Chelsea Comeback Luar Biasa, Rosenior Buktikan Taringnya

- Chelsea comeback dramatis atas West Ham United 3-2 di pekan 24 Premier League 2025/26.
- Kemenangan tersebut menjadi comeback kedua Chelsea dalam sepekan terakhir setelah menaklukkan tuan rumah Napoli 3-2 di Liga Champions.
- Rosenior melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat jeda, membuat perubahan signifikan di lapangan dan membawa kemenangan bagi Chelsea.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mulai menjawab keraguan publik dengan pencapaian nyata. Teranyar, ia membawa Chelsea menang dramatis atas West Ham United 3-2 pada pekan 24 Premier League 2025/26, Minggu (1/2/2026) dini hari WIB.
The Blues tertinggal dua gol lebih dulu melalui aksi Jarrod Bowen saat laga baru berjalan tujuh menit dan Crysencio Summerville menit 36. Situasi itu memaksa Chelsea tampil lebih agresif selepas jeda.
Perubahan strategi berbuah manis. Joao Pedro memperkecil ketertinggalan pada menit 57, disusul gol Marc Cucurella menit 70 untuk menyamakan kedudukan, sebelum memastikan kemenangan lewat gol Enzo Fernandez di menit-menit akhir pertandingan, yakni menit 92.
Kemenangan tersebut menjadi comeback kedua Chelsea dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, mereka juga sukses menaklukkan tuan rumah Napoli 3-2 di Liga Champions, setelah sempat terrtinggal 2-1 di babak pertama.
1. Kemenangan atas West Ham mencatatkan rekor anyar
Kemenangan dramatis atas West Ham juga mencatatkan rekor anyar. Untuk pertama kalinya, Chelsea mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol di babak pertama dalam pertandingan di liga domestik.
Sejak kedatangan Rosenior, Chelsea perlahan menunjukkan kebangkitan. Bahkan, usai dirinya mengambil alih kursi pelatih awal bulan Januari, ia tercatat sudah membawa The Blues meraih enam kemenangan dari tujuh laga di semua kompetisi.
“Saya berharap suatu saat nanti para penggemar akan mengatakan ini adalah keputusan terbaik klub. Namun, saya tidak bisa fokus ke sana,” kata Rosenior dikutip ESPN, coba menanggapi keraguan fans Chelsea.
2. Chelsea amburadul di babak pertama
Chelsea tampil di bawah performanya saat bentrok dengan West Ham di babak pertama. Sorakan kekecewaan terdengar jelas di Stamford Bridge ketika wasit Anthony Taylor meniup peluit tanda turun minum, menyusul keunggulan The Hammers dua gol.
Beberapa pemain Chelsea tampil di bawah standar. Lini belakang terlihat goyah, sementara lini depan gagal memberi tekanan berarti, membuat tim tuan rumah beruntung hanya tertinggal dua gol.
Rosenior merespons situasi tersebut dengan langkah tegas. Ia melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat jeda, keputusan yang mencerminkan filosofi kepelatihannya.
“Jika melihat rekam jejak kepelatihan saya, saya selalu melakukan perubahan lebih awal. Di Strasbourg juga sama. Para pemain paham, jika ditarik saat jeda, itu murni keputusan taktis,” ujar Rosenior.
3. Cucurella, Fofana, dan Joao Pedro buat perubahan
Keputusan tersebut terbukti krusial. Masuknya Marc Cucurella, Wesley Fofana, dan Joao Pedro dari bangku cadangan, membuat perubahan signifikan di lapangan. Ketiganya bahkan terlibat langsung dalam seluruh gol Chelsea pada babak kedua.
Gol pertama tercipta pada menit ke-57 melalui sundulan Joao Pedro, memanfaatkan umpan silang akurat Fofana. Gol penyama kedudukan hadir tak lama kemudian lewat sundulan menyelam Cucurella.
Gol kemenangan akhirnya datang di masa tambahan waktu. Enzo Fernández muncul tepat di kotak penalti untuk menyelesaikan umpan Joao Pedro dan memastikan comeback dramatis di kandang sendiri.
“Seseorang baru memberi tahu saya, ini pertama kalinya Chelsea menang dari ketertinggalan dua gol di kandang. Melihat mentalitas dan karakter tim di babak kedua membuat saya sangat bahagia,” bebernya.
Tambahan tiga poin itu membawa Chelsea kini berada di peringkat empat klasemen sementara Premier League 2025/26. Mereka kini mengoleksi 40 poin, unggul dari Liverpool (39), dan Manchester United (38), yang baru akan tampil nanti malam.

















