Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Musim Bersama, Apakah Charles Leclerc Frustrasi di Ferrari?

Charles Leclerc pada Formula 1 Grand Prix Singapura 2025.
Charles Leclerc pada Formula 1 Grand Prix Singapura 2025 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya sih...
  • Pada pertengahan Formula 1 2025, Charles Leclerc merasa kehilangan kendali atas nasibnya di Ferrari karena performa SF-25 yang tidak kompetitif.
  • Leclerc siap membela Mercedes atau Aston Martin setelah tujuh musim tanpa gelar juara dunia bersama Ferrari.
  • Meskipun dirumorkan melepas seragam Ferrari, satu-satunya tujuan Charles Leclerc adalah menang bersama Tim Kuda Jingkrak.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki Formula 1 2026, Charles Leclerc sudah menuntaskan tujuh musim bersama Ferrari. Akan tetapi, dirinya masih menunggu kesempatan memperoleh juara dunia bersama tim itu. Padahal, dia datang ke kejuaraan itu sebagai pembalap muda yang sangat berbakat.

Di Formula 1 2018, Charles Leclerc melakoni debut luar biasa bersama Alfa Romeo dan langsung mendapatkan kursi di Ferrari. Ia diharapkan bisa membantu tim itu meraih gelar juara konstruktor pertama mereka sejak 2008. Namun, harapan itu hingga kini tak kunjung tercapai dan Charles Leclerc mungkin mulai kehilangan gairah.

1. Pada pertengahan Formula 1 2025, Charles Leclerc menyebut diri sendiri sebagai penumpang di mobil balap Ferrari

Pada pertengahan Formula 1 2025, Charles Leclerc menyebut diri sendiri sebagai penumpang di mobil balap Ferrari. Pernyataan itu menyiratkan frustrasi mendalam terhadap performa SF-25 yang tidak kompetitif. Di tengah pertarungan Red Bull dan McLaren, dirinya merasa kehilangan kendali atas nasibnya sendiri di kejuaraan itu.

Kejenuhan Charles Leclerc semakin terasa saat Ferrari kembali gagal menandingi kecepatan tim lain. Usaha keras dan gaya agresifnya tidak bisa menutupi kelemahan teknis yang menghambat ambisi menjadi juara dunia. Seperti yang dilaporkan RacingNews365, dirinya mulai tampak kehilangan keyakinan meskipun regulasi baru Formula 1 2026 mungkin menawarkan peluang besar yang diharapkan.

2. Dilaporkan mulai frustrasi karena tidak kunjung juara dunia bersama Ferrari, Charles Leclerc siap membela Mercedes dan Aston Martin

Charles Leclerc dilaporkan mulai kehabisan kesabaran dengan Ferrari setelah tujuh musim tanpa gelar juara dunia. Performa SF-25 yang mengecewakan membuatnya menutup Formula 1 2025 dengan hanya menghuni posisi kelima klasemen meskipun mengoleksi tujuh podium. Situasi itu memunculkan kabar bahwa dirinya siap membuka peluang pindah dari Maranello.

Charles Leclerc disebut mulai lelah dengan kegagalan Ferrari membangun mobil balap penantang juara dunia. Di sisi lain, Mercedes dan Aston Martin dikabarkan tertarik merekrut pembalap Monako itu. Mercedes sudah lama menilai Leclerc sebagai kandidat berharga, sementara Aston Martin sedang mencari pemimpin baru untuk menggantikan Fernando Alonso.

3. Meskipun dirumorkan melepas seragam Ferrari, satu-satunya tujuan Charles Leclerc adalah menang bersama Tim Kuda Jingkrak

Di tengah rumor tentang kemungkinan meninggalkan Ferrari pada 2027, Charles Leclerc justru berulang kali menegaskan obsesi untuk menang bersama Tim Kuda Jingkrak. Dirinya menyatakan ingin menang dengan warna merah, entah sekarang atau nanti, dan membawa tim itu kembali ke puncak kejayaan, sekaligus menepis spekulasi bahwa dia sudah bersiap mencari jalan keluar. Selain itu, ia juga mengeluhkan banyaknya kabar yang tidak bersumber dari fakta dan meminta semua pihak berfokus terhadap kebutuhan tim.

Akan tetapi, Charles Leclerc belum tentu akan bertahan di Ferrari dalam kondisi apa pun. Kontrak jangka panjang yang ditandatanganinya dilaporkan memiliki klausul berbasis performa, sementara Nicolas Todt, manajernya, memberikan sinyal keras bahwa mereka membutuhkan mobil balap juara. Oleh karena itu, komitmennya di tim ini bergantung terhadap performa Ferrari.

4. Menanggapi Formula 1 2025 yang sulit bagi Ferrari, Charles Leclerc mengungkapkan kekecewaan, tetapi tidak sampai depresi

Formula 1 2025 yang berat bagi Ferrari membuat Charles Leclerc mengakui kekecewaan terhadap hasil yang jauh dari target, terutama karena pulang tanpa podium dalam beberapa balapan penting. Dalam sebuah wawancara, dirinya menegaskan kondisi mentalnya yang terpukul, tetapi masih terkontrol. Bukan hanya dia, kekecewaan itu dirasakan seluruh anggota tim karena Ferrari memahami standar tinggi mereka.

Meskipun diterpa hasil buruk, Charles Leclerc mengakui tidak terpuruk secara psikologis dan justru bersemangat untuk bangkit. Ia menyebut masih ada motivasi yang sangat besar untuk mencoba memperbaiki situasi. Tidak lupa, Leclerc juga meyakini bahwa jika tim mengeksekusi akhir pekan dengan sempurna, peluang untuk hasil positif tetap terbuka.

5. Di tengah rumor panas, Charles Leclerc mengakui tidak kehilangan kesabaran dan masih optimistis dengan Ferrari

Di tengah rumor panas soal masa depan, Charles Leclerc secara tegas menampik anggapan sudah kehabisan kesabaran terhadap Ferrari. Dirinya dengan jelas menyatakan masih mencintai tim itu apa adanya sebagai jawaban langsung atas spekulasi bahwa dia ingin hengkang karena frustrasi. Bahkan, ia mengajak semua pihak memulai era baru Formula 1 dengan langkah yang benar meskipun banyak tanda tanya.

Motivasi Charles Leclerc datang dari keinginan untuk mengembalikan Ferrari ke puncak kejayaan. Leclerc siap melakukan semuanya sampai dirinya berhenti memercayai proyek itu. Dirinya memang mengaku kecewa terhadap jarak performa dengan McLaren, tetapi dia memahami bahwa tugasnya adalah memaksimalkan situasi dan terus berkembang sebagai pembalap.

Kesimpulannya, Charles Leclerc masih akan berjuang bersama Ferrari. Akan tetapi, masa depannya merupakan kartu as bagi tim itu. Ferrari harus bisa bangkit dengan kuat di Formula 1 2026 atau berisiko kehilangan salah satu aset utama mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Perempat Final AFC Futsal Asian Cup 2026 Lengkap

03 Feb 2026, 11:07 WIBSport