Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Kylian Mbappe Nyaris Gabung Liverpool Gegara Sang Ibu

2 min read
Cerita Kylian Mbappe Nyaris Gabung Liverpool Gegara Sang Ibu
Striker Prancis, Kylian Mbappe, usai jebol gawang Maroko (AFP / Odd Anderson)
  • Kylian Mbappe mengungkap dirinya hampir berseragam Liverpool saat masih membela AS Monaco pada musim panas 2016.

  • Fayza Lamari mendorong tawaran Liverpool, sementara Juergen Klopp dan klub menyiapkan pertemuan rahasia dengan keluarga Mbappe.

  • Mbappe akhirnya memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain karena ingin bermain di Paris dan tidak meninggalkan negaranya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jika menjadi Mbappe pada 2016, pilih Liverpool atau PSG?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, akhirnya mengungkap perjalanan kariernya yang belum diketahui oleh banyak orang. Cerita itu adalah perihal dirinya yang nyaris berseragam Liverpool.

Transfer itu hampir terjadi pada musim panas 2016, kala Mbappe masih berusia 18 tahun dan berseragam AS Monaco, belum menjadi rebutan banyak klub raksasa Eropa. Menariknya, dorongan itu datang dari sang ibu tercinta, Fayza Lamari.

  1. 1. Sang ibu jatuh cinta pada pandangan pertama di Anfield

    Anfield Stadium, markas kesebelasan Premier League, Liverpool (IDN Times/Isidorus Rio Turangga)
    Anfield Stadium, markas kesebelasan Premier League, Liverpool (IDN Times/Isidorus Rio Turangga)

    Mbappe menceritakan kalau ibunya merupakan penggemar berat Juergen Klopp. Ia mendambakan putranya berseragam The Reds yang kala itu masih berada di bawah nakhoda Klopp.

    Usut punya usut, Lamari ternyata sempat terbang langsung ke Anfield sebagai langkah pertama dalam proses negosiasi rahasia tersebut. Dalam perjalanannya itu, sang ibu kian jatuh cinta dengan Liverpool.

    "Saya hampir bergabung dengan Liverpool. Destinasi favorit ibu saya adalah Liverpool. Dia ingin saya pergi ke sana. Dia pergi ke kota, ke stadion, dan bertemu dengan orang-orang. Dia berkata kalau ini klub yang luar biasa, semua orang sangat baik, ini klub keluarga, klub besar," kata Mbappe kepada Athletic.

  2. 2. Taktik gila Juergen Klopp sewa jet pribadi 5 kamar

    AFP__20260614__B72N44C__v3__HighRes__FblWc2026Match10GerCuw.jpg
    Mantan pelatih kepala Liverpool, Jurgen Klopp, berswafoto saat pertandingan sepak bola Grup E Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Curacao. Ia dikabarkan bakal segera diresmikan jadi pelatih Timnas Jerman. (Foto oleh Paul ELLIS / AFP)

    Kisah ini sebenarnya sempat diungkap Klopp ketika menjadi pandit di Piala Dunia 2026 lalu. Pria yang kini menjadi pelatih Timnas Jerman itu menceritakan taktik gilanya demi membajak Mbappe dari AS Monaco.

    Liverpool sampai menyewa jet pribadi mewah untuk merayu keluarga sang pemain agar mau bergabung. Klopp terbang dari Blackpool menuju Nice, Prancis, di mana seluruh keluarga Mbappe kemudian ikut naik ke dalam jet pribadi yang dilengkapi lima kamar tersebut.

    "Kami benar-benar berusaha keras, kemudian kami terbang berputar-putar, berbicara dengan keluarga, dan makan makanan enak," kenang Klopp dikutip dari BBC.

    BBC melansir, taktik pertemuan udara ini sengaja dilakukan demi menjaga kerahasiaan agar tidak terendus oleh media atau klub pesaing. Namun, segala kemewahan dan usaha kerasnya tetap tak berbuah manis.

  3. 3. Mbappe hanya mau ke PSG

    Bomber Prancis, Kylian Mbappe, kewalahan membongkar pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026 (AFP / Franck Fife)
    Bomber Prancis, Kylian Mbappe, kewalahan membongkar pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026 (AFP / Franck Fife)

    Mbappe tertawa saat Klopp mengenang kisah tersebut. Di sisi lain, ibunya juga terus mendorongnya untuk menerima tawaran Liverpool. Namun, Mbappe memilih tutup telinga karena sudah memiliki keputusan sendiri, yakni bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).

    "Ibuku selalu berkata begini 'Liverpool, kamu akan berada di sana. Bermain di Anfield, itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagimu'. Tapi saya tidak mendengarkan karena ingin bermain di kota saya, Paris. Saya tidak ingin meninggalkan negara saya sebelum menjadi 'seseorang'," ucap Mbappe.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More