Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Eks Pelatih Premier League di Serie A 2026/2027, Termasuk Amorim
ilustrasi pelatih (unsplash.com/Nguyen Thu Hoai)
  • Ivan Juric, yang hanya meraih satu kemenangan dalam 14 laga bersama Southampton pada 2024/2025, ditunjuk AC Monza hingga 2028 setelah klub promosi ke Serie A.
  • Ruben Amorim dipecat Manchester United pada Januari 2026 usai hasil buruk; setelah setengah musim tanpa klub, ia menangani AC Milan untuk proyek pembangunan ulang.
  • Maurizio Sarri, pelatih Chelsea peringkat ketiga Premier League 2018/2019, memulai kontrak tiga tahun di Atalanta untuk menstabilkan klub pasca-era Gian Piero Gasperini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelatih-pelatih yang akan beradu taktik di Serie A Italia 2026/2027 per 18 Agustus 2026 datang dari berbagai latar belakang berbeda. Dari seluruh juru taktik, tiga di antaranya memiliki pengalaman menangani klub kasta teratas Inggris, English Premier League. Itu termasuk Ruben Amorim yang akan mengawal AC Milan berbekal pengalaman mengarsiteki Manchester United (MU).

1. Ivan Juric gagal bersama Southampton pada 2024/2025

Setelah melatih beberapa klub Serie A berbeda, Ivan Juric datang ke Premier League pada Desember 2024. Ia datang sebagai pelatih baru Southampton untuk menggantikan Russell Martin. Sayangnya, perjalanan Juric di kasta teratas Inggris berlangsung singkat hingga akhir 2024/2025.

Juric gagal memenuhi target dari manajemen Southampton. Bersamanya, skuad berjuluk The Saints menorehkan penampilan buruk di Premier League dengan kepastian degradasi meski masih menyisakan tujuh laga. Dalam 14 laga bersama Juric di Premier League, Southampton hanya meraih 1 kemenangan.

Setelahnya, Juric menangani Atalanta selama paruh pertama Serie A 2025/2026 sebelum ditunjuk sebagai pelatih AC Monza pada musim panas 2026. Ia dikontrak hingga 2028 untuk memimpin ambisi Monza yang baru saja kembali ke Serie A. Klub memilihnya karena membutuhkan sosok berpengalaman yang dikenal mampu menstabilkan tim-tim papan tengah hingga bawah di Italia.

2. Ruben Amorim dipecat Manchester United pada Januari 2026

Kesuksesan bersama Sporting CP membuat Ruben Amorim diboyong Manchester United pada November 2024. Musim pertamanya bersama Setan Merah di Premier League berakhir dengan hasil buruk. Bruno Fernandez dan kolega hanya finis di peringkat ke-15.

Premier League 2025/2026 seharusnya menjadi musim penuh pertama bagi Amorim sebagai juru taktik Setan Merah. Namun, masa kerjanya justru terhenti pada pertengahan musim. Ia dipecat pada Januari 2026 setelah rentetan hasil buruk, keengganannya mengubah pendekatan taktik, serta konflik dengan jajaran petinggi klub. Saat Amorim angkat kaki, MU bertengger di peringkat keenam Premier League. 

Setelah tanpa klub selama setengah musim, Amorim kembali ke kursi kepelatihan dengan menangani AC Milan mulai musim panas 2026. Rossoneri memilihnya untuk membawa ide-ide modern sekaligus memimpin proyek pembangunan ulang tim setelah kepergian Massimiliano Allegri. Amorim dinilai memiliki inovasi taktik, gaya bermain berbasis penguasaan bola, serta rekam jejak dalam mengembangkan pemain muda.

3. Maurizio Sarri mengarsiteki Chelsea sepanjang musim 2018/2019

Maurizio Sarri menjadi sosok pelatih senior berpengalaman di Serie A 2026/2027. Meski lebih banyak menghabiskan waktu menangani tim-tim Italia, ia berkesempatan mencicipi ketatnya persaingan Premier League pada 2018/2019. Sebagai pelatih Chelsea, Sarri mencatatkan prestasi yang cukup baik.

Bersama Sarri, The Blues berhasil finis di peringkat ketiga Premier League 2018/2019. Mereka mengumpulkan 72 poin dari hasil 21 menang, 9 imbang, dan 8 kalah. Kepergian Sarri dari Stamford Bridge pada musim panas 2019 didorong keinginan sang pelatih untuk kembali ke Italia demi menerima tawaran Juventus.

Sarri resmi memulai petualangan baru bersama Atalanta pada 2026/2027. Ia dikontrak selama 3 tahun untuk menstabilkan klub setelah periode transisi yang penuh gejolak pasca kepergian Gian Piero Gasperini. Sarri juga diharapkan mampu memberikan sentuhan taktik baru setelah Atalanta mengalami beberapa pergantian pelatih.

Kehadiran ketiga pelatih tersebut membuat Serie A 2026/2027 semakin menarik untuk disaksikan. Pengalaman mereka di Premier League tentu menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan ketat di Italia. Menarik untuk melihat apakah ketiganya mampu membawa pengalaman tersebut dan meraih kesuksesan bersama klub masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article