"Kami telah berkontribusi bagi dunia dan kemanusiaan di berbagai bidang, meraih begitu banyak Hadiah Nobel sepanjang perjalanan. Sayangnya, kami belum menemukan obat untuk kebodohan, ketidaktahuan, dan hipokrisi yang ditunjukkan oleh pelatih tim nasional Irlandia. Kami tidak bermain bersama ketidaktahuan, hipokrisi, dan kebodohan—kami bermain melawan pelatih yang memanifestasikan hal-hal tersebut."
4 Fakta Irlandia vs Israel di UEFA Nations League, Panas Duluan!

Dua pertandingan Grup B3 UEFA Nations League 2026/2027 yang mempertemukan Irlandia dan Israel pada jeda internasional September–Oktober 2026 menjadi laga sepak bola paling politis tahun ini. Duel dua tim tersebut dibayangi penolakan masif masyarakat Irlandia akibat agresi militer Israel di Gaza sejak 2023. Ketegangan diplomasi sejak Irlandia resmi mengakui kedaulatan Palestina pada Mei 2024 memaksa partai ini digelar tertutup tanpa penonton.
1. Irlandia mendapat desakan dari dalam negeri untuk menolak bertanding melawan Israel
Sejak pembagian grup pada Februari 2026, Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) mendapat tekanan besar dari suporter, politisi, hingga atlet nasional untuk memboikot pertandingan. Lebih dari 160 atlet Irlandia bahkan menandatangani surat terbuka mendesak tim nasionalnya menolak bertanding. Aksi protes juga marak di liga domestik lewat pembentangan spanduk "Stop the Game".
Meski gelombang penolakan mengalir deras, FAI sulit membatalkan pertandingan. Dilansir BBC, FAI melakukan pemungutan suara untuk isu ini pada Juli 2026 lalu. Hasilnya, 75 anggota memilih tetap bertanding, dan 32 memilih memboikot. Pertandingan tetap dilakoni sebab FAI beralasan aksi boikot dapat memicu sanksi berat dari Uni Asosisasi Sepak Bola Eropa (UEFA) serta potensi kerugian finansial jutaan euro yang mengancam masa depan sepak bola Irlandia. Keputusan tersebut juga didukung Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin.
2. Pertandingan tetap berlangsung di tempat netral dan tanpa penonton
Guna menghindari gangguan keamanan yang berujung pembatalan, kedua pertandingan disepakati tidak digelar di negara masing-masing. Duel Israel kontra Irlandia berlangsung di Stadion Nagyerdei, Debrecen, Hungaria, pada 27 September 2026. Hungaria dipilih Timnas Israel menjadi kandang sementara sejak UEFA melarang pertandingan sepak bola internasional berlangsung di Israel sebagai imbas agresi militer ke Gaza. Selain itu, Hungaria memiliki hubungan diplomatik kuat dengan Israel serta pengamanan memadai.
Sementara itu, partai kandang Irlandia yang menjamu Israel pada 4 Oktober 2026 dipindahkan ke Backa Topola, sebuah kota kecil yang terletak 157 kilometer di utara ibu kota Serbia, Belgrade. Dilansir situs resmi FAI, pemilihan Backa Topola bertujuan meminimalkan potensi gelombang demonstrasi jika tetap diadakan di Dublin, ibu kota Irlandia. Selain itu, dua pertandingan tersebut dipastikan berlangsung tertutup tanpa penonton.
3. Pelatih Timnas Irlandia dan Federasi Sepak Bola Israel terlibat perang kata-kata
Tensi di luar lapangan semakin meningkat setelah pelatih Timnas Irlandia, Heimir Hallgrimsson, menegaskan kehadiran timnya bukan legitimasi atas tindakan Israel. Dilansir The Irish Times, Hallgrimsson menyatakan anak asuhnya tetap menentang agresi Israel sembari mematuhi regulasi UEFA. "Kami tidak bermain bersama genosida, kami bermain melawan genosida. Kami bermain melawan Israel, bukan bersama Israel," tegasnya dalam sesi konferensi pers pada pekan lalu.
Pernyataan Hallgrimmson langsung direspons Federasi Sepak Bola Israel (IFA). Melalui akun X (dulu Twitter) resminya (@ISRAELFA) pada Selasa (22/9/2026), IFA merilis pernyataan yang mengecam kata-kata pelatih asal Islandia tersebut:
4. UEFA menolak permintaan Irlandia untuk berpisah grup dengan Israel pada masa depan
Bagaimana jika kedua tim kembali bertemu di kompetisi mendatang? FAI sejatinya telah mengajukan permohonan resmi ke UEFA agar Irlandia dipisahkan dari Israel dalam pengundian grup pada masa depan. Namun, UEFA secara resmi menolak permintaan tersebut.
Dilansir Al Jazeera, UEFA menegaskan bahwa kebijakan pemisahan tim dinilai berdasarkan pertimbangan risiko keamanan dan konflik antarnegara. Karena Irlandia dan Israel tidak memiliki sejarah konflik teritorial atau militer secara langsung, UEFA memutuskan skenario pemisahan grup tidak dapat diterapkan. Kasus mereka disebut berbeda dengan Armenia versus Azerbaijan atau Serbia lawan Kosovo.
Laga yang diwarnai protes publik hingga perang kata-kata ini menjadi bukti sulitnya memisahkan sepak bola dari dinamika politik global. Walau harus bergulir di tempat netral tanpa penonton, duel Republik Irlandia versus Israel di UEFA Nations League 2026/2027 dipastikan tetap menjadi sorotan dunia. Siapa yang akan menjadi pemenangnya?




















