Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
FIFA Ringankan Hukuman Argentina Usai Keributan di Final Piala Dunia
Gelandang Argentina, Leandro Paredes, saat membanting Gavi usai final Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)
  • FIFA menyetujui pengurangan sanksi pemain dan staf Argentina setelah AFA mengajukan permohonan, sehingga skorsing dapat dijalani dalam laga Kelas A maupun persahabatan.
  • Leandro Paredes sebelumnya dihukum skorsing 10 laga dan denda 66.500 poundsterling, sementara Nahuel Molina, Thiago Almada, serta Roberto Ayala juga menerima sanksi.
  • AFA tetap mengajukan banding atas hukuman FIFA, termasuk denda 237 ribu poundsterling dan pengurangan kapasitas kandang hingga 50 persen terkait spanduk Kepulauan Falkland.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Baru saja dijatuhkan, hukuman untuk sejumlah pemain dan staf Argentina bisa saja diubah oleh FIFA. Keputusan itu diambil oleh FIFA setelah Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengajukan permohonan agar hukuman pemain serta stafnya diringankan.

Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan hukuman kepada gelandang Argentina, Leandro Paredes, dengan skorsing 10 laga, imbas dari membanting Gavi hingga menendang Eric Garcia. Selain itu, Paredes juga dijatuhi denda 66.500 poundsterling atau setara Rp1,5 miliar.

Hukuman lebih ringan diterima Nahuel Molina yang menjadi penyulut keributan karena memukul perut Rodri. Selain itu, Thiago Almada juga menerima hukuman skorsing satu laga. Ofisial yang mendapatkan sanksi adalah Roberto Ayala, dengan sanksi tiga pertandingan.

1. Skema hukuman jadi lebih ringan

Dilansir Daily Mirror, FIFA menyetujui pengurangan hukuman yang diterima para pemain Argentina. Skemanya adalah hukuman itu bisa dijalani oleh para pemain Argentina di pertandingan Kelas A atau persahabatan, bukan cuma turnamen atau laga kompetitif seperti Kualifikasi Piala Dunia.

Sampai sekarang, belum ada pertandingan persahabatan yang diumumkan AFA untuk Argentina hingga akhir 2026. Tapi, ada enam slot yang berpotensi digunakan oleh Argentina sepanjang 2026. Artinya, bukan gak mungkin hukuman para pemain dan ofisial Argentina bisa selesai lebih cepat.

2. Masih usaha banding juga

AFA gak cuma minta amnesti hukuman dari FIFA. Tapi, mereka juga masih berusaha mengajukan banding atas sederet hukuman yang diberikan oleh FIFA.

Sebab, tak cuma pemain serta ofisial, tapi AFA juga mendapatkan sanksi denda dari FIFA imbas spanduk berbau politik, yang muncul di Piala Dunia 2026 saat melawan Inggris. Akibat tindakan para pemain Argentina yang membentangkan spanduk terkait Kepulauan Falkland, AFA didenda 237 ribu poundsterling atau setara Rp5,7 miliar serta pengurangan kapasitas penonton di pertandingan kandang hingga 50 persen.

3. Tunggu surat resmi

AFA mengklaim segala permintaan dan banding sudah dilayangkan hingga diterima oleh FIFA. Mereka menegaskan, tindakan ini diambil demi melindungi pemain dan ofisial sepanjang turnamen.

"Dalam pemenuhan hak mempertahankan diri dan kepentingan pemain, kami menunggu justifikasi atas keputusan terkait korespondensi dengan Komite Banding FIFA, dan bisa dilanjutkan ke Arbitrase Olahraga (CAS), sebagai langkah akhirnya," begitu pernyataan AFA.

Curated For You

Editorial Team

Related Article