Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Raih Perak di 2022, Petarung Indonesia Bidik Emas Asian Games 2026

Raih Perak di 2022, Petarung Indonesia Bidik Emas Asian Games 2026
Potret latihan tim wushu Indonesia jelang Asian Games 2026 di GBK Arena, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Tino).
Intinya Sih
  • Samuel Marbun, atlet wushu Indonesia peraih perak Asian Games 2022, menargetkan emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada nomor sanda kelas 65 kilogram.
  • Modal utama Samuel adalah mental baja dan semangat juang tinggi, namun ia mengaku masih kekurangan rekan sparring sehingga berencana latihan ke China.
  • Samuel bersama tim pelatih terus mengevaluasi teknik dan menganalisis kekuatan lawan seperti China, Filipina, dan Vietnam untuk memaksimalkan peluang meraih emas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Atlet wushu Indonesia, Samuel Marbun, menatap Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan penuh optismistis. Marbun siap memberikan segalanya untuk meraih medali emas.

Samuel akan turun di nomor sanda kelas 65 kilogram di ajang yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober itu. Samuel merasa memiliki modal besar, meski mengakui persiapannya belum maksimal.

1. Samuel raih perak di Hangzhou

-
Atlet wushu Indonesia, Samuel Marbun di GBK Arena, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Tino).

Atlet kelahiran 1998 itu memang pantas untuk percaya diri. Mengingat, dia berhasil menyabet medali perak pada edisi sebelumnya, Asian Games Hangzhou 2022 lalu. Status itu mendongkrak ambisinya untuk meningkatkan prestasi.

"Ya, mudah-mudahanlah kami harus yakin ya. Biar warna silver diganti jadi emas, Amin!" kata Samuel di sela-sela latihannya, Selasa (21/7/2026).

2. Modal mental baja

-
Potret latihan tim wushu Indonesia jelang Asian Games 2026 di GBK Arena, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Tino).

Kekuatan utama Samuel terletak pada mental bajanya di atas matras, berkat darah Batak yang mengalir dalam nadinya. Samuel berharap seluruh modalnya saat ini dapat dimaksimalkan dengan melakukan latih tanding di China.

"Kalau keunggulan sih, aku dari dulu cuman mental aja sih, 'Darah Batak' gitulah. Persiapan kami udah memasuki tahap maksimal ya, namun di sini kurang teman sparring saja sih sebenarnya. Kami butuh teman sparring untuk mempraktikkannya. Jadi, kami butuh berangkat ke China secepat mungkin," ujar Samuel.

3. Evaluasi teknik dan analisis kekuatan lawan

-
Potret latihan tim wushu Indonesia jelang Asian Games 2026 di GBK Arena, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Tino).

Samuel menyebut sejumlah negara akan menjadi pesaing utama di kelas 65 kilogram, salah satunya China. Filipina dan Vietnam juga cukup mengancam dalam peta persaingan. Karena itu, dia bersama tim pelatih terus mengevaluasi teknik sekaligus menganalisis kekuatan setiap calon lawan.

"Evaluasi yang pasti kami dari teknik ya. Teknik bagaimana kami menganalisis lawan satu per satu, yang mana saingan di satu kelas. Jadi, kami cari kelebihan dan kekurangannya. Lalu, kami cocokkan dengan diri sendiri," ujar Samuel.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More