Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Kekalahan AC Milan atas Parma, Rekor 24 Laga Terhenti
ilustrasi San Siro (pixabay.com/tlemens)
  • AC Milan kalah 0-1 dari Parma di San Siro lewat gol sundulan Mariano Troilo, yang sempat kontroversial namun akhirnya disahkan setelah pengecekan VAR.
  • Kekalahan ini menghentikan rekor 24 laga tak terkalahkan Rossoneri, meski mereka mendominasi permainan dengan 67% penguasaan bola dan total 25 tembakan tanpa hasil.
  • Hasil negatif tersebut membuat peluang AC Milan mengejar Inter Milan di puncak klasemen Serie A semakin menipis, dengan selisih kini mencapai 10 poin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

AC Milan secara mengejutkan harus takluk oleh Parma dalam lanjutan Serie A Italia 2025/2026 giornata 26. Bertanding di San Siro pada Senin (23/2/2026) malam WIB, Rossoneri harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 0-1. Gol sundulan Mariano Troilo jadi satu-satunya yang tercipta dalam laga tersebut.

Selain menelan kekalahan, sejumlah catatan dan rekor milik AC Milan turut terhenti dalam laga ini. Tak hanya itu, kegagalan meraih poin penuh membuat peluang untuk mengejar Inter Milan di puncak klasemen semakin sulit. Lebih lengkapnya, berikut lima fakta kekalahan AC Milan atas Parma di San Siro.

1. Rekor 24 laga tak terkalahkan terhenti di tangan Parma

Kekalahan atas Parma membuat rekor 24 laga tak terkalahkan AC Milan harus terhenti. Rossoneri datang dengan ambisi memperpanjang tren positif tersebut. Namun, skuad asuhan Massimiliano Allegri gagal mempertahankan catatan apik itu. Mereka kecolongan oleh gol Mariano Troilo pada menit 80.

Ini menjadi kekalahan kedua bagi AC Milan di Serie A musim ini. Terakhir kali Rafael Leao dan kawan-kawan menelan kekalahan terjadi pada giornata 1. Mereka harus takluk 1-2 atas Cremonense pada Minggu (23/8/2025) dini hari WIB.

2. Drama VAR dan gol penentu Mariano Troilo

Gol tunggal kemenangan Parma pada menit 80 berhasil dicetak oleh sundulan Mariano Troilo memanfaatkan sepak pojok Emanuele Valeri. Namun, gol ini sempat menjadi kontroversi. Wasit menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran kepada kiper AC Milan, Mike Maignan.

Akan tetapi, setelah wasit mengecek tayangan ulang Video Assistant Referee (VAR), gol dinyatakan sah. Bek Parma, Lautaro Valenti dinilai tidak menghalangi kiper. Alhasil, gol ini menjadi satu-satunya gol di laga itu.

3. Dominasi 25 tembakan yang sia-sia

Sepanjang 90 menit, AC Milan begitu mendominasi. Mereka mencatatkan penguasaan bola hingga 67 persen dibanding Parma 33 persen. Tak hanya itu, Rossoneri juga mampu melepaskan total 25 tembakan dalam satu pertandingan. 

Sayangnya, semua peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol. Lini depan AC Milan tampil kurang klinis dalam memaksimalkan peluang di kotak penalti. Terakhir kali Rossoneri gagal mencetak gol terjadi pada giornata 6 Serie A 2025/2026 kontra Juventus yang berakhir imbang 0-0.

4. Peluang AC Milan digagalkan tiang gawang dan penyelamatan garis gawang

Meski bermain di San Siro, AC Milan seolah kehilangan keberuntungan dalam upaya mencetak gol. Dua peluang emas dari Christian Pulisic dan Rafael Leao gagal berbuah hasil pada babak kedua. Situasi ini semakin menegaskan frustrasinya lini depan Rossoneri dalam laga tersebut.

Pada menit 54, sepakan Pulisic berhasil diblok tepat di garis gawang oleh Mariano Troilo. Sembilan menit berselang, tendangan first time Rafael Leao membentur mistar gawang.  Dua momen itu menegaskan bahwa dominasi AC Milan tak dibarengi efektivitas di depan gawang.

5. Peluang scudetto mulai menipis

Kekalahan atas Parma membuat kans AC Milan untuk menjuarai Serie A semakin menipis. Setelah gagal meraih poin penuh, Rossoneri kini masih tertahan di peringkat kedua dengan 54 poin. Mereka kini terpaut 10 poin dari sang pemuncak klasemen, Inter Milan.

Meski masih tersisa 12 laga, situasi ini membuat tekanan bagi AC Milan semakin besar. Rossoneri dituntut kembali ke jalur kemenangan jika ingin menjaga asa meraih scudetto. Di sisi lain, I Nerazzurri tengah dalam performa impresif setelah mencatatkan 14 laga beruntun tak terkalahkan di Serie A musim ini.

Lima catatan di atas menunjukkan kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin bagi AC Milan. Rekor panjang terhenti, dominasi tak berbuah gol, serta jarak dengan Inter Milan semakin melebar. Rossoneri harus segera menemukan solusi, terutama di lini serang, jika tidak ingin peluang scudetto benar-benar sirna di pekan-pekan krusial musim ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team