Johaneko Louis-Jean, Pilar Athletic Club Teranyar dari Basque Prancis

Johaneko Louis-Jean mengukir debut bersama Athletic Club pada 27 Agustus 2026. Sayangnya, hasil akhirnya mengecewakan. Mereka kalah 0-2 dari Barcelona. Meski begitu, penampilan individu Louis-Jean mengagumkan. Terlebih, ia berduel dengan Lamine Yamal karena bermain di bek kiri.
Selain performa, profil juga membuat Louis-Jean mencuri perhatian dalam laga pekan kedua LaLiga Spanyol 2026/2027 yang berlangsung di Camp Nou ini. Sebab, ia menasbihkan diri sebagai personel Athletic teranyar dari Basque Prancis. Sebuah hal yang sebelumnya cuma pernah terjadi sekali.
1. Johaneko Louis-Jean dipasang sebagai starter saat melawan Barcelona
Athletic Club tidak bisa mengandalkan Yuri Berchiche saat bertarung melawan Barcelona di Camp Nou pada 27 Agustus 2026. Sebab, bek kiri utamanya tersebut tengah menjalani sanksi larangan bertanding akibat mendapat kartu merah ketika kalah 1-3 dari Sevilla 6 hari sebelumnya. Sang pelatih, Edin Terzic, lantas menggantikan Berchiche dengan Johaneko Louis-Jean.
Keputusan tersebut sangatlah menarik. Pasalnya, Louis-Jean sebelumnya tidak pernah bermain di tim utama Athletic. Ia cuma baru sekali merasakan duduk di bangku cadangan, yaitu pada laga yang sama ketika Berchiche diusir dari lapangan di atas. Alasan kedua, pilar setinggi 1,75 meter tersebut sejatinya adalah bek kanan. Ia bukan kidal.
Faktor ketiga datang dari eksternal. Terzic sejatinya memiliki opsi yang lebih masuk akal, yakni Adama Boiro yang merupakan bek kiri murni dan sudah mengoleksi 44 penampilan diserta torehan 1 gol dan 1 asis. Namun, Terzic kemungkinan besar tidak mempertimbangkan catatan tersebut mengingat statusnya sebagai pelatih baru. Ia memilih apa yang disaksikannya sendiri.
2. Johaneko Louis-Jean tampil apik saat debut bersama Athletic Club
Menjalani debut dengan melawan tim yang berstatus juara bertahan jelas merupakan tantangan yang berat bagi Johaneko Louis-Jean. Apalagi ia bertugas sebagai bek kiri. Itu artinya, Louis-Jean berhadapan langsung dengan Lamine Yamal sebagai winger kanan Barcelona. Pada akhirnya, Athletic Club memang kalah 0-2. Personel yang mengenakan nomor punggung 31 itu pun tidak bermain penuh. Ia digantikan Adama Boiro pada menit 70 akibat mengantongi kartu kuning.
Namun, penampilan Louis-Jean jauh dari kata mengecewakan. Ia menjadi pemain yang paling sering melakukan aksi bertahan (13) dan memenangkan duel (9). Hebatnya, Louis-Jean cuma melakukan 1 kali pelanggaran dan justru dilanggar hingga 3 kali. Secara ofensif, ia juga memiliki persentase dribble yang sempurna (3/3). Di antara para pemain Athletic, Louis-Jean (50) bahkan cuma kalah dari sang kiper, Unai Simon (60), untuk urusan sentuhan.
Dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan, Terzic pun memberikan pujian khusus kepada Louis-Jean. Ia menyampaikan selamat kepadanya dan keluarganya atas momen istimewa ini. Terzic menegaskan bahwa sang pemain sangat layak mendapatkannya. Itu berkat kerja kerasnya sepanjang pramusim. Terlepas dari hasil akhir yang memilukan, Terzic menyebut Louise-Jean mampu melewati ujian yang begitu sulit. Oleh karenanya, ia pun siap melanjutkan kerja sama dengannya.
3. Johaneko Louis-Jean menjadi pemain Basque Prancis yang membela Athletic Club setelah Bixente Lizarazu
Penampilan kala melawan Barcelona pada 27 Agustus 2026 membuat Johaneko Louis-Jean mengikuti jejak Bixente Lizarazu sebagai pria asal Basque Prancis lainnya membela Athletic Club. Lizarazu melakukannya pada 1996—1997. Ia bergabung dari Bordeaux dan hengkang ke Bayern Muenchen. Menariknya, Louis-Jean juga datang ke Athletic dari Bordeaux pada 2024.
Seperti diketahui, Athletic memiliki kebijakan khusus terkait personel yang mereka gunakan. Klub yang terbentuk pada 1898 ini hanya memainkan pemain dari akademinya, akademi klub yang berada di wilayah Basque, atau mereka yang lahir di wilayah Basque, yaitu Biscay, Gipuzkoa, Alava, Navarre, Labourd, Soule and Lower Navarre. Tiga wilayah terakhir memang terletak di Prancis.
Dalam bahasa Basque, negara mereka yang terletak di Prancis disebut Iparralde yang berarti Wilayah Utara. Louis-Jean sendiri lahir pada 28 Agustus 2004 di Bayonne yang dianggap sebagai kota utama untuk urusan budaya dan ekonomi bagi Basque Prancis. Sementara itu, Lizarazu lahir pada 9 Desember 1969 di Saint-Jean-de-Luz, sebuah komune di pesisir sungai Nivelle.
Lizarazu tidak bersinar saat membela Athletic. Ia cuma bermain 18 kali dalam semusim. Namun, bek kiri tersebut berhasil memaksimalkan potensinya di Bayern Muenchen. Hasilnya, ia mampu mencicipi trofi Liga Champions Eropa, EURO, hingga Piala Dunia.
Kini, menarik untuk menantikan kiprah Louis-Jean sebagai pemain Basque Prancis kedua di Atheltic. Ia sudah menjawab tantangan pertamanya dengan meyakinkan. Jika bisa konsisten melakukannya, pintu kesempatan otomatis bakal terbuka lebar untuknya.





















