentina ketika masih berstatus pemain Barcelona.

Maklum saja, seluruh pencapaian internasional Messi diraih setelah pergi dari Barcelona. Dalam 5 tahun terakhir, Argentina berprestasi dengan juara Copa America hingga Piala Dunia. Namun, Messi bukan lagi sebagai pemain Barcelona. Kendati begitu, ini tak menihilkan peran La Masia dan Barcelona dalam karier Messi. Kini, Messi bersama Argentina akan melawan Spanyol, negara yang membesarkan namanya di sepak bola demi mempertahankan trofi.

2. Tujuh pemain jebolan La Masia berjuang dengan Spanyol di final Piala Dunia 2026

Di sisi Spanyol, La Masia ikut mejeng melalui tujuh lulusannya. Sebanyak lima di antaranya merupakan pemain Barcelona. Mereka adalah Lamine Yamal, Pau Cubarsi, Dani Olmo, Gavi, dan Eric Garcia. Sementara, dua lainnya adalah Marc Cucurella dan Alejandro Grimaldo.

Khusus untuk Yamal dan Cubarsi, keduanya merupakan bintang muda yang baru berusia 19 tahun, Yamal dan Cubarsi menjadi tumpuan utama Spanyol di Piala Dunia 2026. Yamal menjadi andalan di sisi sayap, sedangkan Cubarsi berperan kokoh di barisan pertahanan La Roja. Yamal dan Cubarsi berpotensi besar tampil di final Piala Dunia sebagai remaja, menyamai Pele (Brasil 1958), Giuseppe Bergomi (Italia 1982), dan Kylian Mbappe (Prancis 2018).

La Masia dan Barcelona menjadi simbol kompetitifnya Spanyol di Piala Dunia 2026. Setidaknya, ada 8 pemain di skuad, dengan 3 di antaranya merupakan didikan La Masia. Jumlah pemain Barcelona tersebut sama seperti ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010. Ini menjadi kesempatan mereka membuktikan lagi dengan membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

3. La Masia menjadi akademi dengan pemain valuasi tertinggi

La Masia menjadi rujukan bagi pemain muda yang ingin menimba ilmu. Kendati bukan jaminan sukses, filosofi permainan yang tertanam sejak belia menjadi fondasi mereka untuk berkembang lebih baik. Lulusan La Masia dengan mudah dijumpai bukan hanya di Barcelona, tetap banyak klub di dunia. Ini menunjukkan La Masia sebagai salah satu akademi terbaik.

Per Januari 2026, La Masia menduduki urutan teratas dalam peringkat global valuasi tertinggi dari pemain akademi yang masih terikat kontrak. Data ini diperoleh dari CIES (Centre International d’Etude du Sport) atau Pusat Studi Olahraga Internasional, yakni lembaga riset independen yang berbasis di Swiss. La Masia memiliki valuasi 738 juta euro (Rp15,1 triliun). 

La Masia mengungguli akademi lain lebih dari dua kali lipatnya. Di posisi kedua, ada Manchester City yang mencapai angka 286 juta euro (Rp5,86 juta triliun). Ini diikuti Bayern Munich yang punya valuasi sekitar 284 juta euro (Rp5,81 triliun). Dengan kesuksesan para pemain terdahulu dan saat ini, tak mengherankan La Masia mencatatkan valuasi tersebut.

Kini, panggung Piala Dunia 2026 akan tertuju kepada duel Argentina dan Spanyol di final. La Masia terlibat dalam pertarungan tersebut. Lamine Yamal sebagai jebolan La Masia dengan valuasi termahal saat ini, akan berduel dengan salah satu lulusan terbaiknya, Lionel Messi. Siapa pun pemenangnya, La Masia telah mewarnai pertarungan final Piala Dunia 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More