Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Eks Pelatih Juventus yang Menangani Klub EPL sebelum Igor Tudor

3 Eks Pelatih Juventus yang Menangani Klub EPL sebelum Igor Tudor
ilustrasi EPL (pixabay.com/KelvinStuttard)
Intinya Sih
  • Tottenham Hotspur resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih baru untuk sisa musim 2025/2026, setelah sebelumnya menangani Juventus dan membawa mereka finis empat besar Serie A.
  • Artikel menyoroti tiga eks pelatih Juventus yang sukses di EPL: Carlo Ancelotti dengan gelar ganda bersama Chelsea, Claudio Ranieri dengan keajaiban Leicester City, dan Antonio Conte dengan dua trofi di Chelsea.
  • Kisah ketiganya menunjukkan bahwa mantan pelatih Juventus kerap berhasil di Inggris, memberi harapan bagi Tottenham agar Tudor bisa mengangkat performa tim meski peluang juara sudah tertutup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tottenham Hotspur telah mengumumkan pelatih baru yang akan menangani mereka pada sisa 2025/2026. Ia adalah Igor Tudor, pria Kroasia telah mulai bekerja di dunia manajerial sejak 2013. Ini adalah kali pertama Tudor menangani klub English Premier League (EPL). Namun, pengalaman Tudor sebagai pelatih sudah cukup banyak.

Jabatan terakhir Tudor sebelum dipercaya Tottenham adalah pelatih Juventus. Ia ditunjuk sebagai nakhoda Bianconeri pada Maret 2025. Hasilnya, Tudor membawa Juventus finis di empat besar Serie A Italia 2024/2025. Hanya saja, ia tak bertahan lama dan dipecat pada awal 2025/2026 karena start buruk Si Nyonya Tua.

Meski demikian, Tudor tentu punya kualitas tersendiri hingga bisa dipercaya Juventus. Bukan mustahil, Tottenham bisa meraih prestasi di bawah Tudor. Sejarah membuktikan bahwa beberapa eks pelatih Juventus pernah sukses saat menangani klub EPL. Inilah tiga nama yang pernah melakukannya.

1. Carlo Ancelotti menjuarai EPL dan Piala FA pada musim debutnya di Inggris

Nama pertama adalah Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu merapat ke Chelsea pada 2009 berbekal pengalaman melatih Juventus pada 1999–2001. Ancelotti memang tak meraih trofi mayor bersama Juventus. Namun, ia sempat membawa Bianconeri ke semifinal Liga Champions Eropa dan dua kali jadi runner-up Serie A Italia.

Ancelotti lalu sukses meraih delapan trofi bersama AC Milan pada 2001–2009. Meski demikian, hijrah ke Chelsea tetap merupakan tantangan tersendiri baginya. Pasalnya, itu adalah kali pertama Ancelotti berkarier di luar Italia. Ternyata, hasilnya luar biasa. Musim debut Ancelotti di Inggris langsung berbuah gelar ganda, yaitu juara EPL dan Piala FA 2009/2010.

Itu adalah kali pertama Chelsea sukses mengawinkan trofi EPL dan Piala FA. Ancelotti juga menjadi pelatih Italia pertama yang menjuarai Liga Inggris. Sayangnya, musim keduanya di Chelsea tak menghasilkan trofi hingga ia didepak. Ancelotti sempat kembali ke Inggris dan menangani Everton pada 2019–2021, tetapi juga tak memenangi trofi.

2. Claudio Ranieri membuat kejutan dengan membawa Leicester City juara EPL 2015/2016

Claudio Ranieri juga memulai petualangannya di EPL bersama Chelsea. Ranieri menangani Chelsea pada 2000–2004. Meski tak meraih trofi, Chelsea tampil cukup apik bersama Ranieri, bahkan sempat menjadi runner-up EPL. Ranieri lalu sempat menangani beberapa klub lain setelah meninggalkan Chelsea, termasuk Juventus pada 2007–2009.

Ranieri datang ke Juventus saat mereka baru kembali ke Serie A setelah skandal Calciopoli. Hasilnya cukup bagus karena Bianconeri dibawanya finis di peringkat ketiga dan kedua Serie A dalam 2 musim. Namun, ia tetap dipecat karena Juventus tak memenangi trofi apa pun. Setelah itu, Ranieri juga gagal meraih gelar di AS Roma dan Inter Milan.

Puncak karier Ranieri justru diraih bersama klub yang tak terduga. Ia kembali ke EPL pada awal 2015/2016 setelah menerima pinangan Leicester City. Leicester sempat hampir terdegradasi dari EPL pada musim sebelumnya. Maka, misi Ranieri bersama The Foxes sebenarnya hanya sekadar menjaga mereka tetap di kasta teratas.

Siapa sangka, capaian Leicester bersama Ranieri jauh lebih hebat dari itu. Mereka meruntuhkan semua prediksi dan menjuarai EPL 2015/2016. Itu adalah trofi liga pertama bagi Leicester dan juga Ranieri. Ranieri pun dengan layak terpilih sebagai pelatih terbaik EPL 2015/2016 dan pelatih terbaik FIFA 2016.

3. Antonio Conte juara EPL dan Piala FA dalam 2 musim di Chelsea

Pelatih Italia terbaru yang sukses menjuarai EPL adalah Antonio Conte. Conte juga berstatus eks Juventus saat datang ke EPL. Ia pernah membela Si Nyonya Tua sebagai pemain, lalu dipercaya menjadi nakhoda pada 2011–2014. Hasilnya, gelar juara Serie A tak pernah lepas dari Juventus saat dilatih Conte.

Selesai di Juventus, Conte sempat melatih Timnas Italia sebelum didatangkan Chelsea pada awal 2016/2017. Itu adalah musim pertama Conte di luar Italia, dan hasilnya langsung moncer. Chelsea dibawanya juara EPL dengan 93 poin, alias rekor poin terbanyak kedua The Blues di divisi teratas.

Conte meraih trofi keduanya bersama Chelsea pada 2017/2018 berupa Piala FA. Sayangnya, kegagalan finis di empat besar EPL membuatnya dipecat pada akhir musim. Conte lalu sempat kembali ke Inggris dan menangani Tottenham Hotspur pada 2021–2023 tetapi tak meraih prestasi berarti.

Setelah menangani Juventus, tiga pelatih di atas dipercaya membesut klub EPL dan sukses membawa mereka juara. Tottenham Hotspur memang sudah mustahil juara EPL 2025/2026. Namun, Igor Tudor masih mungkin membangkitkan mereka hingga menutup musim ini dengan kepala tegak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More