Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eliano Reijnders: Fans di Eropa Luar Biasa, tapi Bobotoh Lebih Gila
Bobotoh memamerkan koreo bergambar pelatih Persib Bijan Hodak saat laga pekan terakhir Super League 2025/26 di Stadion GBLA. (IDN TImes/Ilyas Mujib)
  • Eliano Reijnders terpesona dengan atmosfer luar biasa di Stadion GBLA dan menyebut dukungan bobotoh Persib Bandung lebih gila dibandingkan suporter di Eropa.
  • Persib Bandung memastikan gelar juara Super League 2025/26 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara, sekaligus mencatat tiga kali juara beruntun di era modern.
  • Usai membawa Persib juara, Eliano bersiap bergabung dengan Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 dan menilai banyak pemain lokal layak tampil di level internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gemuruh Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi momen yang sulit dilupakan bagi Eliano Reijnders. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu dibuat terpukau atmosfer luar biasa yang diciptakan bobotoh saat Persib Bandung memastikan gelar juara Super League 2025/26.

Persib resmi mengunci trofi liga usai bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga terakhir musim di GBLA, Sabtu (23/5/2026). Tambahan satu poin membuat Maung Bandung finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin.

Bagi Eliano, malam juara itu bukan sekadar soal trofi. Atmosfer ribuan bobotoh yang memenuhi stadion menjadi pengalaman paling berkesan selama dirinya bermain sepak bola profesional.

1. Eliano Reijnders sebut atmosfer Bobotoh lebih gila dari Eropa

Bobotoh berpesta menyaksikan Persib kembali jadi juara Super League tiga kali beruntun. (IDN Times/Ilyas Mujib)

Eliano mengaku pernah merasakan atmosfer sepak bola di Belanda. Namun menurutnya, dukungan suporter Persib memiliki energi berbeda yang jauh lebih besar.

Ia bahkan menyebut atmosfer di Bandung lebih “gila” dibandingkan yang pernah ia rasakan di Eropa.

“Di Eropa memang gila, tetapi di sini lebih gila,” ujar Eliano selepas pertandingan.

Pemain berusia 25 tahun itu menilai bobotoh selalu hadir memberi energi untuk tim, baik selama pertandingan berlangsung maupun setelah laga selesai. Menurutnya, dukungan seperti itu menjadi kekuatan tambahan bagi para pemain Persib.

2. Persib Bandung cetak sejarah tiga kali juara beruntun

Persib Bandung juara BRI Liga Super League 2025/26. IDN Times, Azzis Zulkhairil

Hasil imbang melawan Persijap cukup membawa Persib mempertahankan posisi teratas klasemen akhir Super League 2025/2026.

Tim asuhan Bojan Hodak berhasil unggul head to head atas Borneo FC yang mengoleksi poin sama di akhir musim.

Keberhasilan ini sekaligus membuat Persib mencetak three peat juara liga secara beruntun. Catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Maung Bandung dalam era sepak bola modern Indonesia.

Meski gagal mencetak gol di laga penentuan, Eliano menegaskan hasil akhir tidak menjadi masalah besar bagi skuad Persib.

“Kami memang tidak mencetak gol, tetapi yang penting kami juara,” katanya.

3. Eliano Reijnders siap gabung Timnas Indonesia

Eliano dalam konferensi pers usai laga melawan Dewa United, Senin (20/4/2026). Dok Persib

Setelah membawa Persib Bandung juara, Eliano kini bersiap bergabung bersama Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday Juni 2026.

Namanya masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Selain itu, skuad Garuda juga dijadwalkan menghadapi agenda penting lain menuju Piala AFF 2026.

Eliano menilai banyak pemain dari kompetisi domestik yang layak mendapat kesempatan bersama Timnas Indonesia. Menurutnya, persaingan ketat di liga musim ini membuat para pemain semakin siap tampil di level internasional.

Bagi Eliano Reijnders, malam juara Persib Bandung di GBLA bukan hanya tentang kemenangan. Atmosfer bobotoh membuatnya semakin memahami betapa besar gairah sepak bola di Indonesia.

Editorial Team