FIFA Siapkan 4 Tahap Besar Pemulihan Gaza Lewat Sepak Bola

FIFA bekerja sama dengan Dewan Perdamaian yang diinisiasi Donald Trump untuk memulihkan Gaza lewat proyek empat tahap pembangunan berbasis sepak bola dan transformasi sosial.
Tahap awal mencakup pembangunan 50 lapangan mini di sekolah dan pemukiman, disusul lima lapangan penuh guna mendukung liga lokal serta pembinaan komunitas olahraga.
Jakarta, IDN Times - Kemitraan antara FIFA dan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melahirkan cetak biru pemulihan Gaza yang berfokus pada tahapan pembangunan modern dan terstruktur. Setiap tahap dirancang untuk menghidupkan kembali ruang publik dan mendorong transformasi sosial, termasuk melalui sepak bola.
"FIFA ingin sebanyak mungkin orang di seluruh dunia berpartisipasi dalam permainan kami dan mendapatkan manfaat dari peluang yang diciptakannya,” kata Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam keterangan tertulis.
Akan ada empat tahapan yang dilakukan dalam fase pemulihan ini. Mulai dari penyediaan aktivasi komunitas hingga pembuatan stadion nasional nantinya.
1. Aktivasi komunitas dan penyediaan lapangan kecil

Pada tahapan awal, FIFA berfokus pada penyediaan 50 lapangan mini FIFA Arena di lingkungan sekolah dan permukiman di Gaza. Langkah direncanakan akan berlangsung selama tiga hingga enam bulan pertama.
Harapannya, tempat ini bisa menghadirkan ruang aman bermain dan memulihkan ritme sosial. Akselerasi interaksi warga diharapkan memulihkan rasa kebersamaan yang sempat terputus dan menciptakan komunitas yang kembali hidup.
FIFA juga memiliki program Football for Schools. Disebutkan, distribusi perlengkapan, serta kegiatan akar rumput menjadi penggerak utama fase ini.
2. Lima lapangan penuh dalam fase kedua

Fase kedua, FIFA mempersiapkan pembangunan lima lapangan penuh yang dapat menyokong liga lokal. Fase ini diperkirakan akan berlangsung selama 12 bulan alias satu tahun.
Pembangunan lima lapangan ini disebut FIFA bakal menjadi dasar pembinaan terstruktur. Hal ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya klub hingga komunitas baru.
3. Akademi FIFA hingga stadion nasional

Dalam rentang 18–36 bulan, FIFA berencana membangun akademi elite yang dibangun sebagai pusat keunggulan olahraga dan pendidikan. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi rumah bagi pencarian bakat, pengembangan karier, dan program pelatihan terpadu.
Rentang waktu yang sama juga akan diterapkan untuk tahapan keempat yakni menghadirkan stadion nasional. Rencananya, FIFA akan membangun stadion berkapasitas 20 ribu tempat duduk sebagai ikon baru kebangkitan Gaza. Stadion ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.
"Sebuah stadion nasional berkapasitas 20 ribu hingga 25 ribu penonton akan dibangun dengan nilai sekitar 50 juta dolar AS," cuit tayangan FIFA Video di Washington, dilansir siaran YouTube DWS News.
















