Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Timnas Voli Putri dengan Performa Terburuk di VNL 2026

5 Timnas Voli Putri dengan Performa Terburuk di VNL 2026
ilustrasi voli (pexels.com/Oleksandr Plakhota)
Share Article

Volleyball Nations League (VNL) 2026 resmi berakhir untuk kategori putri pada Minggu (26/7/2026) setelah seluruh pertandingan, termasuk final dan perebutan tempat ketiga, selesai digelar di Makau, China. Selama hampir dua bulan kompetisi berlangsung, tidak semua tim mampu menunjukkan performa yang kompetitif.

Sejumlah tim kesulitan meraih kemenangan sejak fase grup, bahkan gagal menembus babak final. Ada pula yang tampil di bawah ekspektasi meski diperkuat sejumlah pemain berpengalaman. Berdasarkan hasil sepanjang turnamen, berikut lima timnas voli putri dengan performa terburuk di VNL 2026.

1. Thailand hanya mengoleksi tiga kemenangan

Timnas voli putri Thailand menjadi salah satu tim yang tampil buruk di VNL 2026. Meski perkasa di Asia Tenggara, mereka masih cukup kesusahan tampil di kejuaraan kelas dunia. Pada edisi ini, tim yang diasuh Kiattipong Radchatagriengkai itu finis di peringkat 14 dari 18 tim. Mereka finis di posisi tersebut setelah meraih 3 kemenangan dan 9 kekalahan dengan total 12 poin. Kemenangan Thailand selama VNL 2026 ini diraih atas Bulgaria dengan 3 set langsung, Kanada dengan 4 set, dan Brasil dengan 3 set langsung.

2. Republik Dominika juga mengantongi tiga kemenangan

Penampilan timnas voli putri Republik Dominika juga terbilang buruk di VNL 2026. Tidak jauh berbeda dari Thailand, mereka finis di urutan ke-15 dari 18 peserta dengan 3 kemenangan dan 9 kekalahan serta total 11 poin. Tiga kemenangan Republik Dominika diraih atas Jepang, Ukraina, dan China. Menghadapi Jepang dan China, mereka meraih kemenangan 4 set, sedangkan laga melawan Ukraina mereka menangkan dalam duel alot 5 set.

3. Ukraina finis dengan tiga kemenangan

Timnas voli putri selanjutnya yang tampil buruk di VNL 2026 adalah Ukraina. Datang dengan status debutan, tim yang ditukangi Jakub Gluszak itu belum mampu berbicara banyak. Mereka berakhir di peringkat 16 dari 18 tim dengan jumlah 10 poin yang berasal dari 3 kemenangan dan 9 kekalahan. Kemenangan mereka diraih atas Jerman dengan 5 set, Thailand dengan 5 set, dan Belgia dengan 3 set langsung.

4. Prancis juga berakhir dengan tiga kemenangan

Timnas voli putri Prancis juga masuk dalam daftar ini. Tim yang dilatih Cesar Hernandez Gonzalez itu nyaris terdegradasi dari VNL. Mereka finis di peringkat 17 dari 18 tim dengan 10 poin setelah menderita 9 kekalahan dan hanya mengoleksi 3 kemenangan. Prancis hanya menang saat menghadapi Ukraina dengan 5 set, Serbia dengan 5 set, dan Bulgaria dengan 4 set. Selebihnya, mereka selalu menelan kekalahan.

5. Bulgaria terdegradasi setelah mengoleksi dua kemenangan saja

Predikat timnas voli putri dengan performa terburuk di VNL 2026 dipegang Bulgaria. Sepanjang turnamen, mereka menelan 10 kekalahan dan 2 kemenengan. Hasil buruk itu membuat mereka terbenam di dasar klasemen dengan total lima poin. Posisi itu memastikan mereka terdegradasi dari VNL. Adapun, dua kemenangan Bulgaria di VNL 2026 didapat saat menghadapi Ukraina dengan 5 set dan Republik Dominika dengan 3 set langsung.

Hasil kurang memuaskan yang diraih kelima tim tersebut menjadi gambaran ketatnya persaingan di VNL 2026. Performa yang inkonsisten sepanjang fase grup membuat mereka kesulitan bersaing dengan tim-tim papan atas. Bahkan, tim yang menempati posisi terbawah klasemen harus rela terdegradasi dari VNL 2026. Kondisi tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah besar agar mereka dapat kembali tampil lebih kompetitif pada musim berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More