Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dilema Real Madrid, Pemain Mudanya Bisa Dilarang Main di UEFA Youth League
Estadio Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid (unsplash.com/Joshi Milestoner)
  • Real Madrid menghadapi dilema karena Thiago Pitarch Pinar berpotensi dilarang tampil di UEFA Youth League jika kembali bermain di Liga Champions melawan Manchester City.
  • Pitarch menjadi solusi krisis lini tengah Madrid akibat cedera pemain utama, namun keikutsertaannya di tim senior bisa membuat tim junior kehilangan sosok penting di perempat final Youth League.
  • Pelatih Alvaro Arbeloa memuji talenta Pitarch yang dinilai memiliki DNA Real Madrid dan diyakini mampu berkembang menjadi gelandang papan atas di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Los Blancos sedang menghadapi dilema terkait pemain mudanya, Thiago Pitarch Pinar. Karena promosi ke tim utama di Liga Champions, ada potensi Pitarch tak bisa main dalam level UEFA Youth League.

Gelandang 18 tahun itu sejauh ini sudah main dua kali bersama Madrid di Liga Champions. Jika nanti main dalam leg 1 babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City di Santiago Bernabeu, Kamis dini hari WIB (12/3/2026), maka bukan gak mungkin tim junior Madrid terkena imbasnya dalam perjalanan di UEFA Youth League karena aturan kompetisi.

1. Aturan bisa paksa Pitarch tetap bersama tim utama

Sesuai aturan di kompetisi, jika sekali lagi Pitarch main di Liga Champions, maka sudah tak bisa dimainkan dalam UEFA Youth League. Penampilan bersama Madrid dalam laga melawan ManCity, akan membuat Pitarch memenuhi aturan tersebut dan harus main dalam level senior.

Artinya, dia tidak bisa membantu tim junior Real Madrid yang sudah lolos ke perempat final UEFA Youth League dan akan menghadapi Sporting Lisbon pada 18 Maret 2026 nanti.

2. Pitarch solusi krisis lini tengah Madrid

Pitarch sebenarnya menjadi solusi dari krisis di lini tengah Madrid. Kala Dani Ceballos dan Jude Bellingham cedera, dia bisa menjadi pilihan lain bersama Eduardo Camavinga, Federico Valverde, Arda Guler, dan Aurelien Tchouameni.

Tapi, sekarang situasinya menjadi dilema dan Madrid harus menentukan pilihan, memainkan Pitarch di Liga Champions untuk menjaga kedalaman skuad atau menyimpannya untuk membantu tim junior di Youth League. Tim utama sedang krisis gelandang, tapi Pitarch sentral pula perannya bersama tim junior.

3. Talenta Pitarch sudah diakui Arbeloa

Setelah tampil cukup impresif dalam dua laga sebagai starter serta saat bermain melawan Benfica di play-off, Pitarch mulai mendapat pengakuan dari pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. Talenta Pitarch, menurut Arbeloa, tak diragukan lagi dan diyakini menjadi gelandang papan atas di masa depan.

"Ini kabar bagus ketika pemain 18 tahun bisa mulai menetap di tim utama. Dia mendapat menit bermain karena usahanya sendiri dan punya DNA Real Madrid," ujar Arbeloa, dilansir dari media Spanyol, OK Diario.

Editorial Team