Demi Asian Games 2026, Tim Wushu Indonesia Minta TC di China

- Tim Wushu Indonesia menargetkan prestasi emas di Asian Games 2026 dan meminta pemusatan latihan (TC) di China agar bisa berlatih dengan atlet unggulan dunia.
- Sekjen PB WI, Ngatino, menilai latihan di dalam negeri kurang efektif karena minim lawan tanding berkualitas, sementara TC di China diyakini dapat meningkatkan kemampuan dan motivasi atlet.
- Chef de Mission Todotua Pasaribu mendukung permintaan TC di China dan akan mengomunikasikannya dengan KOI serta Kemenpora untuk memastikan dukungan anggaran dan realisasi program.
Jakarta, IDN Times - Cabang olahraga (cabor) wushu menjadi salah satu andalan Tim Indonesia guna meraih medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Demi menjawab ekspektasi tersebut, wushu terus menggenjot pemusatan latihannya.
Masalahnya, persiapan wushu belum bisa berjalan maksimal. Itu karena mereka tak memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuannya dengan atlet unggulan negara lain, akibat hanya berlatih di dalam negeri.
1. TC di China jadi harga mati

Para atlet mengaku mau berlatih di China, kiblat dari cabor ini. Permintaan tersebut pun sudah disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Ngatino, kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, saat berkunjung ke pelatnas di GBK Arena, Selasa (21/7/2026).
"Wushu ini kan dua kali Asian Games selalu emas dan kami bisa meraih prestasi lagi. Biasanya kami berlatih tanding di China, karena bisa memacu semangat. Nah, tahun ini, tanda-tanda itu belum nampak. Mudah-mudahan, melalui Pak CdM bisa disampaikan karena sangat berpengaruh terhadap raihan prestasi di wushu," kata Ngatino kepada Todotua.
2. Tidak akan berkembang kalau TC di dalam negeri

Menurut Ngatino, tim wushu tidak akan berkembang jika hanya berlatih di dalam negeri. Mereka tidak memiliki lawan yang mumpuni untuk latih tanding.
"Kalau sparring di sini sudah terbatas, tidak ada lawannya, Pak. Nah, kalau di sana (China) kan banyak sekali dan saya datang ke sana itu biasa satu orang lawannya bisa empat itu ganti-ganti. Nah, ini perlu seperti itu," ujar Ngatino.
TC di China diperlukan untuk semua nomor, yakni tarung, taolu, hingga seni. Kehadiran para atlet tangguh di negara tersebut diyakini mampu mendongkrak motivasi skuad Merah Putih secara signifikan.
"Mumpung masih ada waktu berapa bulan ini kalau bisa kasih kesempatan," ucap Ngatino.
3. Segera dikomunikasikan dengan KOI

Todotua mendukung penuh dan berjanji untuk membahas permintaan wushu dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Kemenpora. Sebab, percepatan realisasi program tetap bergantung pada mekanisme penganggaran yang menjadi ranah mereka.
"Target percepatannya tentunya nanti penganggarannya ada dari Kemenpora kemudian ke NOC, sehingga nanti kami akan coba membantu untuk memprosesnya. Tapi, tetap ranahnya ada di Kemenpora sampai NOC mengenai hal itu," kata Todotua.
















