Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Fakta Kekalahan Inter Milan dari AC Milan di Serie A
ilustasi Stadion Inter Milan (unsplash.com/zachr1992)
  • Inter Milan kalah 0-1 dari AC Milan di San Siro meski unggul penguasaan bola, dengan gol tunggal dicetak Pervis Estupinan pada menit ke-35 hasil assist Youssouf Fofana.
  • Kekalahan ini memutus tren 15 laga tak terkalahkan Inter Milan di Serie A dan memperpanjang rekor buruk mereka dalam Derby della Madonnina menjadi tujuh laga tanpa kemenangan.
  • Meski tetap di puncak klasemen dengan 67 poin, Inter harus waspada karena AC Milan kini menempel ketat dengan 60 poin menjelang akhir musim yang semakin kompetitif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Inter Milan gagal memperpanjang tren positif dalam lanjutan Serie A Italia 2025/2026 giornata 28. Big match tersaji di San Siro kala I Nerazzurri berkunjung ke markas AC Milan. Sayangnya, skuad asuhan Cristian Chivu harus takluk dengan skor tipis 0-1 pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB.

Dari kekalahan tersebut, terdapat sejumlah catatan. Selain menghentikan tren positif Inter Milan, laga ini juga kembali memperlihatkan kesulitan mereka saat menghadapi rival sekota. Berikut empat fakta kekalahan Inter Milan atas AC Milan yang telah dirangkum usai laga 9 Maret 2026.

1. Dominasi Inter Milan sepanjang laga tak membuahkan hasil

Meski mencatatkan penguasaan bola hingga 63 persen, Inter Milan tak mampu memaksimalkan dominasi mereka. Permainan yang mereka tampilkan belum cukup efektif untuk membongkar pertahanan AC Milan yang tampil disiplin sepanjang laga. Dari 11 peluang yang tercipta, hanya 2 tembakan yang berhasil mengarah ke gawang. 

Di sisi lain, AC Milan tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Rossoneri hanya mencatatkan 9 percobaan tembakan, 2 di antaranya tepat sasaran. Pertahanan mereka juga tampil solid di bawah komando kapten, Mike Maignan, yang membantu menjaga gawang tetap aman sepanjang pertandingan.

2. Gol Pervis Estupinan memutus tren 15 laga tak terkalahkan

Gol kemenangan AC Milan yang dicetak Pervis Estupinan terjadi pada menit 35. Berawal dari assist Youssouf Fofana, bek asal Ekuador tersebut sukses menyarangkan bola ke gawang Yann Sommer dan mengamankan tiga poin bagi Rossoneri. Gol Estupinan juga menjadi gol perdananya bagi AC Milan sekaligus gol pertamanya dalam Derby della Madonnina.

Kemenangan yang diraih AC Milan membuat catatan impresif Inter Milan di kompetisi domestik akhirnya terhenti. Sebelum laga ini, I Nerazzurri tercatat tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan terakhir di Serie A 2025/2026. Bahkan, mereka juga berhasil meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir. Menariknya, kekalahan terakhir Inter Milan sebelum laga ini juga terjadi saat menghadapi AC Milan. Pada giornata 12 Serie A 2025/2026, Inter Milan harus menyerah dengan skor yang sama, yakni 0-1. 

3. Tren buruk Inter Milan dalam Derby della Madonnina berlanjut

Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif Inter Milan dalam Derby della Madonnina. Dalam tiga pertemuan terakhir melawan AC Milan, Inter Milan selalu menelan kekalahan. Salah satu kekalahan tersebut bahkan terjadi dengan skor telak 0-3 pada leg kedua semifinal Coppa Italia 2024/2025. Hasil ini juga membuat Inter Milan kembali gagal meraih kemenangan dalam dua pertemuan Derby della Madonnina.

AC Milan sendiri tercatat berhasil menyapu bersih 2 pertemuan dalam 1 musim untuk pertama kalinya sejak 2010/2011. Selain itu, Inter Milan kini gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan rival sekota di semua kompetisi. Catatan tersebut menjadi rentetan nirmenang pertama mereka dalam derbi sejak 2002–2005. Situasi ini menunjukkan momentum AC Milan lebih baik dalam rivalitas tersebut.

4. Dampak hasil laga terhadap klasemen kedua tim

Meski kalah, Inter Milan masih bertahan di puncak klasemen Serie A dengan raihan 67 poin. Sementara itu, kemenangan ini membuat AC Milan berhasil memangkas jarak dengan mengoleksi 60 poin. Selisih poin memang masih cukup aman, tetapi persaingan menuju akhir musim tetap terbuka.

Inter Milan juga harus segera melakukan evaluasi agar tidak kehilangan konsistensi. Setelah tersingkir dari Liga Champions Eropa 2025/2026, fokus mereka kini sepenuhnya tertuju kepada perburuan gelar juara Serie A. Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan beberapa pekan, tiap hasil pertandingan akan sangat menentukan.

Kegagalan Inter Milan meraih kemenangan atas AC Milan menghasilkan sejumlah catatan penting. Bagi Inter Milan, kekalahan ini mesti menjadi bahan evaluasi untuk kembali menemukan performa terbaik mereka. Jika tidak segera bangkit, bukan tidak mungkin mereka akan kembali kehilangan poin pada sisa akhir musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team