Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dukung Iran, Legenda Jepang dan AC Milan Kehilangan Sponsor Amerika Serikat

Dukung Iran, Legenda Jepang dan AC Milan Kehilangan Sponsor Amerika Serikat
Legenda sepak bola Jepang, Keisuke Honda. (IDN Times/Tino).

Jakarta, IDN Times - Sikap politik yang diambil legenda Jepang, Keisuke Honda, berdampak buruk pada aspek komersialnya. Lantaran mendukung Iran secara terang-terangan, Honda kehilangan kesepakatan sponsor dari perusahaan Amerika Serikat.

Pencabutan kesepakatan sponsor ini diungkapkan Honda secara nyata lewat pernyataannya di media sosial. Ternyata, perusahaan AS tersebut akhirnya membatalkan kontrak yang sebenarnya sudah disepakati setelah menemukan cuitan Honda.

1. Honda akui ingin Iran main di Piala Dunia 2026

Honda pada 12 Maret 2026 lalu sempat menyatakan ingin menyaksikan Iran main di Piala Dunia 2026. Dia merasa Iran layak main di Piala Dunia 2026 karena merupakan salah satu tim kuat Asia dan lolos ke Piala Dunia dengan jalur yang sah.

Sejak awal, eks pemain AC Milan itu sadar jika pernyataannya sangat sensitif dan bisa memicu perdebatan. Meski begitu, Honda tak peduli dan tetap mengunggahnya.

"Saya tahu ini hal yang sangat sensitif. Tapi, secara pribadi saya ingin mereka tetap berpartisipasi di Piala Dunia," tulis Honda di akun media sosialnya.

2. Akhirnya harus tanggung konsekuensi

Sensitivitas yang dimaksud Honda langsung menghadirkan konsekuensi. Perusahaan AS yang seharusnya menjadi sponsor Honda dalam proyeknya, menarik diri karena pernyataan terkait Iran.

Tanpa menyebutkan nama perusahaan, Honda sadar sikapnya telah membuat perusahaan tersebut mundur. Namun, dia sama sekali tak menyesali tindakannya itu.

"Pernyataan ini telah menyebabkan perusahaan AS membatalkan kontrak iklan yang sudah difinalisasi berkaitan dengan Piala Dunia. Kami tak mau kontrak tertentu dengan perusahaan mengesampingkan esensi dari apa yang ada dan membuat keputusan berdasarkan pemikiran busuk," tulis Honda.

3. Trump sempat klaim Iran gak layak main di Piala Dunia

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sempat ikut campur dalam urusan Piala Dunia 2026. Dia mengomentari partisipasi Timnas Iran di Piala Dunia 2026, dengan menyebutnya tak layak ke Piala Dunia 2026, serta tidak menjamin keselamatan para pemain, staf, hingga suporter sepanjang turnamen.

"Timnas Iran diterima di Piala Dunia 2026. Tapi, saya benar-benar tidak percaya pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi kehidupan dan keselamatannya juga," kata Trump.

Federasi Sepak bola Iran (FFIRI) menyentil balik Trump. Mereka menegaskan, Trump dan AS gagal memberikan rasa aman kepada seluruh peserta Piala Dunia 2026 selaku tuan rumah.

"Piala Dunia adalah acara bersejarah dan internasional, dan badan pengaturnya adalah FIFA, bukan negara individu mana pun (termasuk Trump)," tulis FFIRI.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Dukung Iran, Legenda Jepang dan AC Milan Kehilangan Sponsor Amerika Serikat

16 Mar 2026, 17:41 WIBSport