Barcelona Diganggu Teror Kembang Api Jelang Lawan PSG

Barcelona mengalami gangguan kembang api di luar hotelnya di Issy-les-Moulineaux jelang menghadapi PSG.
Insiden serupa pernah melibatkan Barcelona, PSG, dan Atletico Madrid dalam beberapa kesempatan sebelum laga Eropa.
Kembang api digunakan suporter untuk mengganggu waktu istirahat dan kondisi fisik pemain tim tandang.
Jakarta, IDN Times - Istirahat Barcelona jelang duel melawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes pada Rabu dini hari WIB (21/10/2026), dibuat tak nyaman. Muncul teror kembang api di sekitar hotel yang bisa mengganggu istirahat para pemain.
Insiden ini terjadi di luar hotel Barcelona, Domaine Reine Margot, kawasan Issu-les-Moulineaux. Dilansir El Chiriguito, teror kembang api tersebut terjadi pada Selasa dini hari (20/10/2026), sekitar pukul 01.15 waktu setempat.
Tak diketahui siapa pelaku teror kembang api yang sebenarnya. Namun, kuat dugaan jika aksi ini dilakukan oleh suporter garis keras PSG.
1. Bukan pertama kali menimpa Barcelona
Kejadian ini bukan pertama kali menimpa Barcelona di Paris. Pada 2021 lalu, suporter PSG juga sempat melakukan hal serupa jelang pertandingan leg 2 babak 16 besar Liga Champions. Kemudian, suporter Barcelona membalasnya pada April 2024, ketika hotel PSG diserbu teror serupa jelang perempat final.
Insiden ini juga merupakan yang kedua buat Barcelona dalam dua pekan beruntun. Sebab, mereka sempat mengalami kejadian serupa beberapa jam sebelum laga melawan Galatasaray pada tengah pekan lalu.
2. Musim lalu, Atletico yang kena
Teror kembang api sebenarnya tak cuma dirasakan oleh Barcelona. Atletico Madrid juga pernah mengalaminya jelang semifinal leg 2 Liga Champions melawan Arsenal di musim lalu.
Saat beristirahat di London, hotel Atletico diserbu suporter Arsenal dan mendapatkan teror kembang api. Ujungnya, Atletico melayangkan keluhan formal kepada UEFA karena mayoritas pemainnya terbangun di tengah malam tersebut.
3. Jadi trik suporter ganggu pemain tim tandang
Teror kembang api memang sering digunakan oleh suporter Eropa belakangan ini. Tujuannya adalah untuk mengganggu istirahat pemain dari tim tandang.
Dengan begitu, suporter berharap kondisi fisik para pemain tamu menjadi kurang prima dan bisa dimanfaatkan oleh tim kesayangannya.




















