Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Comeback Juventus pada Leg Ke-2 Fase Knockout UCL sebelum 2025/2026
ilustrasi Juventus (unsplash.com/Isaac Maffeis)
  • Juventus terancam tersingkir dari UCL 2025/2026 usai kalah 2-5 dari Galatasaray, dan wajib menang selisih empat gol di leg kedua untuk lolos ke babak 16 besar.
  • Sepanjang sejarah, Juventus pernah lima kali melakukan comeback di fase knockout UCL, termasuk melawan Real Madrid, Werder Bremen, dan Atletico Madrid.
  • Deretan comeback itu jadi motivasi bagi Bianconeri untuk bangkit lagi, meski tantangan membalikkan defisit tiga gol dari Galatasaray tergolong paling berat sejauh ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perjalanan Juventus di UEFA Champions League (UCL) 2025/2026 terancam terhenti lebih awal. Kekalahan 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama playoff fase knockout adalah sebabnya. Alhasil, Juventus wajib menang dengan selisih empat gol pada laga kedua di Turin jika ingin lolos ke babak 16 besar.

Target itu jelas berat bagi Juventus. Namun, peluang untuk mewujudkannya tentu tetap ada. Sebelum 2025/2026, Juventus pernah beberapa kali membalikkan kekalahan pada leg pertama fase knockout UCL. Lima comeback berikut ini bisa menjadi tambahan motivasi bagi Bianconeri untuk tak menyerah pada leg kedua laga kontra Galatasaray nanti.

1. Juventus menang comeback atas Real Madrid dalam perjalanan menjuarai UCL 1995/1996

Juventus pernah dua kali menjuarai Liga Champions, yang terbaru pada 1995/1996. Perjalanan Bianconeri meraih trofi kedua saat itu diwarnai comeback pada perempat final. Juventus saat itu bertemu Real Madrid dan lebih dulu bermain tandang pada leg pertama. Hasilnya, Juventus pulang dari Santiago Bernabeu dengan kekalahan 0-1.

Pada laga kedua di Turin, Juventus hanya butuh 17 menit untuk membuka kemenangan. Alessandro Del Piero membuat gol tendangan bebas yang menyeimbangkan skor agregat. Gol kedua Juventus via Michele Padovano pun memastikan langkah mereka ke semifinal. Si Nyonya Tua lalu melewati FC Nantes dan menjadi juara usai menundukkan Ajax Amsterdam.

2. Juventus mencapai final UCL 2002/2003 usai menang comeback atas Real Madrid

Setelah 1995/1996, Juventus sempat dua kali lagi membukukan comeback atas Real Madrid di Liga Champions. Salah satunya pada semifinal edisi 2002/2003. Leg pertama digelar di Santiago Bernabeu dan Juventus menyerah 1-2. Sempat menahan tuan rumah 1-1 pada babak pertama, Juventus kalah karena sepakan jarak jauh Roberto Carlos pada menit 73.

Hebatnya, Juventus mampu berbalik unggul atas skuad bertabur bintang Real Madrid. Mereka menang 3-1 pada leg kedua berkat gol-gol David Trezeguet, Alessandro Del Piero, dan Pavel Nedved. Gianluigi Buffon juga menjadi pahlawan dengan menahan penalti Luis Figo. Sayangnya, Juventus gagal juara usai kalah adu penalti dari AC Milan di final.

3. Juventus kembali menyingkirkan Real Madrid di UCL 2004/2005 melalui proses comeback

Juventus dan Real Madrid bersua lagi di UCL 2004/2005, tepatnya pada babak 16 besar. Hasilnya, Juventus kembali menyingkirkan Los Blancos meski kalah lebih dulu. Leg pertama di Spanyol menjadi milik Real Madrid via gol tunggal Ivan Helguera. Namun, Juventus balas memenangi duel kedua di Italia dengan skor sama berkat David Trezeguet.

Skor agregat pun berimbang 1-1 hingga laga harus berlanjut ke babak tambahan. Hasilnya, Juventus mencuri kemenangan hanya 4 menit sebelum adu penalti melalui Marcelo Zalayeta. Namun, langkah Juventus terhenti pada perempat final oleh Liverpool yang belakangan jadi juara.

4. Juventus menang dramatis atas Werder Bremen pada laga kedua babak 16 besar UCL 2005/2006

Semusim kemudian alias pada 2005/2006, Juventus kembali melakukan comeback pada babak 16 besar. Bianconeri saat itu bertemu wakil Jerman, Werder Bremen. Laga pertama digelar di Bremen dan Juventus dibekuk 3-2. Sempat unggul 2-1, Juventus kalah karena kecolongan dua gol pada menit 87 dan 92.

Juventus makin terancam gugur karena sempat tertinggal pada laga kedua. Gol Johan Micoud pada menit 13 membuat Bremen unggul agregat 4-2. Beruntung, Juventus mampu membuat dua gol balasan. Skor agregat 4-4, tetapi Juventus melaju karena unggul produktivitas gol tandang. Sayangnya, Juventus langsung dihentikan Arsenal pada perempat final.

5. Juventus comeback usai kalah 0-2 dari Atletico Madrid pada babak 16 besar UCL 2018/2019

Terakhir kali Juventus membukukan comeback pada fase knockout UCL adalah pada 2018/2019. Saat itu, Juventus bahkan mampu mengatasi ketertinggalan dua gol. Bianconeri bertemu Atletico Madrid dan dibungkam 0-2 pada leg pertama di Spanyol. Beruntung, Juventus saat itu punya Cristiano Ronaldo yang adalah musuh alami Atletico Madrid.

Ronaldo menggila pada leg kedua di Italia dan mencetak hattrick. Bagi Ronaldo, itu adalah hattrick keempatnya ke gawang Atletico selama berkarier. Juventus pun menang 3-0 dan melaju. Ronaldo pun tajam pada laga perempat final melawan Ajax Amsterdam dengan torehan dua gol. Sayangnya, Juventus tetap kalah agregat 2-3 dari Ajax.

Lima comeback di atas membuktikan bahwa kekalahan pada leg pertama fase knockout UCL bukan akhir segalanya bagi Juventus. Namun, ujian mereka di UCL 2025/2026 memang lebih berat, yaitu membalikkan ketertinggalan tiga gol dari Galatasaray. Jika bisa melakukannya, itu akan menjadi comeback terhebat Juventus di Liga Champions.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team