6 Fakta Penting dari Power Unit Baru Mobil F1 2026, DRS Dihapus!

Formula 1 akan memulai era baru pada musim 2026 dengan menerapkan regulasi power unit terbaru. Aturan ini menghadirkan mesin hybrid generasi baru, peningkatan peran energi listrik, serta sistem balap yang lebih kompleks. Salah satu perubahan dalam regulasi power unit terbaru adalah hilangnya DRS di bagian sayap belakang mobil F1.
F1 seperti nya merancang regulasi ini untuk menciptakan persaingan yang lebih ketat untuk setiap tim. Teknologi hybrid terbaru dalam power unit 2026 akan memaksa tim dan pembalap beradaptasi dengan penerapan yang berbeda. Berikut kupas tuntas power unit baru F1 2026! Simak 6 fakta penting yang perlu kamu ketahui.
1. F1 2026 akan diikuti oleh lima produsen power unit
F1 menghadirkan lima produsen power unit pada musim 2026. F1 mempertahankan Mercedes dan Ferrari sebagai pabrikan utama. F1 juga menghadirkan Audi, Honda, serta kolaborasi antara Red Bull dan Ford yang muncul sebagai kekuatan baru di grid musim ini.
Mercedes akan memasok mesin untuk tim pabrikan mereka, Williams, Alpine, dan McLaren. Ferrari akan memasok mesin untuk Ferrari, Haas, serta tim baru Cadillac. Honda akan bekerja sama dengan Aston Martin, sementara Audi akan memasok mesin untuk tim pabrikan mereka sendiri. Kehadiran lima produsen ini tentu akan meningkatkan persaingan di lintasan karena setiap pabrikan akan membawa karakter mesin yang berbeda.
2. Sistem hybrid berubah menjadi lebih sederhana dan efisien
F1 mempertahankan mesin V6 turbo 1,6 liter sebagai inti power unit. F1 menghapus komponen MGU-H dari sistem hybrid. F1 mengambil keputusan ini untuk menyederhanakan teknologi sekaligus meningkatkan kesamaan dengan mobil jalan raya.
MGU-H sebelumnya memanfaatkan panas gas buang untuk menghasilkan energi tambahan. Sistem ini menghadirkan performa tinggi tetapi membutuhkan teknologi yang sangat kompleks. F1 menilai sistem tersebut mulai kurang sejalan dengan kebutuhan industri otomotif modern.
F1 tetap mempertahankan MGU-K sebagai sistem pemulihan energi utama. Sistem ini memanen energi saat pengereman dan penurunan kecepatan. Sistem ini kemudian menyalurkan energi tersebut kembali untuk meningkatkan performa mobil secara efisien.
3. Peran tenaga listrik meningkat hingga 50 persen
F1 meningkatkan kontribusi tenaga listrik hingga mendekati 50 persen dari total daya mobil. Sistem sebelumnya hanya mengandalkan tenaga listrik sekitar 20 persen. Peningkatan ini membuat karakter mobil F1 berubah secara signifikan.
MGU-K generasi baru menghasilkan daya hingga 350 kW. Angka ini meningkat hampir tiga kali lipat dibanding sistem lama yang hanya mencapai 120 kW. Sistem ini memungkinkan mobil melaju lebih cepat dengan konsumsi energi yang lebih optimal.
Peningkatan tenaga listrik juga mengubah strategi balapan. Tim harus mengatur manajemen energi secara lebih presisi. Pembalap juga harus menyesuaikan gaya mengemudi agar tetap kompetitif sepanjang lomba.
4. Memakai bahan bakar yang sustainable
F1 menerapkan penggunaan Advanced Sustainable Fuel (bahan bakar berkelanjutan) sebagai standar baru mulai 2026. Bahan bakar ini berasal dari sumber berkelanjutan seperti penangkapan karbon, limbah kota, dan biomassa non-pangan. Langkah ini mendukung target F1 untuk mencapai net zero pada 2030.
F1 menguji bahan bakar ini di ajang F2 dan F3 sepanjang musim 2025. Hasil pengujian menunjukkan performa tetap optimal dengan emisi karbon yang lebih rendah. F1 kemudian mengadopsi teknologi ini untuk seluruh grid F1 2026.
5. Munculnya tombol boost dan sistem recharge
Mobil F1 2026 mengisi ulang energi melalui pengereman, lift and coast, serta super clipping di akhir lintasan lurus. Sistem otomatis mengatur proses ini melalui pengaturan mesin. Pembalap tetap memiliki kontrol tambahan melalui mode tertentu.
Pembalap dapat mengaktifkan tombol boost untuk mengerahkan tenaga listrik ekstra. Fitur ini membantu pembalap menyerang lawan atau mempertahankan posisi. Penggunaan fitur ini menuntut perhitungan strategi yang matang.
Manajemen energi akan menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil balapan. Tim harus merancang strategi pengisian dan penggunaan daya secara efisien. Kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap posisi akhir.
6. Mode overtake menggantikan DRS
F1 menggantikan DRS (Drag Reduction System) dengan mode overtake pada musim 2026. Sistem ini aktif ketika pembalap berada dalam jarak satu detik dari mobil di depan. Sistem ini bertujuan menciptakan peluang menyalip yang lebih seimbang.
Mode overtake memberikan tambahan energi sebesar 0,5 megajoule. Sistem ini memungkinkan mobil mempertahankan kecepatan lebih tinggi dalam durasi yang lebih lama. Efek terbesar akan terasa di lintasan lurus yang panjang.
Semuaa perubahan yang sudah dijelaskan ini diharapkan menciptakan duel yang lebih intens. Nantinya pembalap akan lebih banyak mengandalkan strategi untuk memanfaatkan momentum tertentu. Perubahan regulasi pada power unit ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hiburan bagi penonton.

















