Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Drama 9 Gol PSG vs Bayern di Liga Champions, Langsung Banjir Rekor

Drama 9 Gol PSG vs Bayern di Liga Champions, Langsung Banjir Rekor
ilustrasi logo Paris Saint-Germain (unsplash.com/Aleksandr Galichkin)
Intinya Sih
Gini Kak
  • PSG menang dramatis 5-4 atas Bayern di leg pertama semifinal Liga Champions setelah aksi gemilang Kvaratskhelia, Neves, dan Dembele meski sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Harry Kane.
  • Bayern unggul dalam penguasaan bola dan jumlah serangan, namun PSG tampil lebih efisien dengan lima gol dari dua belas tembakan, sementara Neuer gagal melakukan satu pun penyelamatan penting.
  • Laga sembilan gol ini memecahkan berbagai rekor Liga Champions, termasuk semifinal pertama dengan lima gol di babak pertama dan kemenangan ke-100 PSG di kompetisi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Duel Paris Saint-Germain (PSG) kontra Bayern Munich di Parc des Princes berhasil menyihir pencinta sepak bola dunia, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Partai leg pertama semifinal Liga Champions itu berakhir dengan skor 5-4, yang dimenangi PSG.

Tuan rumah sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu setelah dibobol tendangan penalti Harry Kane, menit ke-17. Namun, Khvicha Kvaratskhelia, Joao Neves, dan Ousmane Dembele tampil kesetanan membawa PSG unggul 3-2 di babak pertama.

Kvaratskhelia dan Dembele memperlebar kembali memperlebar keunggulan menjadi 5-2 sebelum duel memasuki menit ke-60. Bayern berhasil membuat publik Paris senam jantung, setelah Dayot Upamecano (65') dan Luis Diaz (68') memperkecil kedudukan menjadi 4-5.

Jual beli serangan terjadi setelah itu. Bayern memilik sederet momentum untuk membuyarkan kemenangan Les Parisiens, tetapi upaya mereka mencetak satu gol tambahan gagal hingga peluit panjang dibunyikan.

1. Bayern mendominasi serangan, tapi PSG mematikan

Menilik statistik resmi, Bayern tampil cukup dominan, dengan penguasaan bola yang mencapai 55 persen. Skuad asuhan Vincent Kompany ini juga mengurung pertahanan PSG dengan melepaskan 62 kali serangan, jauh mengungguli tuan rumah yang hanya mencatat 28.

Meski ditekan habis-habisan, lini depan tim asuhan Luis Enrique justru tampil lebih klinis. Dari 12 total percobaan tembakan yang dilepaskan PSG, lima di antaranya sukses menggetarkan jala Die Roten yang dikawal Manuel Neuer.

2. Intensitas tinggi dan kelengahan kiper Bayern

Pertarungan sengit di lini tengah juga tergambar dari total jarak tempuh. Para pemain Bayern berlari lebih jauh sejauh 114,6 km berbanding 109 km milik PSG. Akurasi umpan kedua tim nyaris berimbang di angka 88 persen untuk PSG dan 87 persen untuk Bayern .

Satu perbedaan yang sangat mencolok dan krusial di laga ini adalah tidak adanya penyelamatan yang dilakukan oleh Neuer. Sebaliknya, kiper PSG, Matvey Safonov melakukan tiga kali penyelamatan penting untuk mencegah gawangnya kebobolan lebih banyak gol lagi.

3. Rentetan rekor gila yang tercipta dalam satu malam

Drama sembilan gol di Parc des Princes tak hanya sekadar menghibur penonton, tetapi juga memecahkan hingga menyamai sederet rekor bersejarah di Liga Champions. Berikut adalah deretan faktanya, berdasarkan data UEFA.

  • Penalti Ousmane Dembele menjelang turun minum menjadikan laga ini sebagai semifinal pertama dalam sejarah yang menyajikan lima gol di babak pertama.
  • Brace Khvicha Kvaratskhelia membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak (7) di fase gugur Liga Champions musim ini.
  • Kebangkitan Bayern di babak kedua memastikan laga ini menjadi semifinal pertama yang memuat total sembilan gol (rekor sebelumnya 7 gol).
  • Hanya satu pertandingan lain musim ini yang menampilkan 9 gol, yakni saat Barcelona membantai Newcastle 7-2 di babak 16 besar.
  • Pertandingan ini hanya berselisih satu gol dari rekor gol terbanyak di fase gugur, yakni saat Bayern melibas Barca 8-2 pada 2020.
  • Total 10 gol Kvaratskhelia musim ini sukses menyamai rekor Zlatan Ibrahimovic untuk PSG dalam satu musim Liga Champions (2013/14).
  • Hanya ada empat pertandingan dalam sejarah Liga Champions yang menampilkan lebih banyak gol dari laga ini (rekor tertinggi Dortmund 8-4 Legia Warszawa pada 2016/17).
  • Penalti Harry Kane menambah pundi golnya menjadi 13 musim ini, hanya selisih dua gol dari top skor sementara Kylian Mbappe.
  • Hanya butuh empat gol tambahan di leg kedua untuk menyamai rekor gol terbanyak secara agregat di fase gugur Liga Champions.
  • PSG (43 gol) dan Bayern (42 gol) kini dalam jangkauan untuk memecahkan rekor gol terbanyak dalam semusim Liga Champions yang dipegang Barcelona pada 1999/2000 (45 gol).
  • Hasil ini menjadi kemenangan ke-100 PSG di Liga Champions (dari babak grup hingga final), menjadikan mereka klub Prancis pertama yang menyentuh angka 100 kemenangan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Related Articles

See More