Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FIFA Bayar Penuh Gaji Wasit Omar Artan Usai Dideportasi dari AS
Ilustrasi kartu merah. (IDN Times/Aditya Pratama).
  • FIFA tetap membayar penuh gaji wasit Somalia, Omar Artan, meski dideportasi dari Amerika Serikat dan gagal memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
  • Omar Artan mendapat tugas baru dari UEFA untuk memimpin laga Piala Super Eropa 2026 antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa.
  • Artan dideportasi karena otoritas AS menduga dirinya terhubung dengan jaringan teroris Somalia, sehingga ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - FIFA memutuskan untuk membayar penuh gaji wasit asal Somalia, Omar Artan, meski gagal memimpin di Piala Dunia 2026 akibat dideportasi dari Amerika Serikat. Artan, dipastikan FIFA, akan mendapatkan kompensasi setimpal atas apa yang menimpanya.

Sejak menerima kabar jika Artan harus kembali ke Somalia, FIFA memang langsung bergerak. Mereka berkoordinasi dengan Artan demi mengurus seluruh akomodasi kepulangannya.

BBC Sport melansir, kini hak Artan dijamin secara penuh oleh FIFA. Meski tak bertugas di satu pertandingan pun, FIFA tetap membayarkan upah Artan dengan mekanisme perhitungan tertentu.

1. Artan gak tahu besaran gajinya jadi wasit Piala Dunia 2026

Artan tak mengetahui berapa besaran gaji wasit di Piala Dunia 2026. Situasi serupa juga dialami oleh wasit lainnya.

Namun, FIFA menjamin seluruh gaji wasit yang bertugas akan dibayarkan setelah turnamen selesai diselenggarakan.

2. Sudah dapat pekerjaan dari UEFA

Tak cuma dapat gaji penuh, Artan mendapatkan tugas baru. Bukan dari FIFA, tugas itu diberikan oleh UEFA.

Nantinya, wasit terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) 2025 itu akan memimpin laga Piala Super Eropa. Dilansir SportBible, Artan akan memimpin laga Piala Super Eropa 2026 antara Paris Saint-Germain (PSG) lawan Aston Villa.

3. Artan ditolak AS karena diduga terkoneksi teroris

Otoritas Perbatasan dan Bea Cukai Amerika Serikat (CBP) sudah buka suara soal keputusannya untuk menolak Artan masuk ke wilayahnya. Menurut CBP, Artan diduga terhubung dengan jaringan teroris Somalia.

Selain karena Somalia masuk ke dalam daftar hitam imigrasi AS, Artan dianggap memiliki hubungan dengan salah satu organisasi teror. ICE dan Homeland Security mendeteksi Artan merupakan "terduga anggota" dari jaringan teror.

"Setelah inspeksi lewat CBP, informasi negatif didapat, termasuk adanya kaitan dengan anggota terduga teroris, dan itu ditemukan. Pemerintahan Trump tak akan mengizinkan adanya risiko keamanan yang masuk," begitu pernyataan CBP, dilansir The Standard.

Editorial Team

Related Article