Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelatih Interim Manchester United, Michael Carrick, bersama Bruno Fernandes (AFP / Andy Buchanan)
  • Manchester United menjamu AS Roma di Old Trafford pada Liga Champions 2026/27, saat tim belum menang dalam sembilan laga terakhir dan terpuruk di posisi 17 Premier League.

  • Michael Carrick menghadapi tekanan besar serta ancaman kehilangan jabatan, tetapi memilih fokus mempersiapkan laga Roma dan berharap pertandingan itu menjadi momentum kebangkitan.

  • MU memenangi empat dari enam pertemuan Liga Champions melawan Roma dan tak pernah kalah di kandang, tetapi Roma musim ini baru sekali kalah sehingga laga diprediksi berat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Manajer Manchester United (MU), Michael Carrick, tidak ingin memikirkan posisinya yang semakin terancam. Dia memilih fokus mempersiapkan tim untuk menghadapi AS Roma di Old Trafford pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026/27, Rabu (4/11/2026) pukul 03.00 WIB.

Posisi Carrick memang sedang di ujung tanduk, karena Setan Merah gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir. Dia terancam dipecat akibat MU terpuruk hingga peringkat ke-17 dengan koleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan di Premier League. Sementara itu, di fase liga Liga Champions, mereka berada di urutan ke-21 dengan tiga poin dari tiga laga.

1. Carrick malah santai

Meski berada dalam posisi terjepit, Carrick mengaku tidak terlalu pusing. Dia enggan memikirkan masa depannya dan justru antusias menyambut pertandingan melawan Roma, berharap MU bisa menjadikan laga tersebut sebagai momentum kebangkitan.

"Anda mungkin menganggap saya gila mengingat hasil belakangan ini dan situasi yang sedang terjadi. Tetapi sejujurnya, saya sangat tidak sabar menantikan pertandingan ini (melawan Roma). Saya benar-benar menantikannya," ujar Carrick, dilansir BBC.

2. Enggan memikirkan apa yang terjadi

Carrick juga menyadari tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi pada masa depannya. Namun, dia menegaskan hal tersebut tidak mengubah fokus dan antusiasmenya dalam memimpin tim.

"Dengar, saya tidak bisa melihat masa depan; kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Namun, itu tidak mengubah perasaan saya. Apa pun yang akan terjadi, biarlah terjadi, ke mana pun arahnya. Tapi, kami ingin menjadikan malam esok menjadi istimewa," kata Carrick.

3. MU punya catatan bagus atas Roma

MU memiliki catatan pertemuan yang cukup meyakinkan saat menghadapi Roma di Liga Champions. Dari enam pertemuan sepanjang sejarah, Setan Merah berhasil menang empat kali.

Salah satu kemenangan paling spektakuler terjadi di Old Trafford pada 2007. Kala itu, MU menghancurkan Roma dengan skor 7-1 dalam pertandingan perempat final Liga Champions.

Setan Merah juga belum pernah menelan kekalahan saat menjamu Giallorossi. Namun, seluruh pertemuan kedua tim tersebut berlangsung pada periode 2007 hingga 2008.

Situasi kali ini berpotensi berbeda karena Roma sedang menunjukkan performa yang cukup menjanjikan. Sepanjang musim ini, tim asal ibu kota Italia tersebut baru menelan satu kekalahan, yakni saat takluk 3-4 dari Real Madrid di Liga Champions.

Curated For You

Editorial Team

Related Article