Inter Milan menelan kekalahan 1-2 dari Real Madrid pada matchday pertama fase liga Liga Champions Eropa (UCL) 2026/2027 (8/9/2026). Mereka merasakannya sebagai tamu di Santiago Bernabeu. Hasil ini melanjutkan rekor buruk Nerazzurri di kandang raksasa Spanyol tersebut.
Berlanjutnya Rekor Buruk Inter Milan di Kandang Real Madrid pada 2026

1. Inter Milan cuma baru menang satu kali di kandang Real Madrid
Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 merupakan momen kesepuluh Inter Milan bermain tandang melawan Real Madrid. Hasilnya begitu mengecewakan. Mereka hanya mampu menang 1 kali dan 9 pertandingan sisanya selalu berujung kekalahan. Satu-satunya kemenangan tandang Inter Milan atas Real Madrid terjadi pada leg kedua perempat final UCL 1966/1967. Mereka pulang ke Italia dengan skor 2-0.
Sementara itu, rekor buruk Inter Milang di kandang Real Madrid bermula pada leg pertama semifinal UCL 1965/1966. Mereka menyerah dengan skor 0-1. Inter Milan kemudian kalah 0-2 ketika kembali berhadapan dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu pada leg pertama semifinal UCL 1980/1981. Pada 16 Maret 1983, Inter Milan melawat ke Santiago Bernabeu untuk melakoni leg kedua perempat final UEFA Winners Cup 1982/1983 dan tumbang dengan skor 1-2.
Inter Milan kemudian bermain tandang melawan Real Madrid 2 musim beruntun pada 1984/1985 dan 1985/1986. Mereka hadir di Santiago Bernabeu untuk menjalani leg kedua UEFA Cup dan kalah 0-3 serta 1-5. Inter Milan merasakan kekalahan tandang ketujuhnya dari Real Madrid pada fase grup UCL 1998/1999. Mereka menyerah 0-2. Dua kekalahan tandang terakhir Inter Milan atas Real Madrid sebelum 2026/2027 lantas terjadi pada fase grup UCL 2020/2021 (2-3) dan 2021/2022 (0-2).
2. Inter Milan hanya mampu mencetak tujuh gol di kandang Real Madrid
Seperti tampak dari uraian dalam daftar sebelumnya, rekor buruk Inter Milan di kandang Real Madrid bukan hanya soal hasil akhir, melainkan juga produktivitas. Mereka cuma mampu mencetak 7 gol dari 10 pertandingan. Salah satunya bahkan merupakan gol bunuh diri. Ini tercipta ketika Inter Milan menang 2-0 pada leg kedua perempat final Liga Champions 1966/1967. Gelandang Real Madrid, Ignacio Zoc, menaruh bola ke gawangnya sendiri pada menit 57 setelah keliru mengantisipasi umpan silang. Sementara itu, satu gol Inter Milan lain pada pertandingan ini dibuat Renato Cappellini pada menit 23. Ia mampu memaksimalkan bola rebound.
Inter Milan kemudian baru bisa kembali mencetak gol di Santiago Bernabeu pada leg kedua semifinal UEFA Cup 1985/1986. Liam Brady mampu memaksimalkan hadiah penalti yang mereka dapat usai Fulvio Collovati dilanggar Michel pada menit 67. Gol ini membuat Inter Milan memangkas ketertinggalan menjadi 1-2. Namun, mereka unggul secara agregat. Sayangnya, Inter Milan pada akhirnya kalah telak 1-5 via babak tambahan. Inter Milan kemudian kalah dramatis 2-3 dari Real Madrid pada fase grup UCL 2020/2021. Mereka sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat gol Lautaro Martinez pada menit 35 dan Ivan Perisic pada menit 68.
Gol teranyar Inter Milan di kandang Real Madrid kemudian tercipta dalam kekalahan 1-2 pada matchday pertama fase liga UCL 2026/2027. Carlos Augusto mampu menuntaskan umpan tarik dari Martinez pada menit 77. Sayangnya, Inter Milan sebelumnya sudah kebobolan dua gol yang dicetak Kylian Mbappe pada menit 14 dan Federico Valverde pada menit 23. Ironisnya, kedua gol Real Madrid tersebut merupakan hadiah dari Inter Milan. Pasalnya, Real Madrid mendapatkannya berkat blunder dari Yann Bisseck dan Josef Martinez. Padahal, Inter Milan bermain tampil lebih dominan. Mereka menguasai bola hingga 64 persen dan melepaskan 21 tembakan.
3. Rekor kandang Inter Milan atas Real Madrid juga tidak dominan
Penjelasan di atas menunjukkan rekor Inter Milan di kandang Real Madrid yang begitu buruk. Sayangnya, hasil mereka ketika mendapat kesempatan untuk menjamu Real Madrid di Giuseppe Meazza juga tidak dominan. Real Madrid masih bisa membawa pulang 2 keimbangan dan 2 kemenangan dari markas Inter Milan tersebut.
Itu terjadi pada leg pertama semifinal Liga Champions 1965/1966 (1-1), leg pertama perempat final Winners Cup 1982/1983 (1-1), dan fase grup UCL 2020/2021 (2-0) serta 2021/2022 (0-1). Sisanya, Inter menang lima kali. Itu terjadi pada leg pertama perempat final UCL 1966/1967 (1-0), leg kedua semifinal UCL 1980/1981 (1-0), leg pertama semifinal UEFA Cup 1984/1985 (2-0) serta 1985/1986 (3-1), dan fase grup UCL 1998/1999 (3-1).
Ada satu pertarungan lain antara Inter Milan dan Real Madrid yang sudah terjadi. Namun, ini terlaksana di tempat netral. Mereka berhadapan di Ernst-Happel-Stadion, Austria, pada 27 Mei 1964 untuk memainkan final UCL 1963/1964. Ini merupakan pertemuan pertama keduanya. Inter kemudian berhasil menang 3-1 yang sekaligus menghasilkan trofi UCL perdananya.
Inter Milan memiliki rekor yang buruk di kandang Real Madrid. Mereka tentu akan berjuang untuk memperbaikinya pada kesempatan-kesempatan berikutnya. Sebagai catatan, total 20 pertemuan yang sudah terjadi dengan Real Madrid menjadikan mereka sebagai tim asing yang paling sering dihadapi Inter Milan per 9 September 2026.
Curated For You
- 3 Pelatih AS Roma yang Meraih Minimal 8 Kemenangan Beruntun di Serie A09 Sep 2026, 09:48 WIB
- Kimi Antonelli Wujudkan Mimpi Raih Kemenangan di F1 GP Italia 202609 Sep 2026, 09:38 WIB
- 3 Pemain Barcelona yang Mencetak 4 Assist dalam 4 Laga Awal LaLiga09 Sep 2026, 09:08 WIB