Fakta Derby Madrid: Antara Duel Mourinho vs Simeone dan Ancaman Mbappe

- Atletico de Madrid akan menjamu Real Madrid pada El Derbi de Madrid pekan ketujuh LALIGA 2026/2027.
- Diego Simeone dan Jose Mourinho kembali bertemu setelah lebih dari satu dekade, dengan catatan liga Mourinho lebih unggul.
- Kylian Mbappe telah mencetak delapan gol dan dua assist dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Jakarta, IDN Times - El Derbi de Madrid kembali hadir pada jornada tujuh LaLiga 2026/27. Atletico Madrid akan menjamu Real Madrid di Riyadh Air Metropolitano pada Minggu (20/9/2026) malam WIB.
Partai ini menjadi salah satu yang terbesar dalam jornada pembuka dan ujian pertama bagi dua klub tersebut. Apalagi, baik Atletico dan Madrid sedang berada dalam fase mencari konsistensi agar bisa bersaing dengan Barcelona di papan atas.
1. Simeone dan Mourinho kembali berduel

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone (AFP / Pierre-Philippe Marcou) Dimensi derby Madrid kali ini semakin kaya karena Diego Simeone akhirnya kembali jumpa dengan salah satu seterunya, Jose Mourinho. Selama ini, Simeone selalu susah mengalahkan Mourinho.
Sejak pertama kali jumpa pada April 2012, Simeone selalu kalah saat jumpa Mourinho di LaLiga. Salah satu kekalahannya terjadi di pertemuan pertama mereka, Real yakni kala Atletico dihajar Madrid 1-4 di kandang lamanya, Estadio Vicente Calderon.
Di LaLiga, Mourinho sudah menang tiga kali atas Simeone. Sebaliknya, Simeone belum pernah menang atas Mourinho saat jumpa di LaLiga.
Tapi, pada ajang lain seperti Copa del Rey, Simeone sempat mengalahkan Mourinho. Cerita paling manis adalah ketika pada 2013 Atletico mengalahkan Madrid dengan skor 2-1 dalam final Copa del Rey di Santiago Bernabeu. Kemenangan ini juga yang membawa Simeone meraih trofi domestik pertamanya sebagai pelatih Atletico.
Lalu, ketika Mourinho pindah ke Chelsea pada musim selanjutnya, Simeone kembali berjaya. Setelah main imbang tanpa gol di leg 1, Chelsea dikalahkan Atletico dengan skor 3-1 pada pertemuan kedua.
2. Mourinho punya rekor bagus di markas Atletico
Simeone tentu tak akan mudah mengalahkan Mourinho. Selain karena rekornya yang buruk, rekam jejak Mourinho memang bagus saat main di kandang Atletico.
Mourinho memang belum pernah menghadapi Atletico di Riyadh Air Metropolitano, karena selama menangani Madrid sepanjang periode pertama, selalu melawannya di Vicente Calderon.
Tapi, selama main di Vicente Calderon, Mourinho punya rekor bagus dengan empat kemenangan bersama Real Madrid dan satu hasil imbang ketika menangani Chelsea.
Saat menjalani periode pertamanya di Madrid, Mourinho juga membawa Los Blancos meraih delapan kemenangan dalam sembilan derby di semua kompetisi. Satu-satunya kekalahan terjadi ketika Atletico berhasil menaklukkan Real Madrid pada final Copa del Rey 2013.
3. Mbappe jadi ancaman untuk Atletico

Striker Real Madrid, Kylian Mbappe, saat berhadapan dengan kiper Rayo Vallecano asal Indonesia, Emil Audero (AFP / Oscar del Pozo) Sementara, dari segi pemain, Kylian Mbappe menjadi salah satu pemain yang paling diwaspadai Atletico. Peraih Pichichi Trophy dalam dua musim terakhir tersebut telah mencetak delapan gol dan memberikan dua assist dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Di LaLiga, Mbappe sudah mengoleksi tujuh gol. Penyerang asal Prancis itu mencetak dua gol saat Real Madrid mengalahkan Rayo Vallecano, kemudian membukukan hat-trick ketika menghadapi Real Sociedad, dengan kedua pertandingan berakhir 4-1.
Mbappe juga kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Madrid menghadapi Elche. Mbappe mencetak gol kedua sekaligus memberikan assist untuk Carlos Espi pada masa tambahan waktu dalam kemenangan 3-2 di Estadio Manuel Martinez Valero.
Penyerang berusia 27 tahun itu hanya gagal mencetak gol dalam dua pertandingan musim ini dan keduanya terjadi saat Real Madrid bermain tandang. Salah satunya terjadi ketika Madrid kalah 0-1 dari Real Betis.




















