Bintang Muda Putri Bersinar di MLSC Kudus dan Malang

- Seri kedua Milk Life Soccer Challenge 2025/26 di Kudus dan Malang menampilkan bintang muda putri bersinar, dengan SDN Jambean 02 Pati dan SDN Lowokwaru 3 keluar sebagai juara utama.
- Teddy Tjahjono menegaskan pentingnya penyelenggaraan kompetisi berkelanjutan seperti MLSC untuk membangun fondasi sepak bola putri, sekaligus menumbuhkan mental kompetitif sejak usia dini.
- Timo Scheunemann mengungkapkan pemain terbaik dari final U-12 Malang akan diproyeksikan memperkuat tim All-Star yang akan bertanding melawan perwakilan dari 12 kota di Kudus akhir Juni.
Jakarta, IDN Times - Rangkaian Milk Life Soccer Challenge (MLSC) Seri kedua musim 2025/26 tuntas pada Minggu (24/5/2026). Sederet bintang muda putri tampil bersinar di dua kota, yakni Kudus dan Malang.
MLSC bukan sekadar ajang mengejar trofi, melainkan komitmen nyata untuk membangun ekosistem sepak bola putri tanah air yang berkelanjutan. Penyelenggaraan rutin ini diharapkan menjadi pabrik pencetak bibit-bibit untuk Timnas Putri Indonesia di masa depan.
"MilkLife dan Djarum Foundation memiliki komitmen jangka panjang untuk mendukung sepak bola putri Indonesia. MilkLife Soccer Challenge kini memasuki tahun ketiga dan secara kualitas terus menunjukkan perkembangan konsisten. Jenjang berikutnya adalah Hydroplus Soccer League," kata Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, dalam keterangan resminya.
1. Para juara di seri 2

Di Kudus, laga pamungkas U-12 menyajikan drama adu penalti SDUT Bumi Kartini Jepara selaku juara bertahan ditahan SDN Jambean 02 Pati. Lewat perjuangan yang menguras emosi, SDN Jambean 02 Pati pada akhirnya sukses menjadi kampiun.
"Kami tidak menyangka bisa merebut gelar juara, semua kerja keras kami terbayar," girang kapten SDN Jambean 02 Pati, Faiha Talloi Carena.
Di kategori U-10, MI NU Baitul Mukminin keluar sebagai jawara. Gelar itu didapat setelah mendominasi penuh partai puncak, dengan melibas MI NU Pendidikan Islam dengan skor telak 4-1.
Bergeser ke Malang, SDN Lowokwaru 3 sukses menahbiskan diri sebagai kampiun U-12 usai menggilas SDN Pandanlandung dengan skor 3-0. Sementara, SDN Tulungrejo 02 menjuarai U-10, usai susah payah menekuk SDN Tunjungsekar 3 dengan skor 3-1.
"Final tadi berjalan luar biasa. Anak-anak mampu bermain tenang dan menjalankan instruksi dengan sangat baik di lapangan. Saya juga bangga dengan Adelice dan seluruh pemain yang terus menunjukkan kerja keras serta semangat latihan tinggi. Kalau konsisten seperti ini, peluang mereka untuk berkembang menjadi pemain profesional tentu sangat terbuka," kata pelatih SDN Lowokwaru 3, Hazmi Wardi.
Di kategori U-10 dari kedua kota, Charissa Setya Ayudiana (SDIT Al Islam Kudus), Nadhira Adiba Syakila (MI NU Pendidikan Islam), dan Syakila Naura Putri (SDN Sawojajar 6) menjadi pemain paling mencolok. Mereka mampu menorehkan di atas 30 gol.
Sementara, untuk U-12 ada Rara Zenita Fatin (SDUT Bumi Kartini Jepara) dan Adelice Maureen Hanum Faisal (SDN Lowokwaru 3). Rara mengemas 42 gol, sedangkan Syakila 32 kali menjebol gawang lawan.
2. Konsistensi jadi kunci lahirkan talenta berbakat

Teddy Tjahjono menegaskan kualitas permainan dan antusiasme peserta terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Menurutnya, jenjang kompetisi yang jelas (mulai dari MLSC hingga Hydroplus Soccer League) menjadi fondasi krusial bagi perkembangan di akar rumput.
"Penyelenggaraan yang konsisten dan berkelanjutan seperti ini sangat penting untuk membangun fondasi sepak bola putri. Dari sini para pemain mendapat kesempatan berkembang, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memupuk mental kompetitif sejak dini," jelas Teddy.
Hal senada diungkapkan oleh Pelatih Kepala MLSC, Timo Scheunemann, yang menilai proses pembinaan atlet muda tidak boleh hanya berorientasi pada prestasi instan. Ketika kecintaan pada sepak bola sudah tumbuh, barulah sekolah bisa menyisipkan nilai-nilai pengembangan mental dan karakter yang sejalan dengan pendidikan.
3. Proyeksi menuju skuad All-Star gabungan 12 kota

Timo Scheunemann membocorkan para pemain berbakat yang menonjol di laga final U-12 Malang ini akan diproyeksikan untuk masuk ke dalam tim All-Star. Tim ini nantinya akan terbang ke Kudus pada akhir Juni mendatang untuk bertanding melawan perwakilan talenta muda dari 12 kota lainnya.
"Kami juga mendatangi sekolah-sekolah supaya mereka ikut berpartisipasi. Bahkan pemain yang tampil di final KU 12 nanti diproyeksikan memperkuat tim All-Star Malang untuk tampil di Kudus pada akhir Juni bersama perwakilan dari 12 kota lainnya," ujar Timo.


















