Barcelona kalah adu penalti dari Steaua Bucharest pada final Liga Champions 1985/1986 (7/5/1986). Kedua tim sama-sama tidak mampu mencetak gol pada waktu normal. Nahas bagi Barca, kondisi tersebut bahkan berlanjut sampai adu penalti. Empat eksekutor mereka semuanya tidak mampu menaruh bola ke gawang. Ini diawali bek tengah sekaligus sang kapten, Jose Ramon Alexanko.
Tembakan Alexanko ke kiri bisa ditepis Helmut Duckadam. Mihail Majearu dan Ladislau Boloni sebagai dua penendang pertama Steaua juga sebetulnya gagal mencetak gol. Namun, mereka menang berkat gol dari dua eksekutor terakhirnya, Marius Lacatus dan Gavril Balint. Sementara, tiga penembak Barca lainnya adalah Angel Pedraza, Pichi Alonso, dan Marcos Alonso.
Sejak Liga Champions bergulir pada 1955, ada 12 final yang berakhir dengan adu penalti. Lima bek tengah di atas bernasib sial karena tidak mampu mencetak gol ketika terlibat dalam momen menegangkan tersebut. Posisi mereka mungkin saja berpengaruh kepada kegagalan, tetapi bukanlah faktor utama. Sebab, jika menelusuri edisi lain, terdapat banyak bek tengah yang terbukti bisa menjalankan tugasnya.