Piala Dunia akan menggelar edisi yang ke-23 pada 2026. Dari 22 penyelenggaraan pertama, terdapat 13 tim yang mampu mencapai partai puncak. Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Prancis, Uruguay, Inggris, dan Spanyol berhasil menjadi juara. Lantas, siapa lima negara lain yang menembus final, tetapi belum pernah mengangkat trofi?
5 Finalis Piala Dunia yang Belum Pernah Menjadi Juara

1. Kroasia kalah dari Prancis pada 2018
Tim terbaru yang mampu mencapai final Piala Dunia adalah Kroasia. Negara pecahan Yugoslavia yang merdeka pada 1991 ini melakukannya pada 2018. Mereka kalah 2-4 dari Prancis. Pertandingan yang berlangsung dengan guyuran hujan di Luzhniki Stadium, Rusia, tersebut sebetulnya sempat ketat. Tertinggal akibat bunuh diri Mario Mandzukic pada menit 18, Kroasia menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic pada menit 28.
Nahas, Perisic justru membuat Prancis mendapat hadiah penalti pada menit 38 usai melakukan handball. Antoine Griezmann mampu memaksimalkan kesempatan sehingga Prancis kembali memimpin. Mereka lantas menjauh pada awal babak kedua lewat gol yang dicetak Paul Pogba pada menit 59 dan Kylian Mbappe pada menit 69. Kroasia memperkecil kekalahannya melalui sontekan Mandzukic pada menit 69.
2. Swedia kalah comeback dari Brasil pada 1958
Swedia mendapat kesempatan untuk menggelar Piala Dunia pada 1958. Tim yang saat itu dilatih George Raynor yang berasal dari Inggris tersebut bukan hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik. Mereka juga tampil apik. Nils Liedholm bertindak sebagai kapten. Bintang AC Milan ini memimpin timnya lolos dari fase grup usai menang 3-0 atas Meksiko, 2-1 atas Hungaria, dan imbang 0-0 dengan Wales.
Mereka kemudian menaklukkan Uni Soviet 2-0 pada perempat final dan Jerman Barat 3-1 pada semifinal. Sayangnya, Swedia kalah telak 2-5 dari Brasil pada final. Mereka sebetulnya unggul dulu lewat gol Liedholm (4’). Brasil lantas membuat empat gol beruntun melalui Vava (9’, 32’), Pele (55’), dan Mario Zagallo (68’). Agne Simonsson menciptakan satu gol terakhir Swedia (80’) sebelum Pele menutup papan skor (90’).
3. Hungaria kalah beruntun pada 1938 dan 1954
Hungaria pernah dua kali mencapai final Piala Dunia. Mereka merasakannya untuk pertama kali pada 1938. Tim asuhan Alfred Schaffer itu membantai Hindia Belanda 6-0 pada 16 besar, menang 2-0 atas Swiss pada perempat final, dan mempermalukan Swedia 5-1 pada semifinal. Namun, mereka kalah 2-4 dalam laga penentuan dari Italia yang merupakan juara bertahan. Gino Colaussi dan Silvio Piola sama-sama menyumbang brace untuk Italia. Sementara, dua gol Hungaria berasal dari Pal Titkos dan sang kapten, Gyorgy Sarosi. Setelah edisi ini, Piala Dunia baru kembali terselenggara pada 1954 akibat Perang Dunia II.
Hebatnya, Hungaria lagi-lagi menembus final. Nahas, mereka kalah comeback 2-3 dari Jerman Barat. Sempat unggul lewat gol Ferenc Puskas dan Zoltan Czibor, skuad yang kini diasuh Gusztav Sebes itu tumbang gara-gara gol Max Morlock dan brace Helmut Rahn. Ironisnya, Hungaria sebetulnya membantai Jerman Barat 8-3 pada fase grup. Sebelum final, mereka memang tampil begitu ganas. Selain Jerman Barat, mereka menghajar Korea Selatan 9-0 pada fase yang sama. Hungaria kemudian menudukkan Brasil 4-2 pada perempat final dan menang dengan skor serupa atas Uruguay pada semifinal lewat babak tambaan.
4. Cekoslovakia juga dua kali kalah
Seperti Hungaria, Cekoslovakia juga dua kali mencicipi final Piala Dunia. Negara yang bubar pada 1992 ini menjadi lawan yang tangguh bagi Italia pada 1934. Mereka sempat unggul atas tim yang saat itu bertindak sebagai tuan rumah tersebut lewat gol Antonin Puc. Namun, Italia menyamakan kedudukan melalui Raimundo Orsi sebelum waktu normal habis dan merebut kemenangan pada babak tambahan berkat gol Angelo Schiavio. Sebelum final, Cekoslovakia menang 2-1 atas Rumania pada 16 besar, 3-2 atas Swiss pada perempat final, dan 3-1 atas Jerman pada semifnal.
Final Piala Dunia kedua Cekoslovakia terjadi pada 1962. Mereka kalah dari Brasil dan lagi-lagi secara comeback. Josef Masopust membuka papan skor pada menit 15 dan Amarildo menyamakan kedudukan 2 meni berselang. Brasil akhirnya menang berkat dua gol pada babak kedua yang dicetak Zito dan Vava. Cekoslovakia dan Brasil sempat bertemua pada matchday kedua fase grup dan imbang 0-0. Sebelumnya, Cekoslovakia menang 1-0 atas Spanyol. Setelah babak grup, mereka menang 1-0 atas Hungaria pada perempat final dan 3-1 atas Yugoslavia pada semifinal.
5. Belanda tiga kali tumbang
Belanda merupakan negara paling sial di Piala Dunia. Mereka tiga kali bermain pada final, tetapi selalu kalah. Dua di antaranya bahkan secara beruntun. Pada 1974, mereka takluk 1-2 dari Jerman Barat secara comeback. Empat tahun kemudian, skuad besutan Rinus Michels dengan Johan Cruyff sebagai kaptennya tersebut dibekuk Argentina 1-3 lewat babak tambahan.
Oranje tampil lagi pada final Piala Dunia pada 2010. Namun, mereka kalah 0-1 dari Spanyol yang memainkan final Piala Dunia pertamanya. Makin mengenaskan, gol tunggal yang masuk ke gawang Marten Stekelenburg tercipta pada menit 116. Andres Iniesta melepaskan tendangan voli di dalam kotak penalti. John Heitinga meninggalkan rekan setimnya pada menit 109 karena mendapat kartu kuning kedua.
Kroasia, Swedia, dan Belanda ambil bagian di Piala Dunia 2026. Mampukah salah satu dari mereka keluar dari daftar ini atau justru ada tim lain yang mengikuti jejak ketiganya?