Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Bek Brasil yang Berkiprah di Ligue 1 2026/2027, Ada Marquinhos!
ilustrasi rumput lapangan sepak bola (pexels.com/Juan Salamanca)
  • Brasil menjadi negara Amerika Selatan dengan pemain terbanyak di Ligue 1 2026/2027; tujuh dari total 10 pemainnya berposisi bek dan tersebar di enam klub.
  • Marquinhos tetap memimpin pertahanan PSG pada musim ke-14 dengan tiga gol dalam lima laga, sementara Lucas Beraldo dirotasi menjadi gelandang bertahan.
  • Vanderson, Alexsandro, Abner, dan Otavio rutin berkontribusi bagi klub masing-masing, sedangkan Joao Almeida belum debut bersama Le Mans setelah dipinjam dari Coritiba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Brasil tercatat sebagai negara Amerika Selatan paling banyak mengirim pemain ke Ligue 1 Prancis 2026/2027. Dari total 10 pemain, 7 di antaranya bertugas sebagai bek berdasarkan catatan Transfermarkt per 28 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Para pengawal sektor pertahanan tersebut tersebar di Paris Saint-Germain (PSG), AS Monaco, LOSC Lille, Olympique Lyon, Paris FC, dan Le Mans FC.

1. Marquinhos memasuki musim ke-14 mengawal pertahanan PSG

Memasuki musim ke-14 mengawal pertahanan PSG, Marquinhos masih sering ditugaskan Luis Enrique untuk menempati bek tengah utama pada awal Ligue 1 2026/2027. Berkat jiwa kepemimpinan, dirinya begitu dibutuhkan demi menjaga koordinasi sektor belakang. Pemain yang kini berusia 32 tahun ini pandai membaca permainan untuk mengantisipasi pergerakan dan jalur umpan lawan. Kehadirannya juga membantu distribusi bola karena mempunyai ketenangan. Marquinhos sendiri telah berkontribusi dalam 5 pertandingan (450 menit) dengan membukukan 3 gol hingga pekan ketujuh. Selain itu, dia mencatatkan tiga pertandingan di Liga Champions dan Piala Super Eropa.

2. Lucas Beraldo dirotasi sebagai gelandang bertahan PSG

Ketatnya persaingan posisi bek tengah, Luis Enrique yang gemar melakukan eksperimen taktik mencoba menempatkan Lucas Beraldo sebagai gelandang bertahan sehingga beberapa kali menghuni starter PSG pada awal Ligue 1 2026/2027. Sebab, pemain yang kini berusia 22 tahun ini memiliki kemampuan distribusi bola yang baik serta ketenangan ketika menghadapi pressing lawan yang berguna untuk membantu progresi serangan. Ketika fase bertahan, dirinya dapat terlibat memotong jalur umpan lawan berkat keterampilan membaca permainan. Dia telah mencetak 1 gol dari 5 pertandingan (208 menit) hingga pekan ketujuh. Beraldo sendiri juga memperoleh kesempatan tampil di Liga Champions Eropa, Piala Super UEFA, dan Piala Super Prancis dalam empat pertandingan bersama Les Parisiens.

3. Vanderson diandalkan mengamankan sisi kanan pertahanan AS Monaco

Di bawah kepelatihan Filipe Luis, Vanderson mengamankan peran bek kanan utama AS Monaco pada awal Ligue 1 2026/2027. Pemain kelahiran Rondonopolis ini dikenal aktif maju menyisir sisi kanan penyerangan dengan mengombinasikan kecepatan serta keterampilan dribel. Kehadirannya menawarkan opsi umpan sekaligus membuka ruang demi memperlancar progresi bola. Dia dapat terlibat pressing terhadap lawan saat Les Rouge et Blanc kehilangan penguasaan bola. Dirinya telah mengumpulkan 666 menit bermain dari 8 pertandingan hingga pekan kedelapan. Vanderson sendiri juga mentas di Kualifikasi Liga Konferensi dan Liga Konferensi Eropa dalam tiga pertandingan.

4. Alexsandro sulit tergantikan di posisi bek tengah utama LOSC Lille

Alexandro mengumpulkan banyak menit bermain karena sering beroperasi sebagai bek tengah utama LOSC Lille pada awal Ligue 1 2026/2027. Dia mempunyai kekuatan fisik untuk modal penting melakukan duel serta diandalkan ketika pertarungan udara berkat tinggi badan 191 cm. Pemain yang kini berusia 27 tahun juga dibekali keterampilan distribusi bola sehingga bisa membantu membangun serangan dari lini belakang. Ini membuat Davide Ancelotti selaku pelatih menurunkannya dalam tujuh pertandingan (630 menit) hingga pekan kedelapan. Selain itu, dirinya selalu menghuni starter dalam 3 pertandingan dengan mencatatkan 1 gol dan 1 assist di Liga Champions Eropa.

5. Abner masih ditempatkan sebagai bek kiri utama Olympique Lyon

Paul Fonseca masih menempatkan Abner dalam menjaga sisi kiri pertahanan Olympique Lyon pada awal Ligue 1 2026/2027. Pemain yang kini berusia 26 tahun ini aktif mendukung serangan dengan menyediakan opsi umpan sekaligus membuka ruang. Selain itu, umpan silang ke kotak penalti lawan menjadi salah satu senjata guna membuat peluang. Dirinya dapat membantu menutup jalur umpan lawan dan terlibat pressing ketika Les Gones kehilangan penguasaan bola. Berkat kontribusi tersebut, dia sudah memperoleh 541 menit bermain dari 7 pertandingan hingga pekan kedelapan. Abner sendiri juga telah dimainkan di Kualifikasi Liga Champions dan Liga Europa melalui lima pertandingan.

6. Otavio bisa ditempatkan sebagai bek tengah atau bek kiri di Paris FC

Selain bek tengah, Liam Rosenior selaku pelatih beberapa kali merotasi Otavio sebagai bek kiri Paris FC pada awal Ligue 1 2026/2027. Pemain kelahiran Sao Paulo ini dapat membaca permainan untuk mengantisipasi jalur umpan lawan bahkan tidak segan terlibat kontak fisik. Selain itu, kehadirannya membantu memulai serangan dari lini belakang. Tak selalu lancar, kinerjanya sempat terganggu cedera memar kaki. Ini membuatnya baru mentas dalam lima pertandingan (298 menit) hingga pekan kedelapan.

7. Joao Almeida dipinjam Le Mans FC dari Coritiba sampai Juni 2027

Le Mans FC meminjam Joao Almeida dari Coritiba pada musim panas 2026 sampai Juni 2027. Ini menjadi pengalaman pertamanya merasakan atmosfer sepak bola Eropa. Pemain yang kini berusia 20 tahun ini dipinjam untuk memperkaya opsi bek kiri. Namun, dia belum menjalani debut hingga pekan kedelapan Ligue 1 2026/2027. Agar membuatnya tetap mendapat jam terbang, dia mengasah kemampuan bersama Le Mans FC B.

Ketujuh bek berkebangsaan Brasil di atas tengah berkiprah di Ligue 1 2026/2027. Sebagian besar merupakan sosok penting dalam mengawal area pertahanan masing-masing klub. Bahkan, ada yang dirotasi ke gelandang bertahan karena kebutuhan taktik. Sementara, Joao Almeida membutuhkan adaptasi sehingga belum mendapat kesempatan merumput hingga pekan kedelapan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article