Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pelatih AS Roma yang Meraih Minimal 8 Kemenangan Beruntun di Serie A

3 Pelatih AS Roma yang Meraih Minimal 8 Kemenangan Beruntun di Serie A
ilustrasi suasana pertandingan di Olimpico Roma (commons.wikimedia.org/LittleWhites)
Share Article

AS Roma menorehkan catatan positif dengan memenangkan tiga pertandingan pertama Serie A Italia 2026/2027. I Giallorossi mengalahkan Atalanta 2-1 pada pekan ketiga. Tren positif tersebut membuat pelatih AS Roma, Gian Pierro Gasperini, mengukir rekor apik. Ia menjadi salah satu pelatih AS Roma yang mampu memenangkan minimal delapan pertandingan Serie A secara berturut-turut pada abad ke-21 atau terhitung sejak Januari 2000.

Dalam sejarahnya, hanya ada tiga pelatih AS Roma yang menorehkan catatan apik tersebut. Termasuk Gasperini, berikut tiga pelatih AS Roma yang memenangkan minimal delapan laga Serie A beruntun pada abad ke-21.

  1. 1. Luciano Spaletti mencatat rekor delapan kemenangan beruntun di Serie A kala melatih AS Roma pada 2005/2006 dan 2015/2016

    Luciano Spaletti membangun reputasi sebagai salah satu pelatih top di Serie A bersama AS Roma dalam dua periode pada 2005--2009 dan Januari 2016--Juni 2017. Salah satu pencapaian terbaiknya kala membawa AS Roma menjuarai Coppa Italia dalam 2 musim beruntun pada 2006/2007 dan 2007/2008 serta Supercoppa Italiana 2007/2008. Sayangnya, Spaletti tidak pernah meraih gelar juara Serie A sebagai pelatih AS Roma. Prestasi tersebut ia torehkan ketika menukangi Napoli pada 2022/2023.

    Selama melatih AS Roma, Spaletti telah mengukir beragam rekor mentereng. Misalnya, meraih kemenangan dalam delapan laga beruntun di Serie A sebanyak dua kali. Secara perinci, Spaletti pernah membawa AS Roma memenangkan sepuluh kemenangan berturut-turut pada pekan 17--27 Serie A 2005/2006. Ia kemudian memenangkan delapan pertandingan Serie A beruntun pada pekan 22--29 2015/2016.

  2. 2. Rudi Garcia meraih sepuluh kemenangan secara berturut-turut pada Serie A 2013/2014

    Rudi Garcia ditunjuk melatih AS Roma pada Juli 2013. Ia kala itu hadir sebagai salah satu pelatih muda potensial usai mengantarkan Lille meraih gelar juara Ligue 1 Prancis dan Coupe de France pada 2010/2011. Garcia diharapkan mampu membawa I Giallorossi bersaing di papan atas Serie A. Awalnya, ia mampu memenuhi harapan tersebut usai mencatat tren positif dalam sepuluh pekan pertama Serie A 2013/2014.

    I Giallorossi mearih sepuluh kemenangan beruntun pada pekan 1--10. Garcia memulai catatan positif itu dengan mencatat nirbobol dalam dua kemenangan pertama AS Roma 2-0 atas Livorno pada pekan pertama dan 3-0 atas Hellas Verona pada pekan kedua. Hebatnya lagi, AS Roma mampu mengalahkan lawan-lawan kuat lainnya, macam Lazio dengan skor 2-0 pada pekan 4, 3-0 atas Inter Milan pada pekan 7, dan 2-0 atas Napoli pada pekan 8. AS Roma finis sebagai runner-up dengan koleksi 85 poin dalam 38 laga Serie A 2013/2014.

  3. 3. Gian Pierro Gasperini mencatat delapan kemenangan beruntun di Serie A bersama AS Roma pada 2026

    Gian Piero Gasperini mengakhiri masa baktinya bersama Atalanta selama 9 tahun pada Juni 2025. Ia memutuskan hengkang ke AS Roma pada musim panas 2025. Gasperini dituntut membawa kembali AS Roma ke papan atas Serie A dan lolos ke Liga Champions Eropa (UCL). Ia sukses menjawab ekspektasi tersebut usai I Giallorossi finis di peringkat ke-3 klasemen akhir Serie A 2025/2026.

    Gasperini kemudian memulai Serie A 2026/2027 dengan rekor positif usai memenangkan tiga pekan pertama. Selain itu, ia mengukir rekor apik dengan meraih delapan kemenangan beruntun di Serie A bersama AS Roma. Berbeda dengan Garcia dan Spaletti, Gasperini menorehkan catatan apik tersebut dalam dua musim berbeda, yaitu akhir 2025/2026 dan awal 2026/2027. Lebih detail, AS Roma asuhan Gasperini mencatat lima kemenangan beruntun pada pekan 34--38 Serie A 2025/2026. Tren tersebut berlanjut ketika ia memimpin I Giallorossi memenangkan tiga laga beruntun pada pekan 1--3 Serie A 2026/2027.

    Ketiga pelatih AS Roma di atas berhasil mengukir rekor apik dengan mencatat delapan atau lebih kemenangan beruntun di Serie A. Mereka sukses membawa AS Roma melaju ke Liga Champions usai membawa I Giallorossi finis di peringkat empat besar klasemen akhir Serie A. Namun, belum ada dari ketiganya yang mampu membawa AS Roma menjuarai Serie A. Mampukah Gasperini memecahkan rekor tersebut pada 2026/2027?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More