Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Carrick Nyaman di Manchester United, Tapi Gak Mau Berharap Banyak

Manchester United
ilustrasi Manchester United (unsplash.com/harrywwalsh)
Intinya sih...
  • Michael Carrick membawa Manchester United bangkit di papan atas klasemen Premier League.
  • Carrick ingin mengembalikan gengsi klub dan merasa nyaman menangani pemain seperti Bruno Fernandes.
  • Dukungan dari para asisten, Steve Holland, Jonathan Woodgate, dan Jonny Evans, menjadi faktor penting dalam kinerja Carrick di MU.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Michael Carrick masih menikmati masa-masa indahnya bersama Manchester United. Meski statusnya hanya sebagai pelatih interim, Carrick bisa membangkitkan MU dan kini bersaing di papan atas klasemen Premier League.

Bersama Carrick, MU bisa menembus posisi empat besar klasemen sementara. Tak cuma itu, Setan Merah juga dibawanya untuk meraih kemenangan dalam tiga laga beruntun. Bahkan, MU racikan Carrick bisa membuat MU mengalahkan tim sekelas Manchester City dan Arsenal.

1. Sadar harus bawa MU ke papan atas

Keberhasilan Carrick membawa MU bangkit tak terlepas dari kesadarannya untuk mengembalikan gengsi klub di papan atas. Selama menjadi pemain di Old Trafford, Carrick selalu merasakan bagaimana lawan dibuat merinding ketika bertemu MU.

Atmosfer itu sempat hilang dalam satu dekade terakhir, terutama pasca Sir Alex Ferguson cabut. Maka dari itu, Carrick mau mengembalikan aura yang pernah dimiliki MU tersebut.

"Saya sangat sadar dengan peran dan tanggung jawab yang dimiliki. Kami mau sukses. Saya ingin klub berjaya di akhir musim," ujar Carrick dilansir Manchester Evening News.

2. Old Trafford memang rumah Carrick

Carrick merasa sejak awal Old Trafford memang menjadi rumahnya. Tak heran dia merasa nyaman saat menangani Bruno Fernandes dan kawan-kawan. Tapi, pria 44 tahun itu enggan berharap banyak manajemen MU mempermanenkan statusnya, meski mencatatkan start positif dengan meraih tiga kemenangan beruntun.

"Saya suka melakukan pekerjaan ini. Saya merasa seperti di rumah, tapi mengerti situasinya. Jadi, saya tak mau terbawa perasaan," kata Carrick.

3. Dukungan asisten bantu Carrick

Salah satu faktor kinerja Carrick yang impresif di MU adalah dukungan dari para asistennya. Steve Holland, Jonathan Woodgate, serta Jonny Evans, memberikan dimensi yang lebih cair di ruang ganti MU.

Secara pribadi, Carrick merasa begitu nyaman ketika berdiskusi dengan mereka. Tak cuma karena kemampuan dan pengalaman masing-masing, tapi juga keterbukaan di ruang ganti.

"Ketika pertama kali masuk ke sini, saya harus mencari orang-orang yang cocok dan membuat nyaman," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Ketat di Babak 2, Timnas Futsal Ungguli Iran

07 Feb 2026, 20:26 WIBSport