Ini Persiapan Cadillac untuk Formula 1 2026, Bawa Banyak Tokoh Penting

- Cadillac membawa mantan petinggi Marussia, Renault, dan Team Enstone sebagai tokoh kunci
- Persiapan Cadillac berjalan sesuai jadwal dengan fokus pada kompleksitas mobil balap
- Sergio Perez menyelesaikan putaran pertama tim di Sirkuit Silverstone, Valtteri Bottas optimistis akan saling melengkapi
Formula 1 2026 akan dimulai pada 8 Maret lewat Grand Prix Australia. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang hanya melibatkan sepuluh tim, kejuaraan itu kali ini kedatangan tim kesebelas. Cadillac, tim yang berasal dari Amerika Serikat, melakoni debut itu melalui dukungan raksasa otomotif Amerika Serikat, yaitu General Motors dan TWG Motorsports.
Bukan untuk bermain-main, Cadillac berkompetisi di Formula 1 dengan segudang persiapan. Tak tanggung-tanggung, sejumlah nama besar ikut menjadi bagian dalam proyek ambisius itu. Lantas, apa saja persiapan matang Cadillac menghadapi musim pertama mereka di Formula 1?
1. Datang di Formula 1 sebagai debutan, Cadillac menghadirkan mantan petinggi Marussia, Renault, dan Team Enstone sebagai tokoh kunci
Datang sebagai pendatang baru dalam kejuaraan balap paling bergengsi, Cadillac memiliki persiapan matang untuk Formula 1 2026. Mereka memercayakan posisi penting kepada Graeme Lowdon, mantan direktur olahraga Marussia, untuk membangun pondasi tim dari nol sebagai kepala tim. Sementara, nama Nick Chester sebagai mantan anggota Renault hadir memegang peran direktur teknis.
Tidak hanya Graeme Lowdon dan Nick Chester, Cadillac juga menggandeng tokoh legendaris Pat Symonds sebagai konsultan teknik eksekutif. Dirinya merupakan figur penting di balik Team Enstone, seperti Toleman, Benetton, dan Renault. Oleh karena itu, kehadiran jajaran veteran ini semakin menegaskan keseriusan Cadillac dalam membangun identitas kuat di Formula 1 sejak tahun pertama mereka.
2. Persiapan Cadillac berjalan sesuai jadwal dengan Kepala Tim Graeme Lowdon memberikan fokus lebih terhadap kompleksitas mobil balap
Sejauh ini, persiapan Cadillac menuju balapan pembuka Formula 1 2026 berjalan sesuai rencana setelah berhasil melewati tahap penting homologasi Federasi Otomotif Internasional (FIA) pada awal Desember 2025. Menurut Kepala Tim Graeme Lowdon, keberhasilan itu merupakan tonggak besar karena proyek mobil balap Formula 1 Cadillac baru dimulai pada awal 2025, tetapi sudah berhasil melalui uji tabrak monocoque dan struktur belakang. Oleh karena itu, tim ini membuktikan bahwa rancangan mereka sudah setara dengan standar keselamatan dan teknik yang diterapkan Formula 1.
Meskipun tanpa kendala, Graeme Lowdon tidak menutup mata terhadap kompleksitas proyek mobil balap Formula 1 pertama Cadillac. Dengan sekitar 85 ribu komponen yang harus dirancang, diproduksi, hingga diuji, dirinya menegaskan bahwa prioritas tim saat ini bukan mengejar performa. Mereka lebih memilih memastikan semua komponen siap tepat waktu untuk tes shakedown dan balapan perdana.
3. Pada 16 Januari 2026, Cadillac mencatat sejarah saat Sergio Perez menyelesaikan putaran pertama tim di Sirkuit Silverstone
Pada 16 Januari 2026, Cadillac resmi menorehkan sejarah baru saat Sergio Perez membawa mobil balap Formula 1 tim melaju di Sirkuit Silverstone. Momen itu merupakan tonggak penting bagi tim ini karena menandai kali pertama mobil balap mereka benar-benar menyentuh aspal lintasan setelah berbagai persiapan intensif. Uji coba itu dilakukan dalam sesi promosi pramusim yang juga dimanfaatkan untuk memastikan seluruh sistem mobil balap bekerja dengan baik sebelum tes resmi digelar.
Menariknya, mobil balap Cadillac tampil serba hitam, alias tanpa livery resmi, saat melahap tikungan Sirkuit Silverstone. Alasannya, tim itu sengaja menunda peluncuran livery final hingga 8 Februari 2026. Momen itu akan disiarkan secara global agar mereka bisa menjangkau audiens dari seluruh dunia, terutama Amerika Serikat.
“Hari ini (16 Januari 2026) benar-benar hari yang luar biasa. Semua orang harus merasa sangat bangga (karena) telah menyelesaikan putaran pertama kami sebagai tim. Setiap orang telah bekerja sangat keras untuk mencapai momen ini dan rasanya sangat emosional (untuk) menjadi bagian dari sejarah balap mobil,” ungkap Sergio Perez dalam laporan Cadillac Newsroom.
4. Rekan setim Sergio Perez, Valtteri Bottas, meyakini bahwa duet pembalap Cadillac akan saling melengkapi di dalam dan luar lintasan
Valtteri Bottas, rekan setim Sergio Perez, optimistis bahwa duet pembalap Cadillac akan menghadirkan dampak positif bagi tim. Menurutnya, kedua pembalap itu memiliki karakter yang saling melengkapi. Dirinya menilai kombinasi itu akan memberikan pondasi kuat bagi Cadillac dalam menghadapi musim debut yang penuh tantangan.
Hubungan profesional Valtteri Bottas dan Sergio Perez akan menjadi modal penting untuk membangun kultur tim yang positif. Keduanya sama-sama pernah membela tim besar dan memahami dinamika dalam mengembangkan mobil balap Formula 1. Oleh karena itu, Bottas meyakini mereka bisa menjadi duet yang solid, baik di garasi dan lintasan.
Pada akhirnya, Cadillac bisa dipastikan sangat mantap menghadapi musim debut di Formula 1. Mereka menginjakkan kaki saat kejuaraan itu menerapkan aturan teknis baru yang mengubah peta persaingan dengan sangat signifikan. Jadi, siap melihat sepak terjang Sergio Perez dan Valtteri Bottas di Formula 1 2026 bersama Cadillac?


















