Dominan tapi Mandul, Jerman Tertinggal 0-1 dari Paraguay di Babak I

- Jerman mendominasi penguasaan bola lebih dari 80 persen melawan Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026, namun gagal memanfaatkan banyak peluang yang tercipta.
- Paraguay tampil efisien dengan strategi bertahan dan serangan balik cepat, berhasil unggul 1-0 lewat sundulan Julio Enciso pada menit ke-42.
- Statistik menunjukkan dominasi Jerman tak berbuah hasil karena rapatnya pertahanan Paraguay, membuat Die Mannschaft harus meningkatkan efektivitas serangan di babak kedua.
Surabaya - IDN Times, Jerman terpaksa mengakhiri babak pertama dengan kondisi kurang menguntungkan saat menghadapi Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Tim asuhan Julian Nagelsmann tertinggal 0-1 setelah Paraguay mencuri gol menjelang turun minum.
Sejak peluit awal dibunyikan, Jerman langsung menguasai jalannya pertandingan. Die Mannschaft mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 80 persen dan terus menekan pertahanan Paraguay melalui kombinasi Florian Wirtz, Leroy Sané, Kai Havertz, serta Deniz Undav.
Meski tampil dominan, penyelesaian akhir Jerman jauh dari kata efektif. Sejumlah peluang yang diciptakan gagal membuahkan hasil karena rapatnya organisasi pertahanan Paraguay serta penampilan disiplin lini belakang lawan. Beberapa upaya Wirtz, Sane, hingga Undav masih belum mampu mengubah skor.
Paraguay justru tampil sangat efisien. Setelah lebih banyak bertahan dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik, tim besutan Gustavo Alfaro berhasil memanfaatkan peluang emas pertama mereka pada menit ke-42. Julio Enciso menyambut umpan silang Mathías Galarza dengan sundulan yang tak mampu diantisipasi Manuel Neuer sehingga Paraguay unggul 1-0.
Statistik babak pertama memperlihatkan kontras yang mencolok. Jerman unggul mutlak dalam penguasaan bola dan jumlah operan, tetapi kesulitan menembus blok pertahanan Paraguay yang bermain sangat kompak. Sebaliknya, Paraguay hanya membutuhkan sedikit peluang untuk mengubah keadaan dan membawa keunggulan hingga turun minum.
Tertinggal satu gol membuat Jerman wajib meningkatkan efektivitas serangan pada babak kedua jika ingin menghindari kejutan di fase gugur. Pemenang laga ini akan menghadapi pemenang pertandingan Prancis kontra Swedia pada babak 16 besar.


















