Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Laga Perpisahan Messi: Akhir Sebuah Era Tak Tertandingi di Argentina

3 min read
Laga Perpisahan Messi: Akhir Sebuah Era Tak Tertandingi di Argentina
Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 (AFP / Patricia de Melo Moreira)
  • Laga kontra Benin menjadi penanda perpisahan Lionel Messi dengan tim nasional Argentina di Estadio Monumental, Buenos Aires.

  • Lionel Scaloni menilai warisan dan keteladanan Messi tak tertandingi, baik di lapangan maupun dalam keseharian bersama skuad.

  • Argentina menghadapi tantangan menjaga daya saing tanpa Messi, dengan regenerasi pemain dan dukungan sejumlah nama top.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa tantangan terbesar Argentina tanpa Lionel Messi?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Momen perpisahan menyayat hati publik sepak bola Argentina sudah di depan mata. Era Lionel Messi akan berakhir, yang ditandai dengan laga perpisahannya kontra Benin, Rabu (7/10/2026) pagi WIB.

Laga di Estadio Monumental, Buenos Aires, itu bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan perayaan sakral atas dedikasi panjang sang megabintang. Pelatih Lionel Scaloni pun memberikan penghormatan emosional jelang perpisahan tersebut.

  1. 1. Warisan Messi tak akan pernah tertandingi

    Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.
    Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, merayakan kemenangannya setelah memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)

    Scaloni mengakui kehilangan sosok Messi di ruang ganti akan meninggalkan lubang yang sangat besar dalam skuad Argentina. Itu karena La Pulga telah mengukir warisan sejarah yang mustahil bisa diulangi oleh pemain lain di masa depan.

    Messi memang memiliki talenta langka. Namun, bakat itu juga diiringi etos kerja yang tinggi. Mantan kapten Barcelona itu selalu menjadi orang pertama yang datang ke tempat latihan dan orang terakhir yang pulang demi menjaga kondisi tubuhnya.

    "Messi meninggalkan sesuatu yang tak tertandingi, perasaan memiliki dia di lapangan itu sungguh unik. Saya belum pernah melihat orang lain menyampaikan apa dilakukannya di lapangan, dan itulah yang akan kami rindukan," kata Scaloni dikutip dari ESPN.

  2. 2. Kumpulkan skuad juara Piala Dunia 2022 di laga pamungkas

    Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, syok usai kalah di final Piala Dunia 2026 (AFP / Paul Ellis)
    Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, syok usai kalah di final Piala Dunia 2026 (AFP / Paul Ellis)

    Pertandingan perpisahan ini dirancang secara khusus untuk menghormati pemilik delapan Ballon d'Or tersebut. Skuad Argentina yang merengkuh trofi Piala Dunia 2022 turut diundang untuk menyaksikan kapten mereka memainkan laga terakhirnya di panggung internasional.

    Rodrigo De Paul, Giovani Lo Celso, hingga Nicolas Otamendi, dipastikan hadir untuk mendampingi Messi pada hari bersejarah tersebut. Sayangnya, beberapa pahlawan lain seperti Paulo Dybala, Nahuel Molina, dan Alejandro Gomez dilaporkan absen.

    Messi meninggalkan tim nasional dengan rekor yang mentereng. Pria berusia 39 tahun itu menyumbangkan 125 gol dari 207 penampilan, serta mempersembahkan trofi Piala Dunia, dua gelar Copa America, hingga medali emas Olimpiade.

    "Dari cara bermainnya saja, Anda bisa melihat dia adalah sosok fenomenal. Namun, dia juga memiliki sesuatu yang lebih dari itu yang bisa dilihat oleh rekan-rekan setimnya. Dia merupakan teladan terbaik yang ada. Dia telah meninggalkan, atau sedang meninggalkan, karena masih memiliki satu pertandingan lagi, sesuatu yang tidak ada bandingannya," ujar Scaloni.

  3. 3. Mampukah Argentina lepas dari bayang-bayang Messi

    Penyerang Argentina bernomor punggung 22, Lautaro Martinez, merayakan gol kedua timnya selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.
    Penyerang Argentina bernomor punggung 22, Lautaro Martinez, merayakan gol kedua timnya selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Thomas Coex)

    Tantangan terberat Argentina adalah tetap tampil kompetitif meski tanpa Messi. Apalagi, ada rekor yang menghantui. Tim Tango pernah mengalami puasa gelar selama 35 tahun setelah era Diego Maradona berakhir.

    Namun, publik Argentina harus tetap optimistis. Regenerasi Argentina dinilai berjalan mulus macam Nico Paz dan Gianluca Prestianni, juga masih didukung beberapa pemain top seperti Emiliano Martinez, Enzo Fernandez, Julian Alvarez, hingga Lautaro Martinez.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More